Saturday, June 22, 2024
HomeAlat beratAlat Berat Bersihkan Puing Rumah yang Terdampak Pecahnya Pipa Induk PDAM

Alat Berat Bersihkan Puing Rumah yang Terdampak Pecahnya Pipa Induk PDAM

Pada Kamis (06/06), 2 alat berat terlihat di wilayah Jalan Cibangkong Lor, Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Kedua peralatan berat tersebut diketahui sedang membersihkan puing-puing bangunan rumah yang terdampak oleh pecahnya pipa induk PDAM.

Pecahnya pipa induk PDAM ini diketahui menyebabkan 2 unit rumah amblas serta aliran air PDAM terganggu. Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab dari pecahnya pipa tersebut.

Baca Juga: Alat Berat Mengenai Pipa, Pipa Berakhir Putus

2 Rumah Amblas, Alat Berat Perumda Tirtawening Langsung Turun Tangan

Pipa induk PDAM Perumda Tirtawening diketahui pecah pada Rabu (05/06) sekitar pukul 15.30 WIB. Lokasi pecahnya pipa ini berada di dalam rumah salah satu warga setempat dan langsung membuat rumah tersebut amblas beserta satu rumah lainnya yang terletak di samping rumah tersebut.

Satu hari pasca kejadian, Perumda Tirtawening melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) kota Bandung langsung mendatangkan 2 unit peralatan berat jenis excavator untuk menangani tragedi tersebut. Excavator tersebut diketahui sampai ke TKP sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan evakuasi terhadap puing-puing rumah dan lumpur yang ada di bawah permukaan rumah tersebut.

Alat Berat Excavator Percepat Pembersihan Agar Perbaikan Segera Berjalan

Pecahnya pipa PDAM ini langsung membuat pasokan air untuk warga di daerah tersebut terhenti. Kondisi ini membuat Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) kota Bandung mempercepat penanganan dan langsung mendatangkan alat berat ke TKP.

Dirut Pemda Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi menuturkan bahwa kehadiran excavator ini untuk mempercepat pembersihan sehingga investigasi dan perbaikan juga bisa lebih cepat dilakukan.

Baca Juga: Pelatihan Alat Berat Untuk 3 Jenis Peralatan Digelar Di Barito Utara

Sonny juga menjelaskan bahwa perbaikan aliran air PDAM ini nantinya memang hanya membutuhkan 3 hari hingga keran air dapat dibuka kembali, namun aliran air baru bisa normal kembali setelah 10 hari dari keran dibuka. Inilah alasan perbaikan segera dilakukan menggunakan alat berat agar warga tidak menunggu terlalu lama hingga aliran air normal kembali.

Salah satu rumah yang amblas diketahui merupakan milik Bambang Suhermanto (62). Bambang menuturkan bahwa pecahnya pipa tersebut terjadi saat hujan dan secara tiba-tiba ada suara ledakan dan muncul semburan air dari dalam lantai rumahnya. Bambang mengaku sedang berada di luar rumah memantau kondisi sungai di sekitar rumah, namun anak dan istrinya berada di dalam rumah.

Beruntung tidak ada korban dari kejadian ini, namun seluruh barang milik Bambang dan keluarga tidak ada yang dapat terselamatkan. Pecahnya pipa ini juga menyebabkan area bantaran sungai tergerus air sehingga warga dan petugas DSDABM langsung bergotong royong untuk memasangkan bronjong agar bantaran sungai yang amblas tidak semakin membesar.

Terkait dengan keberadaan pipa PDAM tersebut, Bambang mengaku tidak mengetahui bahwa ada pipa PDAM di bawah permukaan rumahnya. Meledaknya pipa PDAM ini juga sempat menimbulkan banjir di area dalam rumah hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Belum ada informasi jelas mengenai adanya ganti rugi dari pihak PDAM kepada pemilik rumah karena hingga saat ini seluruh pihak terkait masih fokus melakukan penanganan menggunakan alat berat yang ada.

Sumber: medcom.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular