Monday, July 15, 2024
HomeExcavatorAlat Berat Dan Tim Gabungan Masih Cari Korban Longsor Blitar

Alat Berat Dan Tim Gabungan Masih Cari Korban Longsor Blitar

Pada Minggu (30/06), bencana tanah longsor terjadi di Dusun Sukorejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Tim pencarian gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, TNI, dan Polri segera merespons dengan intensitas pencarian yang tinggi menggunakan alat berat.

Bencana longsor ini mengakibatkan sejumlah warga tertimbun di bawah material longsoran yang meliputi tanah dan bekas bangunan kandang ayam. Hingga saat ini, penanganan darurat masih dilakukan untuk mencari salah satu korban yang masih belum ditemukan.

Baca Juga: BPBD Gercep Datangkan Alat Berat Dan Tutup Jalan Longsor Di Sukabumi

Alat Berat Evakuasi Material Longsor Dari Tebing 20 Meter

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto menuturkan bahwa tanah longsor terjadi di area tebing dengan ketinggian lebih dari 20 meter. “Informasi dari warga, kejadian terjadi antara pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, dengan dua kejadian longsor yang terpisah,” ungkap Ivong di lokasi kejadian.

Empat warga dilaporkan tertimbun, satu di antaranya berhasil selamat dengan luka ringan dan telah dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan dua korban lainnya ditemukan meninggal pada Minggu (30/06) dan Senin (01/07). Satu korban lainnya hingga saat ini masih dalam pencarian intensif.

3 Alat Berat Dikerahkan Untuk Tangani Longsor Kesamben

Hingga Selasa (02/07), upaya pencarian terus dilanjutkan dengan keterlibatan lebih dari 150 personil dari berbagai instansi, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas. Tim yang sebelumnya telah menurunkan 2 unit alat berat juga akan menambah satu unit alat lagi untuk memaksimalkan efisiensi operasi pencarian.

Baca Juga: Pemerintah Kerahkan Alat Berat Untuk Buka Akses Jalan Pasca Longsor

“Target kami saat ini adalah menemukan satu korban lagi yang belum ditemukan,” kata Yoni Fariza, Komandan Tim Basarnas yang terlibat dalam pencarian.

Kondisi material longsor yang luas membuat tim pencarian menggunakan dua unit peralatan berat untuk menggali dan menyisir area longsoran. “Kondisi material longsor cukup banyak, tidak memungkinkan untuk dilakukan secara manual, harus pakai alat berat,” jelas Ivong. Sementara itu, alat tambahan dengan kapasitas lebih besar untuk mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun.

Penyebab pasti terjadinya tanah longsor belum dapat dipastikan, meskipun cuaca pada saat kejadian tergolong cerah. Kabupaten Blitar, secara geografis, memang dikenal rawan terhadap bencana tanah longsor. “Sekarang, kami fokus pada pencarian korban yang tertimbun tanah longsor,” tambah Ivong.

Sumber: jatim.tribunnews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular