Sunday, December 4, 2022
HomeEducationAlat Berat Dan Sungai Tertimbun Eceng Gondok, Bagaimana Dampak Bagi Masyarakat ?

Alat Berat Dan Sungai Tertimbun Eceng Gondok, Bagaimana Dampak Bagi Masyarakat ?

Kehadiran eceng gondok di sebuah area perairan memang kerap mengganggu, hal ini juga yang sedang dirasakan oleh masyarakat dan nelayan di sekitar Sungai Karanggayam, Sidoarjo. Pasalnya hampir 2 minggu lamanya permukaan barat Sungai Karanggayam dipenuhi oleh eceng gondok. Bukan hanya permukaan sungai, alat berat milik pemerintah yang ada di area sungai tersebut juga ikut ditutupi eceng gondok.

Alat Berat Excavator Ikut Tertimbun Eceng Gondok

Sungai Karanggayam sendiri diketahui sebagai salah satu akses yang menghubungkan wilayah pemukiman dengan wilayah laut. Masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan kerap menggunakan jalur barat Sungai Karanggayam ini sebagai jalur utama saat akan melaut.

Berdasarkan penuturan warga sekitar, kondisi ini sebenarnya bukan terjadi pertama kali. Dalam beberapa tahun terakhir, Sungai Karanggayam memang kerap menjadi lokasi berkumpulnya eceng gondok hingga aktivitas masyarakat sekitar juga kerap terganggu.

Bukan hanya permukaan sungai, satu unit alat berat excavator juga diketahui ikut tertimbun eceng gondok yang ada di permukaan sungai. Excavator tersebut merupakan excavator milik Dinas PU BM & SDA Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga : Alat Berat Tenggelam Dalam Lumpur Setelah 10 Hari Beroperasi

Alat Berat Untuk Normalisasi Sungai

Sungai Karanggayam ternyata bukan hanya terganggu dengan adanya eceng gondok, diketahui bahwa kondisi sungai juga sudah terlalu dangkal sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Excavator yang tertimbun eceng gondok sendiri diketahui pertama kali di datangkan pada tahun 2020 dengan tujuan untuk normalisasi sungai.

Sayangnya, excavator tersebut hanya digunakan beberapa kali sebelum akhirnya dibiarkan terbengkalai di sisi Sungai Karanggayam karena tidak lagi digunakan. Bukan tidak membutuhkan, masyarakat menilai normalisasi sungai ini sebenarnya sangat dibutuhkan agar aliran sungai lebih lancar namun pemerintah tidak kunjung bertindak meski excavator sudah berada di lokasi.

Normalisasi sungai biasanya dilakukan dengan mengeruk material dari area sungai dengan tujuan agar permukaan sungai semakin dalam dan kapasitas aliran air semakin besar. Jika normalisasi sungai dilakukan dengan maksimal maka hal ini juga bisa menjadi langkah antisipasi untuk mencegah bencana banjir karena air yang meluap.

Sayangnya masyarakat merasa pemerintah mulai abai akan kebutuhan normalisasi sungai ini sehingga banyak masyarakat yang khawatir jika air meluap terutama setelah memasuki musim hujan tahun ini. Sungai yang dangkal ditambah kehadiran eceng gondok ini juga membuat para nelayan kesulitan melaut.

Eceng Gondok Masalah Klasik Hingga APBD Dipertanyakan

alat berat
jatim.tribunnews.com

Pasalnya masalah eceng gondok ini menjadi masalah klasik yang kerap terjadi di beberapa wilayah sungai di Sidoarjo setiap tahunnya. Perawatan wilayah sungai ini juga sebenarnya telah diatur dalam APBD urusan jalan dan perairan.

Hal inilah yang membuat berbagai kalangan hingga legislator Fraksi Gerindra bersuara mempertanyakan mengapa APBD yang mencapai 600 milyar per tahun tidak digunakan untuk menyelesaikan masalah ini. Komisi C DPRD Sidoarjo juga menyorot masalah klasik eceng gondok ini dan akan segera melakukan tindakan mulai dari meninjau ke lapangan langsung.

Meski menjadi masalah klasik, namun beberapa masyarakat mengaku tetap bingung menangani masalah eceng gondok ini sendiri. Dalam beberapa tahun ke belakang, masyarakat kerap membersihkan permukaan sungai dari eceng gondok secara bergotong royong agar akses nelayan untuk membawa perahu ke laut bisa kembali lancar. Hal ini dilakukan karena tidak adanya tindakan penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

Namun tahun ini, masyarakat menilai permukaan yang tertutup eceng gondok ini terlalu luas sehingga tidak memungkinkan untuk diselesaikan dengan gotong royong. Masyarakat berharap keberadaan alat berat di area sungai bukan hanya dibiarkan segera dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah eceng gondok ini.

Sumber : jatim.tribunnews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular