Monday, July 15, 2024
HomeAlat beratAkses Alat Berat Sulit, Pengerukan Phb Batu Ampar Terhambat

Akses Alat Berat Sulit, Pengerukan Phb Batu Ampar Terhambat

Pengerukan atau normalisasi saluran air menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk mengantisipasi dan menangani bencana banjir. Untuk melakukan pengerukan tersebut, alat berat menjadi salah satu peralatan yang cukup penting.

Cuaca ekstrem yang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia pada awal tahun 2024 ini membuat pemerintah berbagai daerah waspada dan bersiap untuk mengantisipasi bencana banjir tersebut. Beberapa daerah juga melakukan penanganan banjir melalui pengerukan saat banjir telah terjadi.

Baca Juga: BBWS Normalisasi BKT dengan Alat Berat Untuk Antisipasi Banjir

Dinas Sumber Daya Air Kesulitan Mengakses Saluran Air dengan Alat Berat

Pada Kamis 04/01/2024 diketahui bahwa beberapa wilayah pemukiman di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur terendam oleh air banjir. Air bajir ini disinyalir merupakan air luapan dari saluran penghubung Induk di Kelurahan Batu Ampar.

Air banjir tersebut memiliki ketinggian berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Berkaitan dengan kondisi ini, Dinas SDA dan pemerintah setempat berinisiatif untuk melakukan pengerukan di saluran penghubung (Phb) untuk mengurangi ketinggian air yang meluap.

Air Phb Induk Meluap, Alat Berat Bersiap Lakukan Pengerukan

Kepala Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Wawan Kurniawan menuturkan terkait dengan kondisi saluran penghubung Induk di Kelurahan Batu Ampar yang meluap, pihaknya akan segera melakukan pengerukan di hilir phb.

alat berat
Saluran Phb Induk Batu Ampar Meluap, Pemukiman Warga Tergenang Air Banjir

Namun Wawan mengakui bahwa waktu pengerukan tersebut belum bisa dipastikan karena adanya hambatan akses masuk untuk alat berat di lokasi Phb. Dikonfirmasi pada Jumat 05/01/2024, Wawan menuturkan bahwa pemukiman warga dan bangunan lainnya cukup padat di area tersebut sehingga belum diketahui akses jalan mana yang bisa digunakan untuk keluar masuk peralatan berat yang nantinya akan digunakan.

Saluran penghubung (Phb) Induk diketahui mengalami beberapa masalah yang disinyalir menjadi penyebab genangan air banjir di pemukiman warga. Mulai dari pendangkalan aliran, hingga menumpuknya sampah dan rendahnya konstruksi jembatan dinilai turut berperan terhadap kondisi banjir saat ini.

Karena kondisi tersebut, pengerukan menggunakan alat berat dinilai sebagai langkah paling tepat yang bisa dilakukan. Dengan melakukan pengerukan, kapasitas penampungan air di saluran tersebut akan membesar sehingga air juga tidak akan sampai ke konstruksi jembatan yang ada.

Pengerukan ini juga akan dilakukan sembari membersihkan sampah yang ada di Phb Induk sehingga tidak ada penyumbatan saluran air yang disebabkan oleh tumpukan sampah tersebut. Hingga saat ini, Wawan menuturkan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Camat Kramat Jati dan Lurah Batu Ampar untuk mencari solusi terbaik.

Wawan menegaskan bahwa langkah pengerukan Phb Induk dengan alat berat harus tetap dilakukan, namun bagaimana akses masuk dan keluar alat tersebut yang akan dipikirkan bersama dengan pemerintah setempat. Intensitas curah hujan yang masih tinggi hingga debit air kiriman dari Depok juga dinilai cukup mengancam wilayah Batu Ampar sehingga pengerukan tersebut harus dilakukan sesegera mungkin agar bencana banjir dengan skala yang lebih besar bisa diantisipasi.

Sumber: Jakarta.tribunnews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular