Sunday, January 29, 2023
HomeEducation10 Dusun Terisolasi, Sejumlah Alat Berat Turun Tangan

10 Dusun Terisolasi, Sejumlah Alat Berat Turun Tangan

Total ada 10 dusun di dua desa Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Mamuju yang terdampak longsor sejak sepekan lalu. Untuk membersihkan material longsor tersebut, beberapa alat berat diterjunkan ke lapangan.

Banjir Bandang Hingga Pembukaan Akses Jalan dengan Alat Berat

Banjir bandang yang terjadi di Kalukku menyebabkan putusnya akses jalan hingga masyarakat harus berjalan kaki untuk mendapatkan pasokan logistic. Diantara 10 desa yang terisolasi, lima dusun yang terisolir di Desa Uhaimate diantaranya adalah Dusun Sudangang, Uhaimate, Kalukku Dua, Karappuang dan Tabelo.

Baca Juga : Tutup Akses Jalan, Material Longsor Di Kecamatan Bacukiki Barat Dibersihkan dengan Alat Berat

Sedangkan 5 dusun lainnya terletak di Desa Pamulukang diantaranya adalah Dusun Betteng Batu, Rumbi Apo, Tatora, Saludangu dan Saddang. Banjir bandang ini juga membuat berbagai aktivitas masyarakat terhenti karena sulitnya akses keluar masuk daerah.

Kronologi Banjir Bandang Di Kalukku

Sebanyak 10 dusun di dua desa terisolir setelah dilanda banjir dan longsor pekan lalu pada Selasa 11 Oktober 2022. “Masih bersih-bersih, kita fokus ke masing-masing longsor dulu. Hanya alat beratnya terbatas,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Mamuju Muhammad Taslim.

Taslim juga menuturkan bahwa saat ini Desa Pumulukang sedang dalam proses pembersihan sedangkan Desa Uhaimate masih terisolir. Sementara itu, Kepala Desa Pamulukang Jasmin mengatakan, warga di lima dusun sementara ini harus mengambil makanan dari kantor pos induk untuk makan sehari-hari.

Alat berat sudah mulai diterjunkan dan sejumlah relawan juga sudah mulai membantu mengangkut logistik ke warga di atas. Jasmin mengatakan, saat ini ada dua alat yang terlibat dalam pembersihan material longsor tersebut.

Kedatangan Alat Berat Dan Distribusi Bantuan Untuk Warga yang Mengungsi

alat berat
makassar.tribunnews.com

Sebelumnya, banjir dan tanah longsor di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) menyebabkan kerusakan pada 2.705 rumah dan 8.004 warga. Sedikitnya 392 orang terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

BPBD Sulbar terus memantau dan membantu  korban bencana di wilayah Kalukku. Hingga saat ini, pengungsi telah mendapatkan bantuan berupa satu unit tangki air, satu unit penjernih air portabel, 2 unit perahu polietilen, 1 unit mercusuar, 2 unit genset dan 3 unit tenda pengungsi.

Diserahkan pula bantuan berupa 20 paket perlengkapan bayi, 70 paket sembako, 18 paket keluarga, 3 paket kebersihan, 160 paket selimut, dan 14 paket pakaian. Bantuan logistik lainnya berupa beras 1,2 ton, 40 rak telur, dan  100 dus mi instan.

Wilayah Terdampak Bencana Banjir Bandang Di Kalukku

Berdasarkan pada data yang disampaikan oleh BPBD Sulbar, terdapak sebanyak 36 wilayah di Kecamatan Kalukku terdampak banjir dan longsor. Adapun ke-36 wilayah tersebut diantaramya adalah yakni:

  • Lingkungan Kampung Baru
  • Lingkungan Lari
  • Ahuni Selatan
  • Ampallas Selatan
  • Ahuni Pili
  • Lingkungan Makkarama
  • Kanang-Kanang
  • Rawa Indah
  • Labuang
  • Dusun Tatora
  • Dusun Pammulukan
  • Dusum Benteng Batu
  • Dusun Pammulukan Timur
  • Dusun Pondok Indah
  • Dusun Pammulukan Barat
  • Dusun Salu Dango
  • Dusun Rombia Apo
  • Lingkungan Pure I, Pure II, Pure Timur
  • Padang Kassa
  • Lingkungan Kassa
  • Pamboseang
  • Balatedong
  • Lombang-Lombang Utara
  • Sambiraang
  • Lingkungan Ranga-Ranga
  • Lingkungan Ranga-Ranga Selatan
  • Lingkungan Padang Malolo
  • Lingkungan Rante Bulahan
  • Dusun Salukaha
  • Palado
  • Rantedago Induk
  • Dusun Rantedago Selatan
  • Dusun Batang Barana
  • Uhaimate

Seluruh wilayah tersebut merupakan wilayah-wilayah terdampak bencana dengan kerugian yang cukup besar. Banyaknya material longsor dan banjir menjadi salah satu alasan mengapa akses keluar masuk wilayah ini cukup terganggu.

Listrik di beberapa wilayah terdampak juga ikut kena imbas karena tiang listrik yang runtuh dan menyebabkan aliran listrik terputus. Mengingat besarnya dampak bencana yang ditimbulkan di wilayah ini, pemerintah bekerjasama dengan berbagai pihak dan segera menerjunkan beberapa jenis alat berat untuk mempercepat proses penanganan pasca bencana di wilayah-wilayah terkait.

Sumber : sulbar.tribunnews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular