Tuesday, August 16, 2022
Home Blog

Penjualan Alat Berat Tinggi, UNTR Untung

0

Penjualan alat berat tengah naik pesat, hal ini terlihat dengan tingginya jumlah alat berat yang terjual. Salah satu perusahaan yang turut merasakan tren ini adalah PT United Tractors Tbk atau UNTR.

Sepanjang pertengahan tahun ini saja, UNTR sudah menjual sekitar 2.873 unit alat berat bermerek Komatsu. Jumlah tersebut meningkat hingga 111 persen dari tahun sebelumnya. Menurut catatan, di tahun 2021 penjualan alat berat hanya sejumlah 1.361 unit.

Dari laporan perusahaan, penjualan untuk alat berat masih di dominasi oleh sektor pertambangan. Berdasarkan total penjualan, 61 persen alat yang terjual merupakan alat berat khusus untuk aktifitas tambang. Di bawahnya ada sektor konstruksi dengan jumlah 18 persen.

Berturut-turut di bawahnya adalah penjualan sektor kehutanan dengan total 12 persen. Ada pula penjualan alat berat untuk sektor agribisnis dengan total 9 persen penjualan. Menurut catatan bulan Juni, UNTR sudah berhasil menjual 437 alat berat.

Ada kemungkinan di bulan mendatang, tren ini belum turun. Untuk produk yang terjual, market share yang paling tinggi adalah alat berat merek Komatsu, dengan penjualan bulan Juni mencapai 28 persen.

Rincian Penjualan Alat Berat UNTR

Tak hanya penjualan alat berat, anak perusahaan UNTR, Pamapersada Nusantara juga melaporkan kenaikan penjualan. Dari laporan perusahaan induk UNTR, produksi lapisan penutup meningkat hingga 436,5 juta bank cubic meter. Jumlah tersebut naik hingga 6,65 persen dari periode sebelumnya yang hanya menghasilkan 409,6 juta bcm.

Meski mengalami peningkatan yang stabil, namun realisasi produksi batubara perusahaan ini turun. Jika sebelumnya UNTR berhasil mendapatkan 58 juta ton batu bara, untuk periode Januari – Juni 2022, hanya didapatkan 50,4 juta ton saja. Penurunan yang terjadi sekitar 14,85 persen.

penjualan alat berat
peakpx.com

Penjualan alat berat yang tinggi sepertinya tak mempengaruhi penjualan emas. Lewat anak perusahaannya, Agincourt Resources, segmen emas mengalami penjualan yang stagnan. Dari pembukuan perusahaan, emas yang terjual bulan Januari – Juni 2022 hanya sebesar 143,776 persen.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 18,17 persen dari realisasi penjualan pada periode sebelumnya. Namun UNTR tak perlu khawatir karena nilai emas tak akan turun selama beberapa periode mendatang.

Optimis dengan Penjualan Alat Berat

UNTR optimis tren naiknya penjualan untuk alat berat akan bertahan lama, setidaknya sampai 2022 berakhir. Peningkatan yang terjadi sejak tahun 2021 ini tentu menjadi angin segar bagi perusahaan yang berkecimpung dalam bidang ini.

Baca Juga : Jadi Sumber Cuan, Permintaan Alat Berat Tinggi

Tak hanya UNTR yang optimis mengenai tren ini, emiten anak usaha dari PT Astra Internasional Tbk atau ASII juga berpendapat sama. Untuk tahun 2022, ASII menargetkan sekitar 3.700 alat berat akan terjual.

Penjualan alat berat yang tinggi juga ditargetkan oleh United Tractors. Direktur perusahaan ini, Iman Nurwahyu, menargetkan menjual 3.700 alat berat sepanjang tahun 2022. Berdasarkan prediksi Iman, kemungkinan 800 alat berat yang terjual akan memenuhi sektor pertambangan.

Iman juga optimis tren ini belum akan berhenti, sebab proyek yang mulai terjun di bidang pertambangan juga sedang tinggi. Sehingga ada indikasi kalau alat berat akan dibutuhkan dalam jumlah besar. Hal ini juga terlihat dengan penjualan selama Januari hingga Februari 2022 yang mengindikasikan market terus naik.

Tiap perusahaan sudah membuat strategi untuk mengakomodasi permintaan dari konsumen. Penjualan alat berat yang tinggi tentunya harus diimbangi dengan jumlah produk yang mencukupi. Beberapa perusahaan sudah mulai mengalokasikan dana untuk belanja modal.

sumber : cnbcindonesia.com

J Trust Dukung Pembiayaan Alat Berat Kobelco Indonesia

0

PT Bank J Trust Indonesia TBK atau J Trust Bank melakukan kerja sama dengan PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia atau Kobelco Indonesia. J Trust mendukung pembiayaan alat berat, salah satunya dengan cara memasarkan produk investasi pembiayaan untuk alat berat.

Dalam acara penandatanganan kerja sama, J Trust Bank mengatakan bahwa mereka ingin melakukan komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan peran aktif dan komitmen tersebut, sektor konstruksi, pertambangan, hingga perkebunan akan meningkat ke depannya.

Acara penandatanganan tersebut dilakukan oleh perwakilan dari pihak J Trust Bank dan pihak Kobelco Indonesia. Pihak J Trust Bank diwakili oleh Direktur Utama Bank Ritsuo Fukadai, sedangkan pihak Kobelco Indonesia diwaili oleh Presiden Direktur perusahaan, Akifumi Yokomori.

Acara tersebut berlangsung di Sahid Sudirman Center, Jakarta, pada Jumat 29 Juli 2022 lalu. Dalam acara tersebut, Dirut J Trust Bank Ritsuo Fukada, menyampaikan komitmennya. Seiring dengan membaiknya penangan covid-19, J Trust memutuskan untuk mendukung pembiayaan alat berat.

Pertumbuhan konstruksi, pertambangan, dan perkebunan yang tinggi akan terus membaik dengan peralatan yang mendukung. Pihak J Trust Bank juga bersemangat untuk memasarkan produk pembiayaan alat berat merek Kobelco di seluruh Indonesia.

Pembiayaan Alat Berat Perkuat Portofolio J Trust

Dengan komitmen tersebut, secara tak langsung J Trust Bank memperkuat portofolionya dalam segmen kredit komersial. Pembiayaan tersebut nantinya berupa skema kerja sama dengan supplier untuk produk kredit investasi, dengan jenis barang alat berat.

Dalam acara tersebut Fukadai juga mengungkapkan rasa bahagianya karena menjalin kerja sama dengan Kobelco. Apalagi Kobelco Indonesia sudah lebih dari 20 tahun melayani pasar Indonesia. Sehingga keputusan J Trust untuk mendukung pembiayaan alat berat dinilai tepat.

pembiayaan alat berat
kobelcocm-global.com

Produk kredit investasi yang disediakan oleh J Trust Bank hadir dengan plafon pembiayaan yang tinggi. Konsumen dapat memilih pembiayaan hingga 25 miliar rupiah dengan banyak keuntungan. Salah satu keuntungannya adalah bunga yang terjangkau dan jangka waktu pembiayaan hingga lima tahun.

Dengan produk pembiayaan tersebut, diharapakn ada banyak pihak yang mampu menyumbangkan pertumbuhan positif baik untuk kinerja kredit J Trust Bank maupun sektor alat berat. Jika keduanya dapat bekerja sama dengan baik, tentu ada pertumbuhan ekonomi yang positif.

Baca Juga : Mengenal Jenis dan Series Crane Kobelco

Berdasarkan catatan dari J Trust Bank, hingga akhir Mei 2022, bank ini mampu membukukan pertumbuhan kredit hingga 38 persen. Jumlah total dari kredit tersebut mencapai 13,82 triliun rupiah. Peningkatkan tersebut sebagian besar terjadi karena J Trust mendukung pembiayaan alat berat.

Jumlah total kredit di seperempat tahun 2022 tersebut mengalami kenaikan dari perhitungan periode sebelumnya. Di bulan Desember 2021 lalu misalnya, jumlah total kredit yang dimiliki oleh J Trust Bank berada di angka 10,01 triliun rupiah.

Rencana Pembiayaan Alat Berat J Trust Bank Ke Depan

Setelah mendukung pembiayaan alat berat dan bekerja sama dengan Kobelco Indonesia, rencana J Trust Bank tak berhenti disana. Lembaga keuangan ini juga melakukan pelatihan wirausaha untuk optimalisasi UMKM sehingga tercipta lapangan kerja yang lebih luas.

Tak berhenti sampai disana, bank ini juga menargetkan right issue tahap kedua dengan mendapatkan angka 1,27 triuliun rupiah. Dengan berbagai rencana dan program yang telah disiapkan oleh J Trust Bank, mereka optimis dapat mencapainya.

Dengan J Trust mendukung pembiayaan alat berat bersama Kobelco Indonesia, pengadaan alat berat di Indonesia jadi lebih mudah. Apalagi dengan tren meningkatnya kebutuhan alat berat, produk pembiayaan dari J Trust Bank tentu akan membantu banyak perusahaan.

sumber : antaranews.com

Lakukan Pelebaran Jalan, Alat Berat Eksekusi Lahan 

0

Alat berat eksekusi lahan setelah mendapatkan perintah dari Pengadilan Negeri Denpasar. Eksekusi tersebut dimaksudkan untuk melakukan pelebaran jalan jelang KTT G20 di Jalan Nusa Dua Selatan, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Proses eksekusi tersebut mendapat penjagaan ketat dari petugas yang merupakan gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan instansi sejenis. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebelumnya memang sempat ada ketegangan karena kesalahpahaman dengan pemilik lahan.

Untuk saat ini, proses eksekusi tersebut berjalan sesuai rencana. Langkah dan rencana ke depan akan menunggu proses lanjutan dari Dinas PUPR Badung. Sementara hanya proses eksekusi lahan yang dilakukan di area tersebut.

Alat Berat Eksekusi Lahan Sudah Disepakati Berbagai Pihak

Panitera PN kelas IA Denpasar, Rotua Roosa, mengungkapkan bahwa alat berat eksekusi lahan merupakan hal yang wajar. Sebelumnya memang sudah ada kesepakatan untuk melakukan eksekusi berdasarkan penetapan pengadilan.

Bahkan penetapan tersebut juga disepakati oleh para pemilik lahan tersebut. Jadi eksekusi yang terjadi kemudian memang sudah sesuai dengan rencana. Komunikasi juga sudah dilakukan sehari sebelumnya pada pemilik lahan, apalagi ada tempat yang harus diupacarai terlebih dahulu.

alat berat eksekusi lahan
istockphoto.com

Adanya kesalahpahaman terjadi ketika pihak pemerintah langsung merusak bangunan adat Palinggih setelah upacara selesai. Padahal menurut salah satu pemilik lahan, masih ada satu rangkaian upacara lagi sebelum pihak pemerintah bisa menghancurkan bangunan adat.

Mengamuk dan Membuang Material

Karena tidak terima alat berat eksekusi lahan miliknya, pemilik tanah ini mengamuk. Ia bahkan membuang material ke tengah jalan karena merasa tak dihormati. Untuk menghindari terjadinya hal yang tak diinginkan, mediasi kemudian dilakukan.

Hasilnya proses upacara dilanjutkan kembali dan alat berat dilarang masuk sebelum upacara benar-benar selesai. Akhirnya setelah selesai melakukan upacara, pemilik lahan yang mengamuk sebelumnya memperbolehkan pembongkaran kembali.

Alat Berat Eksekusi Lahan Sebagian

Rossa menambahkan, meski menggunakan alat berat untuk melakukan eksekusi lahan, namun sebenarnya tak semua bangunan dihancurkan dengan alat berat. Beberapa bangunan yang kondisinya masih baik dibongkar secara mandiri oleh pemilik.

Alasannya karena pembongkaran alat berat akan langsung merusak material bangunan. Dengan dibongkar sendiri, material yang masih utuh dan bagus dapat kembali dimanfaatkan oleh pemilik lahan.

Alat berat eksekusi lahan berakhir pada sore hari di hari yang sama. Setelah proses pembongkaran selesai, berita acara pembongkaran kemudian dilakukan. Selanjutnya pemilik lahan juga menerima uang ganti rugi berdasarkan kesepakatan.

Masih Akan Diukur

Meski secara seremonial acara ini sudah selesai, namun tetap ada proses yang berjalan setelahnya. Karena urusan dengan pemilik tanah sudah selesai, area yang sudah dihancurkan akan dikelola langsung oleh Dinas UPR.

Dinas UPR kemudian akan berkoordinasi dengan BPN untuk melakukan pembatasan wilayah. Dengan begitu, akan terlihat jelas mana area milik warga dan mana area yang akan digunakan oleh negara.

Baca Juga : Tambang Emas Diselidiki Karena Tak Punya Izin

Rossa kemudian menambahkan, pemilik lahan yang sudah menyerahkan tanahnya untuk negara merupakan pahlawan Bali. Para pemilik lahan ini juga paham kalau tanah yang mereka serahkan akan digunakan untuk kepentingan negara. Rossa senang masyarakat sudah mulai melek dengan masalah tersebut.

I Komang Suardika, salah satu pemilik lahan, mengaku bahwa ia merupakan warga negara yang taat. Suardika rela tanahnya dibeli oleh negara karena negara punya tujuan yang baik dan ia siap mendukungnya. Dengan berakhirnya alat berat eksekusi lahan di area sekitar rumahnya, Suardika berharap masyarakat sekitar juga bisa merasakan dampak positif dari program tersebut.

sumber : nusabali.com

Alat Berat Ditarik, Aktifitas Galian C Dihentikan

0

Alat berat ditarik oleh PT. Bunga Raya Lestari atau BRL di dekat lokasi galian C, Manggarai Barat, Flores. Perusahaan tersebut diduga menarik semua peralatan berat di tempat kejadian setelah mendapatkan pemberitaan media.

Samsul Bahri, salah satu saksi mata yang ada di tempat kejadian, mengatakan bahwa 3 unit alat berat milik PT. BRL ditarik pada pukul 12 malam pada hari kamis, 27 Juli 2022 secara diam-diam. Lokasi galian tersebut sebelumnya memang sempat didatangi oleh media untuk melakukan peliputan.

Berdasarkan informasi dari Samsul yang pulang malam dari arah Desa Nggoer menuju Desa Lo’ok, terlihat 3 unit alat berat dibawa ke tempat penampungan. Hal ini terjadi karena pada Rabu, 26 Juli 2022, ada media yang mempublikasikan berita mengenai aktifitas ilegal tersebut.

Hal yang sama dikonfirmasi oleh Sukiman, yang merupakan sekertaris Desa Golo Mori. Menurut Sukiman, alat berat ditarik dari lokasi galian C pada malam hari. Berbeda dengan Samsul yang mengatakan ada 3 buah alat berat, Sukiman mengatakan ada lima buah alat berat yang ditarik.

Alat Berat Ditarik Karena Melakukan Penambangan Proyek Pasir

PT. BRL sebelumnya memang sering melakukan penambangan pasir di Nggoer untuk kepentingan proyek. Berdasarkan informasi dari warga setempat, proyek tersebut berupa pembangunan kawasan Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC.

Perusahaan tersebut berhasil masuk tanpa sepengetahuan aparat desa setempat, yang tentunya merugikan masyarakat Desa Nggoer. Awalnya perusahaan ini hanya mendatangi Tua Adat atau Tua Galo Nggoer, Mustajib.

alat berat ditarik
wallpaperaccess.com

Pihak perusahaan mengatakan kepada Mustajib bahwa pihaknya akan melakukan penambangan pasir di Nggoer. Tidak ada timbal balik apapun, setelah melakukan komunikasi tersebut, perusahaan ini langsung mulai melakukan aktivitas penggalian.

Akhirnya beberapa pemuda dari Desa Golo Mori datang untuk melakukan aksi protes kepada perusahaan tersebut. Sebab jalanan di sekitar desa rusak karena kendaraan berat yang berlalu lalang. Ketika itu tak ada alat berat ditarik meski mendapatkan protes dari para pemuda.

Setelah terus menerus di desak, akhirnya PT BRL menyetujui usul untuk memperbaiki jalan desa. Mereka datang kembali ke Tetua Adat dan mendiskusikannya bersama para pemuda. Sehabis melakukan pertemuan, aktifitas kembali dilakukan.

Alat Berat Ditarik Karena Kegiatan Penambangan Ilegal

Belakangan baru ada kabar terkait dengan proses penambangan tersebut. penambangan ternyata dilakukan secara ilegal tanpa izin resmi dari pemerintah. Beberapa media mencoba untuk menghubungi Restu, Proyek Manager dari PT. BRL, namun tidak mendapat balasan yang memuaskan.

Hasan, salah satu warga setempat, menyesalkan aktifitas ilegal tersebut. Awalnya permintaan untuk melakukan penambangan memang diperbolehkan, dengan ganti memperbaiki jalan yang rusak. Namun lama kelamaan material yang diambil bertambah besar dan tak sebanding dengan apa yang didapatkan masyarakat.

Akhirnya dengan protes dari berbagai pihak dan pemberitaan dari media, alat berat ditarik dari tempat tersebut. Perusahaan PT. RBL sepertinya juga tak berniat untuk melakukan negoisasi ulang dengan masyarakat.

Baca Juga : Diduga Lakukan Aktivitas Tambang Ilegal, Alat Berat Berdalih Lakukan Normalisasi Sungai

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI wilayah Manggarai Barat juga mengonfirmasi bahwa PT RBL tak melanjutkan lagi aktifitas galian maupun penambangan material. Alasannya karena ada kendala masalah perijinan, namun tak dirincikan mengenai apa masalahnya.

Alat berat ditarik dari tempat galian sering menjadi solusi dari aktivitas penambangan liar. Namun hal ini tentu tak akan mengganti kerugian materiil maupun non materiil yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Hal ini diharapkan menjadi perhatian khusus pemerintah agar masyarakat setempat tidak mengalami kerugian akibat aktivitas ilegal seperti ini.

sumber : bali.poskota.co.id

Beroperasi Tanpa Izin, Alat Berat PT. TUM Di Protes Masyarakat Hingga Pemerintah

0

Permasalahan terkait alat berat lagi-lagi terjadi di wilayah Riau. PT. Trisetia Usaha Mandiri (TUM) diketahui melakukan pembersihan lahan di area perkebunan kelapa sawit Kuala Kampar, Riau.

Sekilas, tindakan pembersihan lahan ini seperti aktivitas yang biasa saja. Namun tidak disangka, masyarakat hingga pemerintah setempat telah melakukan protes sejak awal juli lalu karena aktivitas ini dinilai tidak berizin.

Kronologi Pelarangan Alat Berat

Aktivitas pembersihan lahan yang dilakukan PT. TUM mendapat kecaman dari masyarakat sekitar hingga akhirnya pemerintah setempat turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pasalnya pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan turun tangan dengan posisi mendukung kecaman masyarakat dan melarang PT. TUM melanjutkan aktivitasnya.

alat berat
wallpaper.flare.com

Pelarangan ini bermula saat PT. TUM membersihkan lahan yang di klaim merupakan lahan dengan hak izin guna usaha milik PT. TUM menggunakan alat berat berbentuk excavator. Namun masyarakat menilai bahwa aktivitas tersebut tidak tepat dilakukan karena lahan tersebut tidak lagi menjadi hak PT. TUM.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga membenarkan bahwa PT. TUM sebelumnya memiliki hak izin guna usaha atas lahan tersebut. Namun karena tidak adanya aktivitas dari PT. TUM terhadap lahan tersebut, maka HGU tersebut akhirnya di cabut pada tahun 2020.

Inilah yang menjadi dasar mengapa aktivitas pembersihan lahan tersebut dikategorikan dalam aktivitas tanpa izin. Setelah mengetahui adanya aktivitas terlarang ini, masyarakat langsung menghimbau kepada PT. TUM agar menghentikan aktivitasnya hingga akhirnya alat berat yang digunakan dipaksa untuk berhenti beroperasi.

Perlawanan Operator Alat Berat PT. TUM

Tindakan yang diambil oleh masyarakat dan pemerintah dinilai cukup tepat karena menghentikan aktivitas PT. TUM yang menyalahi aturan. Sayangnya dalam proses tersebut, terdapat perlawanan dari pihak PT. TUM.

Saat alat berat milik PT. TUM beroperasi, operator excavator diminta untuk menghentikan aktivitasnya dan membawa excavator pergi dari lokasi. Namun berdalih “hanya bawahan”, operator excavator akhirnya menolak untuk menghentikan aktivitas karena tidak ada instruksi dari atasan dalam hal ini PT. TUM.

Petugas gabungan dari penyidik PPNS dari berbagai lembaga pemerintahan kemudian bertindak dengan membuat berita acara terkait dengan aktivitas ilegal yang ditemukan. Sayangnya dokumen berita acara yang dibuat tersebut juga mendapatkan penolakan dari pihak PT. TUM yang enggan menandatangani dokumen yang ada.

Baca Juga : Kapal Tongkang yang Berisi Muatan Alat Berat Terdampar

Setelah melakukan negosiasi dengan pihak terkait, maka akhirnya PT. TUM bersedia untuk menarik alat berat dari lokasi dan menghentikan aktivitas yang ada. Setelah masalah selesai, pihak DLH dan petugas gabungan langsung memasang tanda segel serta spanduk larangan agar tidak melakukan aktivitas apapun di atas lahan tersebut.

Kesalahan PT. TUM

Protes yang dilayangkan masyarakat atas aktivitas PT. TUM ini pada dasarnya bisa dicegah jika PT. TUM mengikuti prosedur yang ada. Lahan yang dibersihkan oleh PT. TUM dinilai berada di luar area lahan yang tercantum pada HGU PT. TUM.

Selain itu, hak izin guna usaha pada lahan tersebut yang sebelumnya dimiliki oleh PT. TUM juga sudah tidak berlaku. PT. TUM seharusnya mengurus terlebih dahulu izin baru sebelum membersihkan lahan tersebut menggunakan alat berat yang dimiliki.

Lahan tersebut juga disinyalir telah dibeli oleh masyarakat sehingga seharusnya izin penggunaan lahan tersebut mengikuti aturan yang berlaku karena telah berpindah kepemilikan. Karena kesalahan PT. TUM ini, maka area tersebut ditutup oleh pemerintah hingga munculnya peringatan ancaman hukuman pidan ajika PT. TUM berkeras untuk melakukan aktivitas di lahan tersebut.

Pelarangan aktivitas alat berat memang perlu dilakukan jika aktivitas yang dilakukan tidak memiliki izin. Dengan menertibkan perizinan dan aktivitas di lapangan, masyarakat akan merasa nyaman dan aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

sumber : pekanbaru.tribunnews.com

Penjualan Alat Berat Sedang Naik, Ini Dia Rekomendasi Sahamnya

0

Penjualan alat berat tengah naik pada tahun 2022 ini. Salah satu perusahaan yang merasakannya adalah PT United Tractors Tbk atau UNTR. Penjualan terbesar untuk alat berat dipegang oleh merek Komatsu.

Berdasarkan laporan dari perusahaan, pada 6 bulan pertama tahun 2022, penjualan untuk alat berat sudah mencapai 2.873 unit. Angka ini naik 111,09 persen dari realisasi penjualan di waktu yang sama tahun lalu. Sebelumnya hanya terjual 1.361 unit alat berat di semester pertama tahun 2021.

Target Penjualan Alat Berat 4.800 Unit Terjual

Menghadapi tren penjualan yang sedang tinggi, UNTR sudah menargetkan akan menjual 4.800 alat berat sampai akhir tahun 2022 nanti. Jika dilihat dari penjualan selama 6 bulan pertama tahun 2022, berarti perusahaan ini sudah merealisasikan sekitar 59,8 persen target mereka.

penjualan alat berat
idxchannel.com

Penjualan alat berat merek Komatsu menjadi yang paling laris dari UNTR. Meski begitu, menurut Analis BRI Danareksa Sekuritas, Ignatius Teuh Prayoga, kenaikan penjualan produk Komatsu kemungkinan akan melandai pada paruh kedua 2022 nanti. Namun Ignatius tetap optimis UNTR tetap bisa mempertahankan targetnya.

Selain penjualan alat berat, UNTR ternyata juga mendapatkan keuntungan dari bidang lain. Misalnya, segmen kontraktor pertambangan di anak perusahaan Pamapersada Nusantara atau PAMA. Ada pula segmen batubara di entitas usaha PT Tuah Turangga Agung atau TTA.

Penurunan di Bidang Lain

Walaupun sektor alat berat tengah naik, tapi bukan berarti segmen lain juga mengalami hal yang serupa. Segmen batu bara contohnya, terjadi penurunan sebanyak 7,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tahun 2021, total penjualan di semester pertama adalah 6,28 juta ton. Sedangkan di tahun 2022 kali ini, dalam periode yang sama, hanya terjual sebesar 5,80 jut ton batu bara. Ini tentu menjadi koreksi dalam laporan perusahaan UNTR.

Hal yang sama terjadi dalam segmen tambang emas. Penjualan alat berat yang sedang naik ternyata tak membuat pembukuan emas tinggi. Dalam laporan UNTR, sepanjang Januari hingga Juni 2022, penjualan hanya ada di angka 143,776 Gold Equivalent Ounces.

Baca Juga : Komatsu PC 200: Excavator Idola di Indonesia

Padahal di semester pertama tahun 2021, penjualan berada di angka lebih tinggi. Penurunan tersebut terjadi hingga 18,17 persen, sehingga tak memberikan untung banyak pada perusahaan. Meski begitu, penjualan emas cenderung stagnan pada Juli 2022.  

Rekomendasi Saham

Menurut Ignatius, ada kecenderungan saham UNTR akan tetap stabil, bahkan naik di sepanjang tahun 2022. Jika ada pihak yang ingin berinvestasi di saham UNTR, jenis sahamnya termasuk masih menarik dan layak untuk investasi jangka panjang.

Penjualan alat berat yang tinggi memang mempengaruhi kondisi saham milik UNTR. Saham ini mendapatkan rekomendasi beli dari BRI Danareksa Sekuritas dengan target harga 34 ribu rupiah per lot-nya.

Tak hanya itu, rencana pembelian atau buyback saham ini juga baik. Jika dilihat dalam indikator bursa efek nasional, anak perusahaan dari PT Astra ini mengalami kenaikan tipis di angka 0,08 persen di level 30.600 rupiah. Ada kemungkinan nilainya akan makin tinggi di masa depan jika perusahaan ini mampu menjaga kinerja baiknya.

Jika tertarik membeli saham di perusahaan ini, nasabah bisa langsung membelinya di bursa efek legal. Memang keuntungan yang didapatkan cukup lambat, namun ini masih jadi saham yang menjanjikan untuk investasi jangka panjang.

Dengan penjualan alat berat yang terlihat belum turun, UNTR bisa meraup keuntungan yang besar. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan konsumen, UNTR sudah mempersiapkan beragam strategi.

sumber : investasi.kontan.id

Jadi Sumber Cuan, Permintaan Alat Berat Tinggi

0

Permintaan alat berat yang tinggi ternyata membawa berkah untuk banyak pihak. Selain perusahaan yang melakukan produksi serta distribusi alat berat, perusahaan leasing pun juga mendapatkan keuntungan.

Ini karena permintaan yang tinggi mendongkrak jenis piutang untuk pembiayaan investasi. Dimana kebanyakan perusahaan leasing menyediakan pilihan tersebut sebagai salah satu produknya.

Suwandi Wiranto, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia atau APPI, memberikan pendapatnya. Menurutnya, tren alat berat yang banyak peminat ini akan berlangsung sepanjang tahun 2022.

Data Permintaan Alat Berat dari APII

permintaan alat berat
pariton.co.id

Suwandi juga memberikan data dari Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI). Berdasarkan data tersebut, penjualan alat berat naik sejak tahun 2021 dengan jumlah penjualan mencapai 14.560 unit.

Angka tersebut mengalami kenaikan hingga 110 persen dari periode sebelumnya di tahun 2020, yang hanya terjual 7.100 unit. PAABI memberikan prediksi akan ada penjualan sampai 18 ribu unit sampai akhir tahun nanti.

Meski begitu, Suwandi optimis permintaan alat berat yang tinggi ini malah akan melebihi target. Hal tersebut berdasarkan perhitungan di kuartal pertama tahun 2022 yang sudah terjual 6.400 unit. Jadi ada kemungkinan di akhir tahun nanti terjual hingga 22 ribu unit.

Suwandi juga menerangkan bahwa naiknya permintaan ini bisa menjadi peluang bagi perusahaan leasing. Dengan peluang ini, mereka bisa melakukan pembesaran bisnis dengan melayani kebutuhan para pelaku industri sektor tambang, perkebunan atau konstruksi.

OJK Mencatat Kenaikan Permintaan Alat Berat

Data mengenai peningkatan penjualan alat berat juga tercatat oleh OJK. Per Mei 2022, piutang pembiayaan untuk alat berat tumbuh hingga 12,9 persen, dengan angka 32,6 triliun. Menariknya angka tersebut terus naik setiap bulannya.

Hal yang sama terjadi pada piutang pembiayaan investasi, alat berat juga memberikan kontribusi yang besar. Dalam catatan milik OJK, terdapat jumlah piutang neto pembayaran investasi yang tembus hingga 126,9 triliun.

Angka tersebut mengalami kenaikan pasca meningkatnya permintaan alat berat di tahun 2022. Dibandingkan di periode yang sama pada tahun 2021, jumlah tersebut naik lebih tinggi sebanyak 11 persen.

Suwandi menjelaskan mengenai total piutang terbesar saat ini, berdasar data piutang terbesar dipegang oleh bidang otomotif dan produk beragun kendaraan. Jumlahnya mencapai 60 persen dari total keseluruhan piutang.

Baca Juga : Hyundai CE dan Kiprahnya di Industri Alat Berat China

Meski begitu, mau tak mau diakui kalau alat berat juga menjadi penopang dari industri ini. Alat berat menjadi penopang terbesar kedua dalam piutang pembiayaan industri dengan kontribusi sebesar 33 persen.

Tak hanya itu, penyaluran sektor produktif seperti kredit investasi dan modal kerja menjadi pendorong tumbuhnya total piutang. Hal ini bisa terjadi karena piutag sektor mutiguna masih terkoreksi sepanjang tahun 2022.

Karena harga komoditas sumber daya alam mengalami kenaikan di tengah pandemi, permintaan alat berat tinggi menjadi imbasnya. Untuk menghadapi masalah yang nantinya muncul, Suwandi memberikan beberapa saran.

Pertama, ada kemungkinan keterbatasan pasokan untuk unit baru, sehingga perusahaan harus menyiapkan strategi dengan baik. Hal ini juga bisa terjadi akibat kelangkaan komponen chip jenis semi konduktor.

Kedua, menyediakan lebih banyak produk alat berat, bahkan yang bekas sekalipun. Ini karena banyak orang membutuhkan alat berat saat ini, jika tidak laku bisa dilakukan penyewaan.

Dengan permintaan alat berat yang tinggi, banyak pihak ternyata mendapatkan keuntungan. Pihak leasing bisa turut ambil bagian dengan menyediakan pilihan kredit dan produk piutang yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

sumber : finansial.bisnis.com

Kobexindo Optimis Prospek Bisnis Alat Berat Terus Naik

0

Prospek bisnis alat berat akan terus meningkat selama sisa tahun 2022, sebagaimana yang dikatakan oleh PT Kobexindo Tractors Tbk atau KOBX. Dengan tren tersebut, KOBX mengincar pertumbuhan pendapatkan hingga 20 persen sampai akhir tahun.

Dalam data yang disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Kobexindo Tractors, Martio, tren naiknya prospek bisnis ini sudah terasa sejak pertengahan tahun 2021. Maka KOBX sebagai perusahaan yang bergerak dalam segmen ini, berusaha keras untuk memanfaatkan momen tersebut.

Data Prospek Bisnis Alat Berat dari KOBX

Berdasarkan data terkini dari KOBX, penjualan alat berat dari sektor pertambangan masih mendominasi. Dari data tersebut, permintaan alat berat terbanyak adalah tipe excavator merek Doosen, baik dari kelas 50 ton, 80 ton, atau 100 ton.

Selain excavator merek Doosen, tipe lain juga yang juga laris di pasaran adalah NHL Rigid Dump Truck di kelas 50 ton dan 100 ton. Selain dua jenis tersebut, produk lain yang juga banyak terjual adalah Doosan Articulated Dump Truck ADT 45 dan Doosen Wheel Loader DL550.

prospek bisnis alat berat
peakpx.com

Prospek bisnis alat berat yang tengah naik ini bukan tanpa alasan. Menurut Martio, kenaikan harga batu bara global yang signifikan membuat kebutuhan alat berat pertambangan juga naik. Untuk saat ini, penjualan alat berat khusus pertambangan yang KOBX jual adalah excavator, rigid dump truck, serta wheel loader.

Strategi KOBX Menghadapi Tingginya Permintaan

Karena kebutuhan produk yang tinggi, KOBX sudah menyiapkan strategi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Meski ada keterbatasan suplai dan ketersediaan alat berat, KOBX terus memantau kebijakan harga yang diberikan oleh produsen.

Tak hanya itu, KOBX juga sudah mempersiapkan biaya logistik apabila mereka telah siap menambah produk baru. Dengan terbatasnya kapal dalam mengangkut alat berat, tentunya konsumen harus sedikit sabar sampai produknya sampai di tangan.

Baca Juga : Profile Merk Alat Berat Doosan

Agar tak mengecewakan konsumen, KOBX sudah mempersiapkan target pertumbuhan untuk perusahaan. Rencananya KOBX akan berusaha memasarkan produk dengan kualitas tinggi dengan tingkat efisiensi, frekuensi dan durabilitas yang tinggi.

Dengan cara ini, prospek bisnis alat berat tetap akan memberikan image positif pada perusahaan karena mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara maksimal. Tak hanya itu, investasi pembelian alat berat juga akan membuahkan hasil yang baik.

Memanfaatkan Prospek Bisnis Alat Berat dengan Menyediakan Persewaan Alat Berat

Selain menyediakan layanan pembelian alat berat, KOBX juga memberikan inovasi dalam pengembangan bisnis alat berat. Inovasi tersebut adalah menyediakan jasa kontraktor batu bara dan persewaan alat berat.

Cara ini merupakan solusi menyeluruh untuk semua pelanggan, apalagi jika jumlah alat berat sedang tak memenuhi. Meski merupakan jasa persewaan, namun staf dan tenaga mekanik yang KOBX sediakan sudah andal dan akan mendukung operasional pelanggan.

Martio juga mengungkapkan bahwa KOBX sudah membuka 13 kantor cabang di berbagai lokasi strategis. Ini merupakan bentuk persiapan prospek bisnis alat berat yang terus meningkat. Harapannya konsumen tak akan kesusahan lagi untuk menemukan produk dan jasa yang tepat dari KOBX sesuai kebutuhan.

Tak hanya menyediakan produk alat berat untuk memenuhi kebutuhan tambang, KOBX juga menyediakan alat berat untuk sektor industrial maupun kontruksi. Dengan begitu, pelanggan bisa memenuhi kebutuhannya secara efisien bersama KOBX.

Prospek bisnis alat berat ini sudah disambut KOBX dengan baik. Terlihat dengan persiapan rencana yang matang dan fleksibel. Harapannya tren ini akan memberikan dampak yang positif bagi perusahaan yang bergerak di bidang sama.

sumber : industri.kontan.co.id

Sektor Mesin Konstruksi Menggeliat, United Tractors Raup Laba

0

Sektor mesin konstruksi pada pertengahan pertama tahun 2022 mengalami peningkatan. Hal tersebut dirasakan oleh PT United Tractors Tbk yang mendapatkan laba bersih hingga 10,4 triliun rupiah. Laba tersebut naik 129 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,5 triliun rupiah.

Hal yang sama juga terjadi pada pendapatan bersih perusahaan. Ada peningkatan pencapaian hingga 62 persen sebesar 60,4 triliun rupiah. Sebelumnya di tahun 2021, pendapatan bersih perusahaan hanya berada di angka 37,3 trilun rupiah.

Mesin Konstruksi Penyumbang Pendapatan Terbesar

Ada beberapa segmen usaha yang membuat peningkatan laba tersebut, diantaranya segmen mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas, serta industri konstruksi. Kontribusi yang paling besar adalah mesin konstruksi dengan laba sebesar 29 persen.

mesin konstruksi
unitedtractors.com

Segmen Mesin Konstruksi

Peningkatan pertama yang paling terasa ada di segmen mesin konstruksi. Ada peningkatan penjualan hingga 111 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun 2021, penjualan alat berat hanya berada di angka 1.361 unit, sedangkan di semester pertama tahun 2022 sudah terjual 2.873 unit.

Berdasarkan laporan perusahaan dan riset pasar internal, Komatsu merupakan sektor mesin konstruksi terbanyak yang terjual dan memimping pangsa pasar alat berat. Ada sekitar 28 persen penjualan produk Komatsu dalam 6 bulan pertama tahun 2022.

Pendapatan lain yang mengalami kenaikan adalah penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat. Peningkatan terjadi sebanyak 36 persen dengan keuntungan mencapai 4,8 triliun rupiah. Ini merupakan peningkatan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kontraktor Penambangan

Selain segmen mesin konstruksi, segmen kontraktor penambangan juga memberikan dampak yang positif pada laba perusahaan. Segmen ini dikelola oleh PT Pamapersada Nusantara atau PAMA, yang melaporkan keuntungan sebanyak 20 triliun rupiah.

Baca Juga : Terbaru! Komatsu Memproduksi Excavator dengan Harga Terjangkau

Angka tersebut naik sebanyak 29 persen dari tahun 2021 yang hanya berjumlah 15,4 triliun rupiah. Meski begitu, PAMA tetap mengalami penurunan volume produksi. Terlihat produksi batu bara turun sebanyak 13 persen dari 58 juta ton ke 50 juta ton.

Pertambangan Batu Bara

Sektor mesin konstruksi yang juga mengalami kenaikan adalah pertambangan batu bara. PT Tuah Turangga Agung atau TTA menjadi pihak yang mengelola segmen ini. Dari catatan milik TTA, sampai bulan Juni 2022, tercatat penjualan batu bara berada di angka 5,8 juta ton.

Angka tersebut turun sebanyak 8 persen dari periode sebelumnya yang berjumlah 6,3 juta ton. Menurut pihak TTA, penurunan tersebut karena adanya larangan ekspor sementara yang terjadi pada Januari 2022. Meski begitu, ada kenaikan segmen usaha pertambangan batu bara sebanyak 149 persen.

Pertambangan Emas

Tren emas yang terus naik tiap tahunnya ternyata juga memberikan keuntungan bagi perusahaan yang mengelolanya. PT Agincourt Resources atau PTAR mengelola segmen ini dan melaporkan bahwa ada penurunan penjualan.

Penjualan dalam sektor mesin konstruksi ini terjadi karena penurunan kadar emas yang ditambang. Sehingga pendapatan bersih perusahaan turun sebanyak 10 persen dari 4,3 triliun rupiah menjadi 3,9 triliun rupiah.

Meski mengalami penurunan, namun harga jual emas tetap tinggi di tahun 2022. Pada semester pertama tahun ini saja, harga emas berada di angka 1.873 dollar per ons-nya. angka tersebut naik 8 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 1.730 dollar per ons.

Dengan adanya peningkatan penjualan pada sektor mesin konstruksi, perusahaan besar seperti United Tractors tentu sudah menyiapkan strategi. Dengan begitu mereka mampu memenuhi kebutuhan konsumsen terkait alat berat sesuai segmen.

sumber : validnews.id

Jambi Jadi Area dengan Penjualan Alat Berat Sany Tertinggi Di Indonesia

0

Indonesia merupakan salah satu negara dengan daratan yang luas dan memiliki cukup banyak area perkebunan dan alam lainnya. Tidak heran jika tingkat penjualan alat berat di Indonesia juga cukup tinggi mengingat kebutuhan berbagai wilayah terhadap peralatan ini.

Alat berat yang banyak terjual di Indonesia cukup beragam mulai dari excavator hingga tractor. Diantara cukup banyaknya wilayah yang menggunakan alat berat, Jambi menjadi salah satu daerah dengan penjualan alat berat tertinggi di Indonesia.

Sany Mencatat Penjualan Alat Berat Tertinggi di Jambi

Ada cukup banyak brand alat berat yang terjual di Jambi, salah satunya adalah brand Sany. PT. Sany Perkasa sebagai distributor resmi dari brand ini bahkan melaporkan bahwa brand Sany telah menjual hingga mencapai 700 unit alat berat di wilayah Jambi saja.

Diantara berbagai jenis alat berat, penjualanyang paling banyak di Jambi di dominasi oleh penjualan alat berat jenis excavator. Hal ini menjadi pencapaian yang patut di apresiasi mengingat alat berat bukanlah produk yang cukup mudah untuk dibeli.

penjualan alat berat
merdeka.com

Fungsi alat berat yang hanya bisa digunakan oleh kalangan tertentu menjadi alasan kuat mengapa alat berat tidak mudah terjual. Beberapa kalangan bahkan lebih memilih untuk menyewa alat berat seperti excavator saat membutuhkannya.

PT. Sany Perkasa mulai menargetkan seluruh wilayah Sumatera termasuk Jambi sejak tahun 2018. Selama 4 tahun menggarap pulau Sumatera sebagai target marketing, Jambi dinilai menjadi wilayah dengan potensi pembelian alat berat tertinggi.

Penjualan alat berat ini tentu terjadi karena wilayah Jambi yang di dominasi oleh perkebunan karet, sehingga tidak heran jika kebutuhan alat berat di wilayah ini juga cukup tinggi. Dengan potensinya yang tinggi, PT. Sany Perkasa berkomitmen untuk terus meningkatkan populasi unit alat berat di berbagai wilayah Jambi untuk mendukung berbagai aktivitas terkait pengolahan dan pengerjaan berbagai proyek lahan di Sumatera.

Pencapaian Penjualan Alat Berat PT. Sany Perkasa

PT. Sany Perkasa menjadi salah satu distributor resmi alat berat dengan pencapaian penjualan yang cukup tinggi di Indonesia. Hingga akhir semester pertama di tahun 2022, PT. Sany Perkasa telah berhasil menjual lebih dari 13.300 unit alat berat di berbagai wilayah di Indonesia.

Diantara jumlah pencapaian tersebut, lebih dari 20% penjualan atau sekitar 2.800 unit alat berat berhasil terjual di wilayah Sumatera dengan Jambi sebagai wilayah penjual terbesar. Pencapaian yang tinggi tentu dimanfaatkan oleh PT. Sany Perkasa dengan terus memperbarui teknologi alat berat yang dimilikinya dengan meluncurkan tipe-tipe alat berat terbaru.

Baca Juga : SANY ‘Tantang’ Komatsu dalam Mempertahankan Pasar Indonesia

Tipe excavator SY215H menjadi salah satu tipe terbaru yang diharapkan mampu meningkatkan angka penjualan alat berat dari brand Sany. Berbagai produk terbaru dari brand Sany juga memiliki cukup banyak keunggulan seperti efektivitas biaya perawatan serta efisiensi penggunaan bahan bakar.

Menyuguhkan peralatan-peralatan canggih yang sesuai dengan kebutuhan wilayah di Indonesia memang menjadi salah satu tujuan yang ingin di capai oleh PT. Sany Perkasa. Tidak hanya berkomitmen menyediakan alat berat canggih di Indonesia, PT. Sany Perkasa juga berkomitmen untuk meningkatkan layanan service serta menyediakan suku cadang yang mudah dicari oleh berbagai kalangan pengguna alat berat.

Penjualan alat berat di berbagai wilayah di Indonesia memang sedang mengalami peningkatan karena banyaknya proyek pengolahan lahan hingga pembangunan yang dilakukan di Indonesia. Tidak heran jika hampir setiap distributor alat berat kemudian meraup keuntungan yang tinggi karena hal ini.

sumber : jambi.antaranews.com

Produksi Alat Berat Meningkat, Laba Hexindo Melesat

0

Perusahaan alat berat PT Hexindo Adiperkasa Tbk atau HEXA mencatatkan kinerja yang baik. Tercatat pada April 2021 hingga Maret 2022 ada peningkatan produksi alat berat. Berdasarkan data laporan keuangan tahunan, pendapatan HEXA mencapai 463,26 juta dolar.

Angka tersebut mengalami peningkatan hingga 75,47 persen dari periode sebelumnya, yang hanya 264,01 juta persen. Selain mengalami peningkatan pendapatan, laba yang didapatkan pun juga ikut melesat.

Laba tahunan pada Maret 2022 mencatatkan angka 55,08 juta dolar. Jumlah tersebut melesat 115,24 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya yang hanya berjumlah 25,59 juta dolar.

Data Peningkatan Penjualan Alat Berat

alat berat
newssetup.kontan.co.id

Selain produksi alat berat yang meningkat, penjualan alat berat, khususnya untuk alat berat industri tambang, mencatatkan angka yang besar. Angka tersebut adalah 553,27 persen. Padahal di tahun sebelumnya, penjualan alat berat khusus pertambangan hanya di angka 3,78 juta dolar menjadi 24,7 juta dolar.

Tidak hanya alat berat untuk aktivitas tambang saja, penjualan alat berat untuk industri perkebunan dan perkayuan juga mengalami peningkatan. Tercatat ada peningkatan sebesar 13,51 persen dalam periode yang sama, dari angka 25,19 juta dolar ke angka 28,59 juta dolar.

Hal yang sama juga berlaku untuk aktivitas penjualan untuk alat konstruksi, ada peningkatan sebesar 65,03 persen. Awalnya penjualan alat berat hanya berada di angka 4,90 juta dolar, sekarang naik menjadi 8,09 juta dolar.

Rincian Penjualan Alat Berat yang Dilakukan HEXA

Selain peningkatan produksi alat berat dan penjualannya yang meningkat tajam, penjualan suku cadang juga mengalami tren yang sama. Penjualan suku cadang dan jasa perbaikan berada di angka 41.080 dolar da nada kemungkinan terus meningkat.

Penjualan suku cadang yang dilakukan meningkat sebanyak 57,78 persen, sedangkan jasa pemeliharaan mengalami peningkatan sebanyak 7,45 persen. Secara berurutan, keuntungan yang didapatkan dari peningkatan tersebut adalah 29,92 juta dolar dan 18,48 juta dolar.

Baca juga : 5 Merek Alat Berat yang Sukses di Indonesia

Dalam buku pendapatan tahunan HEXA, ada juga pemasukan dari jasa rental sebanyak 86.220 dolar. Padahal sebelumnya tak ada pemasukan dari bidang tersebut, namun kini pos tersebut terlihat menjanjikan untuk dikembangkan.

Total Aset yang Dimiliki oleh HEXA

Dengan peningkatan penjualan alat berat, total aset yang dimiliki oleh perusahaan ini adalah 306,64 juta dolar per Maret 2022. Secara keseluruhan ada peningkatan pendapatan sebesar 19,67 persen dibandingkan total aset pada Maret 2021 yang hanya 256,22 juta dolar.

Meski ada pemasukan besar dari peningkat produksi alat berat dan penjualannya, namun ekuitas perusahan ini mengalami penurunan di angka 9,15 persen dengan jumlah 159,70 dolar. Tapi ada peningkatan di bagian liabilitas, yang meningkat sebanyak 76,9 persen menjadi 144,95 juta dolar.

Sebelumnya memang peruahaan HEXA tengah mempersiapkan strategi baru guna mengakomodasi permintaan konsumen terhadap kebutuhan alat berat. Listiana, sekretaris perusahaan Corp Planning and Hexindo Adiperkasa mengatakan bahwa pihaknya tengah menambah produksi untuk alat berat jenis excavator.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, menurut Listiana, ada peningkatan permintaan dari Uni Eropa karena permintaan kebutuhan batu bara yang tinggi. Tak hanya perusahaan HEXA, berbagai perusahaan besar manufaktur dan alat berat sedang berupaya untuk memenuhi permintaan pasar.

Dengan permintaan alat berat yang tinggi, produksi alat berat juga akan mengalami nasib yang sama. Beberapa perseroan di Indonesia mengklaim sudah menjual alat berat dalam jumlah besar di kurun waktu enam bulan terakhir, yang akhirnya memberikan keuntungan besar pada perusahaan.

Update berita alat berat Anda disini !

Sumber : market.bisnis.com

Damkar DKI Menggelar Pameran Alat Berat untuk Edukasi Masyarakat

0

Pameran alat berat termasuk salah satu acara yang cukup menarik untuk bisa dikunjungi oleh masyarakat. Berbagai jenis alat berat yang sering digunakan bisa Anda lihat pada pameran tersebut. Contohnya saja seperti Damkar DKI yang menggelar pameran khusus untuk alat berat yang sering digunakan untuk bertugas.

Pameran tersebut digelar di kawasan Monas Jakarta pusat sehingga memancing antusias masyarakat di sekitar untuk mengunjunginya. Pameran ini diselenggarakan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau Gulkarmat DKI Jakarta. Gulkarmat merupakan dinas milik pemerintahan yang juga turut mengurus berbagai kebutuhan Damkar.

Pameran tersebut digelar untuk memamerkan sarana dan atraksi dari sejumlah unit alat yang digunakan untuk bertugas sehari-hari. Pameran ini digelar pada Minggu tanggal 17 Juli 2022 yang disambut oleh antusiasme dari masyarakat yang cukup tinggi. Hal ini tentu bisa memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai alat berat di dunia Damkar.

Pameran Alat Berat untuk Edukasi

Secara umum pameran ini digelar untuk memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai tugas dan peralatan yang digunakan oleh para Pemadam Kebakaran. Selain itu, pada pameran tersebut sedikitnya diperkenalkan instansi serta lembaga terkait yang terlibat dalam aktivitas Pemadam Kebakaran sehari-hari.

Baca Juga : Alat Berat Diamankan Polhut, Ada Apa ?

Sejumlah unit diperagakan oleh petugas untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara penggunaan serta fungsinya dalam situasi tertentu. Banyak sekali masyarakat yang antusias dan memusatkan perhatiannya untuk menyaksikan bagaimana cara penggunaan alat berat tersebut.

Pameran Alat Berat Memperkenalkan Tugas Gulkarmat

Pameran yang digelar di kawasan Monas tersebut secara umum juga memperkenalkan tugas dari Gulkarmat yang memiliki peranan besar di tengah masyarakat. Instansi ini memiliki peranan penting dalam penanganan kebakaran dan evakuasi penyelamatan di tengah masyarakat.

alat berat
m.rctiplus.com

Evakuasi yang dilakukan juga tidak hanya untuk bencana saja namun bisa untuk beberapa situasi. Penyelamatan korban kecelakaan, evakuasi gawat darurat, penyelamatan barang serta penyelamatan satwa turut diperkenalkan oleh instansi ini. Kemudian cara penggunaan alat berat yang dipamerkan akan diperlihatkan untuk melakukan proses evakuasi tersebut.

Jenis Alat Berat yang Dipamerkan

Terdapat beberapa jenis alat berat yang dipamerkan dalam pameran alat beratdi Monas tersebut. Alat yang dipamerkan juga merupakan bentuk asli dan bukan miniatur sehingga masyarakat bisa mengetahuinya secara detail termasuk penggunaannya. Dari hal ini masyarakat juga bisa mengetahui bentuk dan jenis alat yang digunakan.

Alat berat yang dipamerkan pada saat itu di antaranya Dry Chemical Tender atau pemadam kebakaran jenis tepung kimia, Truk Blanwir, Turntable Tender, serta snorkel atau truk pemadam kebakaran dengan tangga otomatis. Alat tersebut diperlihatkan cara penggunaannya terutama pada saat melakukan proses evakuasi dalam peristiwa khusus.

Petugas melakukan atraksi dengan menggunakan alat berat yang ada seolah-olah sedang melakukan proses evakuasi di keadaan yang nyata. Hal ini tentu cukup menarik khususnya bagi anak-anak yang belum begitu mengetahui tentang penggunaan alat berat oleh Damkar. Dengan begitu pameran alat beratini memberikan edukasi yang sangat nyata bagi semua masyarakat.

Pengunjung Bisa Menjajal Alat Berat yang Ada

Selain mendapatkan edukasi, pengunjung juga diberi kesempatan untuk bisa menjajal alat berat yang dipamerkan. Pengunjung bisa melihat alat berat tersebut dengan lebih dekat dan detail namun tetap dengan pengawasan petugas. Hal ini juga menjadi bagian favorit dari pameran ini karena terlihat pengunjung juga lebih antusias.

Pameran alat beratdi kawasan Monas ini menjadi salah satu media untuk memperkenalkan jenis alat berat yang sering digunakan oleh petugas Damkar. Sedikitnya masyarakat bisa lebih mengenal dan memahami penggunaan alat berat di dunia Damkar. Dengan begitu, wawasan masyarakat bisa lebih luas.

Temukan informasi alat berat lainnya disini !

sumber : metro.sindonews.com