Monday, July 15, 2024
HomeHeavy machineBanjir Empat Lawang Rusak Irigasi, Kontraktor Turunkan Alat Berat

Banjir Empat Lawang Rusak Irigasi, Kontraktor Turunkan Alat Berat

Banjir yang melanda Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, pada awal Mei 2024, membawa dampak kerusakan parah pada irigasi di Kecamatan Pasemah Air Keruh. Menangani kondisi ini, BBS Wilayah VIII Sumatera Selatan langsung menginstruksikan pihak kontraktor untuk menurukan alat berat di lokasi irigasi tersebut

Banjir tersebut diketahui dipicu oleh longsoran di hulu Sungai Air Keruh dan Sungai Air Hitam yang membentuk bendung alam dan runtuh akibat tingginya intensitas hujan. Saluran irigasi yang terdampak akibat banjir tersebut membutuhkan penanganan darurat untuk memastikan air yang disalurkan bersih dan aman.

Baca Juga: Alat Berat Langsung Didatangkan Pasca Ambrolnya Jalan Cipanas

Alat Berat Dikerahkan Untuk Kembalikan Fungsi Irigasi

Kerusakan irigasi ini berakibat fatal bagi aktivitas masyarakat dan petani, terutama menjelang masa tanam pertama di bulan Januari 2025. Hilangnya fungsi irigasi dikhawatirkan akan menghambat proses penanaman padi dan berdampak pada ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Menyadari urgensi masalah ini, Balai Besar Sungai Wilayah VIII Sumatera Selatan bergerak cepat dengan menginstruksikan kontraktor untuk membersihkan saluran irigasi dan melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang rusak.

Alat Berat Dikebut Untuk Maksimalkan Pembersihan dan Perbaikan Irigasi

Kontraktor yang mendapat instruksi dari BBS Wilayah VIII Sumsel langsung  merespon instruksi tersebut dengan sigap memulai tahap pertama pembersihan saluran irigasi. Alat berat dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses pembersihan dan selanjutnya dilanjutkan dengan perbaikan kerusakan.

Baca Juga: Tak Kunjung Dibantu Pemerintah, Petani Sampoang Sewa Alat Berat Untuk Perbaiki Irigasi

Sebelum diterjang banjir, irigasi sepanjang 12 kilometer di Kecamatan Pasemah Air Keruh ini merupakan infrastruktur vital bagi sektor pertanian di wilayah tersebut. Namun, akibat terjangan banjir, dinding irigasi terkelupas dan hanyut, dan di beberapa titik pintu irigasi mengalami kerusakan parah.

Pembangunan irigasi ini dibagi dalam dua tahap dan dikerjakan oleh dua kontraktor berbeda, dengan total anggaran mencapai Rp. 43 miliar. PT. Usaha Nata Lestari menangani proyek dengan anggaran Rp 22.590.558.120 sedangkan PT. Radot Bangun Perkasa menangani proyek dengan anggaran Rp 20.425.013.765,64.

Diharapkan dengan upaya perbaikan ini, irigasi dapat kembali berfungsi dengan baik dan masyarakat serta petani dapat kembali beraktivitas normal, terutama dalam persiapan masa tanam pertama.

Meski telah mendapatkan penanganan menggunakan alat berat, peristiwa banjir yang merusak ini juga menjadi pengingat akan pentingnya upaya pencegahan longsor di hulu sungai. Pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait perlu bekerja sama untuk membangun ketahanan bencana di wilayah Empat Lawang dan daerah lainnya di Indonesia untuk meminimalkan dampak bencana dan membangun masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Sumber: suaraempatlawang.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular