Tuesday, August 16, 2022
HomeAlat beratProdusen Alat Berat Berhasil Menjual 5000 Unit Selama Pandemi

Produsen Alat Berat Berhasil Menjual 5000 Unit Selama Pandemi

Serangan wabah COVID-19 di Indonesia pada tahun 2019 silam memberi banyak perubahan pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya dampak ekonomi. Pemerintah Indonesia sempat memberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar dengan berdasar pada PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Terbatasnya ruang gerak masyarakat berdampak pada ekonomi nasional maupun secara global. Banyak negara yang mengalami penurunan produktivitas dan penurunan pendapatan negara akibat berhentinya siklus kerja masyarakat selama pandemi berlangsung.

Meski telah memasuki masa New Normal, ekonomi Indonesia terhitung masih berusaha kembali ke titik semula sebelum pandemi berlangsung. Banyak kebijakan ekonomi dan bisnis yang dibuat untuk memulihkan ekonomi Indonesia dan pemerintah berharap masyarakat dapat melakukan kegiatan jual beli seperti semula.

Di tahun 2021 ini, beberapa rekor ekonomi mulai terlihat dalam berbagai sektor. Seperti pariwisata dan industri. Di bidang industri, terdapat beberapa kemajuan tingkat konsumsi, salah satunya dalam bidang alat berat excavator.

Nasib Alat Berat Excavator di Tahun 2021

excavator 2021

Dilansir dari kontan.co.id, Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) mencatat produksi alat berat dalam negeri pada kuartal I-2021 mencapai 1.417 unit, atau mengalami pertumbuhan sekitar 45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 silam. Juga, tercatat produksi alat berat pada kuartal I-2021 mendekati poin 50% dari total produksi di sepanjang tahun 2020 yang mencapai 3.427 unit.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa alat berat excavator jenis Hydraulic Excavator masih menjadi jenis alat berat yang paling banyak diproduksi pada kuartal I-2021 ini, hingga mencapai 1.331 unit.

Masih dari sumber yang sama, Ketua Umum Hinabi Jamalludin memberi penjelasan bahwa adanya kenaikan harga beberapa komoditas, terutama batubara, merupakan penyebab utama dari peningkatan permintaan alat berat excavator dalam tiga bulan pertama di tahun 2021.

Pasar batubara di Indonesia mengalami peningkatan sejak awal tahun 2021, membuat sektor pendukung lainnya juga mengalami peningkatan. Produsen-produsen batubara Indonesia kini kembali gencar memproduksi batubara yang dalam prosesnya membutuhkan alat berat.

Dalam produksi batubara yang mulai meningkat, maka tidak heran jika alat berat excavator jenis Hydraulic Excavator mengalami peningkatan permintaan cukup signifikan dibanding dengan jenis alat berat lainnya.

Selain memenuhi kebutuhan pertambangan, produksi alat berat akan terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan pasar di bidang infrastruktur yang juga sedang gencarnya dilakukan, baik dalam skala nasional atau swasta. Jamalludin memperkirakan bahwa produksi alat berat Indonesia bisa mencapai 5.000 unit hingga akhir tahun nanti.

Lebih lanjut, Jamalludin menjelaskan bahwa proyek di bidang infrastruktur dan pertambangan memberi sumbangsih terbesar dalam produksi alat berat setiap tahunnya. Yaitu masing-masing bidang memberi setidaknya 30% dari total yang ada. Sisanya merupakan kontribusi dari perkebunan dan kehutanan atau forestry, dimana masing-masing memberi 20% dari total yang ada.

Harapan HINABI di tahun 2021: Alat Berat Terus Stabil

excavator 2021

Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) memiliki harapan bahwa pemerintah Indonesia dapat turut serta dalam memperketat kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produksi alat berat.

Pihak Hinabi merasa disaat permintaan alat berat excavator yang kian meningkat dapat membuka celah impor alat berat semakin besar untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan produksi alat berat dalam negeri dan perlu adanya peningkatan kualitas produksi dalam negeri agar dapat bersaing dengan produk impor.

Peningkatan produksi alat berat excavator dalam pemenuhan kebutuhan pasar menjadi petunjuk bahwa ekonomi Indonesia mengalami peningkatan dan perbaikan secara perlahan setiap waktunya. Di masa pandemi, dapat dikatakan sistem ekonomi nasional mengalami kelumpuhan dan kemunduran yang signifikan. Hal ini juga terjadi di negara lain yang menjadi dampak dari pencegahan penyebaran dan pemutusan mata rantai COVID-19.

Pada masa New Normal hingga saat ini, sektor ekonomi Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup baik jika disandingkan dengan negara lain. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan produksi dalam beberapa sektor industri, seperti pertambangan dan infrastruktur.

Sebagai bukti, PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai salah satu produsen alat berat excavator mencatat peningkatan kinerja dalam sektor bisnis alat berat di kuartal I-2021 ini. Komatsu Indonesia pada kuartal I-2021 mencatat peningkatan produksi alat berat pada poin 11,50% atau mencapai 680 unit dibandingkan dengan penjualan pada kuartal I-2020 silam yang hanya mencapai 617 unit.

Adapun penjualan alat berat UNTR pada kuartal I-2021 berasal dari beberapa sektor. Seperti sektor tambang dengan 42%, sektor konstruksi dengan 31%, sektor kehutanan atau forestry sebesar 17%, dan sektor perkebunan pada 10%.

Selain pertambangan, sektor konstruksi terlebih pada infrastruktur menjadi penyumbang kedua terbesar dalam peningkatan permintaan alat berat. Hal ini selaras dengan proyek nasional mengenai perkembangan infrastruktur jalan yang menghubungkan wilayah satu dengan yang lain dan mempersingkat perjalanan untuk mengurangi beban biaya pada sektor makanan dan minuman.

Pemerintah berharap dengan perkembangan infrastruktur ini dapat membantu menyamaratakan harga kebutuhan pokok maupun kebutuhan lain antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Perkembangan infrastruktur juga diharapkan dapat mengembangkan sektor ekonomi daerah dengan terbukanya akses jalan yang mempermudah mobilitas masyarakat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular