Saturday, December 3, 2022
Home Blog

Polres Cianjur Fokus Gunakan Alat Berat Untuk Bersihkan Puing Bangunan Pasca Gempa Cianjur

0

Senin 21 November 2022 menjadi hari yang sangat membekas di ingatan warga Cianjur. Pada hari tersebut tepatnya pukul 13.21 WIB terjadi gempa bermagnitudo 5,6 yang berpusat di Kabupaten Cianjur dan meluluh lantahkan berbagai wilayah.

Segera setelah kejadian gempa tersebut, seluruh warga dan berbagai pihak dari seluruh Indonesia langsung terjun untuk menangani berbagai kerusakan yang disebabkan oleh gempa tersebut. Berbagai bantuan juga diberikan untuk membantu para korban mulai dari bantuan berupa makanan dan pakaian hingga alat berat untuk menangani dampak dari bencana gempa tersebut.

Baca Juga : 12 Alat Berat Diterjunkan Untuk Bersihkan Ruas Jalan Puncak Pasca Longsoran Gempa Cianjur

Alat Berat Dimaksimalkan Untuk Penanganan Pasca Gempa

Hingga hari ke-11 sejak terjadinya gempa tersebut, seluruh pihak mulai dari dinas pemerintahan hingga kepolisian dan relawan dari masyarakat masih terus berusaha untuk melakukan penanganan pasca bencana di berbagai wilayah Cianjur. Salah satu langkah penanganan yang dilakukan adalah membersihkan puing-puing bangunan dan reruntuhan di lokasi gempa tersebut.

Sejak terjadinya bencana gempa, seluruh pihak terus berusaha untuk melakukan tindakan cepat mulai dari pencarian korban hingga pemulihan trauma pada korban-korban gempa lainnya. Setelah lebih dari 10 hari pasca bencana, hampir seluruh korban telah berhasil ditemukan baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.

Pembersihan Puing Bangunan Menggunakan Alat Berat

alat berat
ekonomi.bisnis.com

Mulai tanggal 1 Desember 2022, pihak kepolisian mulai melakukan langkah lain untuk menangani dampak dari bencana gempa di Cianjur. Penanganan yang dilakukan yaitu langkah pembersihan terhadap puing-puing bangunan yang ada di lokasi gempa menggunakan beberapa unit alat berat.

Ada cukup banyak lokasi gempa yang menjadi titik fokus pembersihan poin salah satunya adalah Desa Nagrak di Kabupaten Cianjur. Kapolsek Cianjur, Kompol Faisal menuturkan bahwa pembersihan puing-puing bangunan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali di berbagai wilayah Cianjur.

Kompol Faisal juga menuturkan bahwa proses pembersihan puing bangunan ini tidak dilakukan sendirian namun dilakukan dengan  petugas gabungan dari berbagai instansi pemerintahan dan relawan lainnya. Tujuan dari langkah pembersihan ini adalah agar para pengungsi yang rumahnya masih dapat ditinggali bisa segera kembali ke rumahnya masing-masing dan pengungsi yang kehilangan rumah karena roboh akibat gempa bisa segera kembali melakukan pembangunan rumahnya masing-masing.

Tentu proses pembangunan rumah para korban gempa ini nantinya juga akan didukung oleh berbagai pihak termasuk pemerintahan. Berbagai alat berat seperti excavator hingga dump truck diterjunkan untuk membantu proses pembersihan dan pemindahan puing-puing bangunan tersebut.

Tidak hanya fokus dalam membersihkan puing-puing bangunan saja, Polres Cianjur juga membentuk tim khusus untuk memberikan pelayanan terhadap para korban gempa seperti penyediaan dapur umum hingga posko kesehatan. Patroli dari pihak polres Cianjur juga terus dilakukan dengan membentuk tim patroli khusus yang berkeliling ke berbagai wilayah terdampak gempa untuk memastikan keamanan dari rumah-rumah yang ditinggalkan oleh korban gempa.

Hingga hari ke-11 sejak kejadian gempa tercatat ada lebih dari 100.000 warga menjadi korban dari bencana alam ini. Sekitar 328 orang meninggal dunia dan 703 orang mengalami luka-luka akibat dari gempa bermagnitudo 5,6 yang berpusat di 10 km barat daya dari Cianjur ini. Setelah 11 hari berlalu, berbagai pihak mulai dari para pengungsi hingga pemerintahan juga pihak kepolisian terus berusaha untuk menangani dampak bencana ini.

Menteri BUMN Erick Thohir bahkan mengarahkan beberapa perusahaan besar untuk membantu menyediakan alat berat agar proses pencarian dan penanganan pasca gempa bisa dilakukan dengan lebih maksimal dan selesai lebih cepat. Dengan penanganan cepat yang terorganisir dan dibantu oleh berbagai kalangan, proses pemulihan wilayah dan pemulihan para korban gempa diharapkan bisa segera terwujud dengan hasil yang maksimal.

Sumber : republika.co.id

Pengawas dan Operator Alat Berat Ditangkap Karena Curi Solar Perusahaan

0

Jajaran Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara berhasil mengungkap kasus pencurian BBM jenis solar milik PT. Satria Jaya Sentosa (SJS) yang beroperasi di Desa Ulubaula, Kecamatan Baula. Setelah di usut ternyata pelaku dari kasus ini adalah karyawan dari perusahaan PT. SJS itu sendiri.

12 Operator Alat Berat Melakukan Pencurian Atas Perintah Pengawas

Pada Jumat (22/11/2022) malam lalu, tim Elang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kolaka berhasil mengamankan 13 orang karyawan PT. Satria Jaya Sentosa (SJS) yang diduga kuat telah melakukan pencurian BBM jenis solar milik perusahaan. Para pelaku ditangkap satu persatu di beberapa  tempat yang berbeda. Pelaku berjumlah 13 orang yang terdiri dari seorang pengawas dan 12 Operator Alat Berat.

Berdasarkan keterangan para pelaku, pencurian oleh Operator tersebut dilakukan atas perintah salah satu oknum pengawas yang berinisial AW (32). Para pelaku melakukan aksinya ketika jam kerja sedang berlangsung di lokasi pengolahan batu PT. SJS.

Baca Juga : Longsor Timpa 2 Operator Alat Berat Tambang Hingga Tewas

Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka Aipda Riswandi menjelaskan dari 13 karyawan yang melakukan tindak kriminal pencurian tersebut telah berhasil diamankan. Ke tiga belas karyawan yang melakukan pencurian BBM jenis solar milik PT. SJS, masing – masing berinisial S (30), MK (32), AF (23), I (22), AS (20), JD (40), AB (23), EH (26), N (25), ET (18), HS (26), HT (52) serta satu orang pengawas berinisial AW (32). Pihak kepolisian masih melakukan pengembangan terkait kemana BBM tersebut dijual oleh para pelaku.

Pencurian Solar Telah Dilakukan Pengawas Alat Berat Selama Tiga Bulan Terakhir

Saat diperiksa, tiga belas orang pelaku mengakui telah melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut selama kurun waktu sekitar tiga bulan terakhir yaitu pada bulan September sampai November 2022. Hal itu diketahui saat dilakukan pengecekan pada area lokasi pekerjaan PT. SJS yang beralamat di Desa Ulubaula, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka.

Selama pemeriksaan ditemukan pipa PVC berukuran 33 mm yang tertanam sepanjang 360 meter. Pipa tersebut didugia menjadi wadah untuk memindahkan solar yang telah diambil dari empat belas unit alatberat dilokasi pekerjaan.

Selain melakukan pencurian, para pelaku juga didakwa atas kasus lain yaitu penggelapan dalam jabatan. Menurut Aipda Riswandi, akibat dari kasus pencurian tersebut PT. SJS di perkirakan  mengalami kerugian mencapai sekitar RP. 900.000.000,00.

Para Pelaku Terancam Mendapat Hukuman 5 Tahun Penjara

alat berat
triaspolitika.id

Dalam kasus pencurian BBM jenis solar milik PT. SJS ini, Aipda Riswandi menuturkan bahwa penyidikan lebih lanjut akan dilakukan sedangkan saat ini ke tiga belas orang pelaku telah di tetapkan sebagai tersangka. Selain itu, polisi juga telah mengamankan  barang bukti berupa pipa sepanjang 360 meter yang ditemukan di lokasi kejadian.

Sat Reskrim Polres Kolaka juga masih melakukan pengembangan, dalam kasus ini kemungkinan pelaku masih bisa bertambah jumlahnya. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 374 KUHP dan atau pasal 362 KUHP subs pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun penjara.

Sementara itu, pihak PT. Satria Jaya Sentosa yang diwakili oleh Anwar Chojib selaku kepala produksi PT. SJS mengucapkan terimakasih kepada Polres Kolaka atas respon cepatnya sehingga berhasil mengamankan para pelaku pencurian BBM yang mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaannya. PT. SJS juga menyerahkan sepenuhnya kelanjutan dari kasus pencurian oleh operator alat berat ini kepada pihak kepolisian dengan harapan pelaku bisa dihukum semaksimal mungkin.

Sumber : triaspolitika.id

DLHK Badung Siapkan 4 Alat Berat Untuk Tangani Sampah Kiriman Di Pantai Kuta

0

Beberapa pantai di wilayah pulau Bali memang dikenal sebagai tempat wisata andalan di Indonesia. Lautnya yang indah dengan pemandangan yang asri di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik wisatawan domestik maupun internasional. Sayangnya seiring dengan ekstremnya cuaca di Indonesia pada beberapa bulan terakhir ini, pemandangan dan kualitas pantai di pulau Bali mulai terganggu.

Hal ini dikarenakan beberapa pantai di pulau Bali terutama di kabupaten Badung tercemar oleh sampah kiriman yang terbawa arus laut. Pemerintah sampai harus menerjunkan beberapa unit alat berat untuk menangani kasus sampah kiriman ini.

Baca Juga : Tumpukan Sampah Mengganggu Pemandangan di Kota Tabanan Akibat Alat Berat yang Rusak

Alat Berat Menjadi Andalan Untuk Bersihkan Sampah Kiriman

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung mencatat bahwa sampah kiriman yang berserakan di beberapa area pantai di Kabupaten Badung memang sering terjadi. Tahun ini jumlah sampah kiriman yang sampai ke kabupaten Badung mulai meningkat sejak bulan Oktober 2022.

Cuaca ekstrem yang membuat gelombang air laut cukup tinggi membuat sampah-sampah dari berbagai wilayah terbawa arus dan terdampar di pantai-pantai sekitar Kabupaten Badung. Pada Selasa 29 November 2022, sampah kiriman yang sampai di Pantai Kuta telah menepi dan berserakan di garis pantai yang dikenal indah tersebut.

4 Unit Alat Berat Diterjunkan Untuk Tangani Sampah Pantai Kuta

Sampah-sampah yang berserakan di garis pantai ini didominasi oleh potongan kayu berbagai ukuran. Sampah kiriman di Pantai Kuta sebenarnya telah ada dari beberapa hari sebelumnya dan terus bertambah setiap harinya. Kini sampah tersebut telah berada di pinggir pantai dan terdiri dari beberapa jenis sampah seperti kayu bambu plastik kelapa hingga pohon pisang.

Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut (Desalut) DLHK Badung I Made Gede Dwipayana menuturkan bahwa jumlah sampah kiriman yang telah sampai ke Pantai Kuta ini telah diprediksi dari jauh-jauh hari. Ia juga menuturkan bahwa jumlah sampah tersebut belum seberapa dan memperkirakan bahwa masih akan ada cukup banyak sampah kiriman lain di hari-hari selanjutnya.

alat berat
liputan6.com

Untuk menangani kasus sampah kiriman ini, DLHK Kabupaten Badung telah berkoordinasi dengan seluruh tim dan akan menerjunkan kurang lebih 400 personil ke berbagai pantai di wilayah Kabupaten Badung. Selain itu beberapa alat berat juga akan di terjunkan ke beberapa pantai terutama Pantai Kuta dan Pantai Legian. 4 unit loader dan 2 unit barber menjadi peralatan yang digunakan untuk menangani kasus sampah ini.

Seluruh personil dan peralatan akan beroperasi secara total dan maksimal pada tanggal 30 November 2022. Sebelumnya sampah kiriman ini juga telah sampai ke beberapa area pantai lain yaitu Pantai Petitenget, Pantai Batu Bolong, Batubelig, Bewara, Pererenan, dan Pantai Cemagi.

Beberapa unit peralatan pada dasarnya telah diturunkan ke seluruh area pantai yang tercemar oleh sampah kiriman ini sejak berapa bulan ke belakang. Menjelang akhir tahun 2022 sampah kiriman ini lebih banyak mencemari pantai di wilayah barat seperti Pantai Kuta dan pantai Legian.

Cuaca yang ekstrem menyebabkan curah hujan di hulu meningkat dan menyebabkan terjadinya banjir di hilir sehingga gelombang air laut semakin besar dan membawa sampah-sampah dari hulu dan hilir tersebut. Sepanjang 16 km garis pantai di Kabupaten Badung saat ini dipenuhi dengan sampah kiriman.

Petugas kebersihan DLHK Kabupaten Badung langsung bertindak dengan rutin memindahkan sampah dari garis pantai ke daratan terdekat agar nantinya alat berat bisa lebih mudah saat mengangkut sampah-sampah tersebut. Sampah tersebut nantinya akan dievakuasi ke TPST Samtaku secara berkala untuk diproses lebih lanjut hingga seluruh area pantai bersih dari sampah.

Sumber : balipost.com

Pemerintah DKI Jakarta Lakukan Pengadaan Alat Berat Untuk Cegah Banjir

0

Setiap tahun, wilayah DKI Jakarta menjadi wilayah langganan banjir di Indonesia. Hal ini membuat pemerintah DKI Jakarta terus membuat program-program baru agar DKI Jakarta bisa segera terbebas dari bencana langganan ini. Salah satu program yang saat ini sedang menajdi prioritas adalah program pengadaan alat berat.

Program pencegahan dan penanganan banjir di DKI Jakarta memang terus dilakukan karena intensitas banjir yang terlalu sering terjadi terutama saat musim hujan melanda. Di akhir tahun 2022, pengadaan peralatan menjadi fokus utama yang dinilai bisa memberikan pengaruh besar terhadap program pencegahan banjir ini.

Dua Alat Berat Disiagakan Untuk Mencegah Banjir

Unit Pengelola Teknis (UPT) Peralatan Dan Perbengkelan (Alkal) Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta diketahui telah menyediakan dua unit peralatan berat jenis excavator amphibi dalam program pengadaan alat untuk mencegah banjir. Kehadiran dua unit alat ini selanjutnya akan digunakan untuk mengeruk dan melakukan normalisasi pada beberapa sungai di DKI Jakarta.

Baca Juga : Imbas Bencana Banjir, Normalisasi Sungai Dilakukan dengan Alat Berat Pertambangan

Kepala UPT Alkal Dinas SDA DKI Yoserizal menuturkan bahwa sebelum diterjunkan ke lapangan, dua unit alat jenis amphibi ini terlebih dahulu di uji coba di UPT Alkal Jl. Raya Pondok Gede, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur. Setelah lolos uji coba, kedua peralatan ini langsung dikirim ke Sudin SDA Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.

Dalam program pengadaan alat ini, Pemerintah DKI Jakarta telah menggelontorkan dana hingga 11 Miliar Rupiah. Excavator amphibi ini sendiri dibeli dari PT. Pindad Bandung sehingga penyediaan peralatan selesai lebih cepat. Dengan jumlah anggaran yang sangat besar, diharapkan peralatan tersebut bisa digunakan secara maksimal sehingga dapat membantu pencegahan banjir berjalan dengan lebih maksimal.

Alat Berat Jenis Amphibi Digunakan Untuk Keruk Lumpur

alat berat
indonesiainside.id

Setelah diserahkan pada Sudin SDA Jakarta Timur dan Jakarta Pusat masing-masing 1 unit alat berat jenis amphibi, peralatan ini langsung digunakan untuk mengeruk lumpur waduk di wilayah tersebut. Waduk Ria Rio Pulogadung dan Waduk Melati Tanah Abang menjadi lokasi pengerukan lumpur pertama yang dijamah oleh peralatan amphibi ini.

Pejabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bahkan meminta pihak Dinas Sumber Daya Air untuk melakukan pengerukan material sungai setiap harinya di beberapa lokasi secara bergiliran. Hal ini dinilai bisa membantu mencegah terjadinya banjir terutama di musim hujan kali ini.

Setelah selesai dengan proyek pengerukan lumpur di dua waduk ini, nantinya excavator amphibi ini juga akan digunakan untuk menormalisasi waduk, embung, setu, dan saluran air lainnya. Normalisasi sungai dan saluran air dinilai memberikan pengaruh yang cukup besar dalam pencegahan banjir karena jumlah debit air dalam sungai atau waduk yang telah dinormalisasi bisa membesar.

Normalisasi sungai atau waduk yang dilakukan dengan mengeruk material sungai akan membuat permukaan sungai semakin dalam sehingga kapasitas debit air bisa semakin besar. Semakin besar kapasitas debit air yang ada, maka air tidak akan mudah naik ke permukaan dan menyebabkan banjir.

UPT SDA DKI Jakarta Anggarkan 20 Unit Alat Berat Tahun 2022

Sebagai salah satu program utama, UPT SPA DKI Jakarta pada tahun 2022 menargetkan pengadaan 20 unit alat berat di wilayah DKI Jakarta. 20 unit alat berat tersebut terdiri dari 2 unit excavator amphibi, 6 excavator wheel mini, 4 excavator wheel standar, 6 excavator spider kecil, dan 2 truk crane.

Peralatan tersebut dianggarkan melalui lelang e-katalog dan lelang umum agar bisa segera memenuhi permintaan Sudin dari berbagai wilayah DKI Jakarta. Dengan banyaknya alat berat yang dianggarkan, diharapkan program pencegahan banjir bisa memberikan hasil yang maksimal.

sumber : antaranews.com

Kedatangan Alat Berat Dinanti Dalam Penanganan Longsor Maribaya

0

Bencana longsor saat ini menjadi salah satu bencana yang menghantui berbagai wilayah di Indonesia. Berbagai wilayah juga siaga mempersiapkan beberapa alat berat untuk berjaga-jaga jika bencana alam ini akhirnya terjadi di wilayahnya.

Wilayah Indonesia yang masih memiliki banyak pegunungan memang berpotensi terkena bencana alam seperti longsor yang cukup sering karena pengaruh berbagai faktor seperti cuaca. Baru-baru ini bencana longsor terjadi di kawasan Maribaya Kabupaten Bandung Barat.

Longsor Maribaya Ditangani dengan Alat Berat Backhoe Loader

Bencana longsor terjadi di Kawasan Maribaya Timur pada hari Minggu 27 November 2022 sekitar pukul 09.40. Longsor ini disinyalir terjadi karena curah hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup panjang.

Baca Juga : Longsor Tutupi Jalan, Excavator Langsung Turun Tangan

Tebing yang berada di bagian samping ruas jalan Maribaya ini ambruk dan membuat material berupa tanah yang ada di atasnya menutupi badan jalan. Posisi jalan yang merupakan jalan utama menjadi alasan utama mengapa bencana longsor ini menjadi pusat perhatian wilayah sekitar.

Alat Berat Belum Datang, Material Longsor Dibersihkan Secara Manual

Jalan Maribaya Timur Desa Cibodas Kabupaten Lembang yang tertimbun material longsor merupakan jalan utama yang menghubungkan dua desa serta menjadi akses utama dari beberapa lokasi wisata di daerah Maribaya. Dengan status jalan tersebut, maka bencana longsor yang terjadi tentu memberikan dampak yang cukup besar.

Jalan ini menjadi penghubung antara Desa Cibodas dan Desa Suntenjaya sehingga akses antara kedua desa ini otomatis terputus setelah bencana longsor terjadi. Tertutupnya akses ke tempat wisata dari arah Lembang ini juga membuat masyarakat sekitar ikut merugi.

Bukan hanya terkenal dengan lokasi wisatanya, Maribaya Timur juga dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan sayuran berkualitas dalam jumlah yang tinggi. Banyaknya pihak yang dirugikan atas bencana longsor ini membuat pemerintah setempat sigap dan segera mengambil tindakan untuk menangani bencana tersebut.

Dindin Sukaya selaku Kepala Desa Cibodas menuturkan bahwa jalur jalan baik antar pemukiman hingga akses menuju tempat wisata benar-benar terhambat akibat longsor tersebut. Dindin juga menyebutkan bahwa pada dasarnya penanganan material menggunakan alat berat bisa menjadi cara paling cepat untuk mengembalikan kondisi jalan seperti semula.

alat berat
cirebon.tribunnews.com

Peralatan seperti backhoe loader dinilai menjadi jenis peralatan yang paling tepat digunakan. Sayangnya pihak Desa Cibodas belum memiliki peralatan berat sendiri sehingga peralatan tersebut harus didatangkan dari pihak lain seperti dinas PUPR, BPBD, dan pihak lainnya.

Untuk bisa mendatangkan peralatan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Lembang, BPBD, dan TNI agar kedatangan peralatan bisa dipercepat. Sembari menunggu datangnya alat yang dibutuhkan, pemerintah dan masyarakat sekitarpun berinisiatif untuk memulai pembersihan material longsor secara manual menggunakan sekop dan cangkul.

Penanganan manual ini dilakukan agar material longsor bisa segera hilang dari badan jalan dan arus lalu lintas bisa kembali lancar. Sayangnya selama penanganan manual dilakukan, ada bebreapa hambatan seperti hujan yang turun terus menerus sehingga pemindahan material sulit dilakukan.

Beruntung tidak ada korban jiwa atas bencana ini karena kondisi jalan sedang sepi saat longsor terjadi. Hal ini membuat pihak pemerintah setempat bisa lebih fokus terhadap penanganan material yang ada.

Pihak Kepolisian juga langsung menutup jalan yang tertimbun longsor dan mengalihkan lalu lintas ke jalan-jalan alternatif di sekitar Maribaya Timur. Kasatlantas Polres Cimahi AKP Sudirianto menuturkan bahwa penutupan dilakukan agar proses evakuasi material longsor bisa lebih cepat diselesaikan.

Dengan penanganan manual dan alat berat yang sedang didatangkan, proses penanganan material longsor ditargetkan akan selesai dalam satu hari saja sehingga jalan Maribaya Timur ini sudah bisa digunakan kembali pada malam hari tersebut. Hal ini dilakukan agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali seperti semula.

sumber : msn.com

Alat Berat dikerahkan Untuk Bersihkan Material Longsor Di Jorong Panta

0

Curah hujan cukup tinggi yang melanda  daerah  Jorong Panta, Nagari Panta Pauh, Kecamatan Matur  menyebabkan terjadinya longsor di daerah tersebut. Longsor tersebut menyebabkan tertimbunnya sebagian ruas jalan Lubukbasung menuju Bukittinggi. Sebuah alatberat dikerahkan  untuk  membersihkan material tanah longsor  yang menimbun badan jalan tersebut.

Alat Berat Dikerahkan Karena Material Tanah Longsor Cukup Banyak

Bencana longsor yang terjadi di Jorong Panta, Nagari Panta Pauh, Kecamatan Matur pada hari Jumat 25 November 2022 menyebabkan tertimbunnya sebagian ruas jalan Lubukbasung menuju Bukittinggi. Hal ini tentu saja mengakibatkan kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melewati jalan tersebut.

Baca Juga : Tutup Akses Jalan, Material Longsor Di Kecamatan Bacukiki Barat Dibersihkan dengan Alat Berat

Mendapat informasi tersebut, BPBD Agam mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan tersebut. Kondisi material longsor yang cukup banyak, menyebabkan material longsor tersebut  tidak bisa dibersihkan dengan gotong royong sehingga dibutuhkan sebuah alat berat untuk membersihkan material longsor di jalan tersebut.

Melihat kondisi tersebut, BPBD Agam melakukan koordinasi dengan DPUTR Agam. Pada Jumat pagi, alatberat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam telah sampai di lokasi untuk membersihkan material tanah longsor dan pohon tumbang yang ada.

Alat Berat Menjadi Senjata Utama Untuk Tangani Longsor

Hujan deras yang belakangan ini sering terjadi, menyebabkan terjadinya bencana di beberapa daerah di Indonesia. Umumnya bencana yang sering  terjadi  pada musim hujan ini adalah banjir dan tanah longsor.

Curah hujan cukup tinggi yang melanda daerah Jorong Panta, Nagari Panta Pauh, Kecamatan Matur pada hari Jumat 25 november 2022  dini hari, menyebabkan terjadinya longsor dan amblasnya jalan di Jorong Pauh. Menurut warga setempat, hujan lebat melanda daerah tersebut sebelum bencana longsor terjadi.  Longsor di daerah tersebut mengakibatkan tertutupnya sebagian badan jalan di Jorong Panta Pauh Kecamatan Matur.

alat berat
infopublik.id

Material longsor menutupi sebagian ruas jalan kurang lebih sepanjang 3 meter, dengan ketinggian sekitar 1 meter  dan lebar 1 meter. Material longsor yang terdiri dari pohon kayu dan tanah, menyebabkan ruas jalan kabupaten tersebut tertutup sehingga menghambat akses masyarakat dari Panta – Ngarai. Volume material longsor yang cukup banyak menyebabkan penanganan harus dilakukan menggunakan alat berat untuk membersihkan material longsor tersebut. Beruntung tidak terdapat  korban jiwa pada bencana longsor ini.

Dalam cuaca ekstrem yang sedang melanda Indonesia, potensi terjadinya bencana alam cukup tinggi. Bencana longsor dan banjir menjadi bencana alam paling sering terjadi karena kondisi wilayah Indonesia yang memang rawan terhadap kedua bencana ini.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah agar bencana alam tersebut tidak terjadi di Indonesia. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah menjaga kelestarian alam dengan menghentikan penebangan pohon secara ilegal.

Bencana alam yang sering terjadi pada musim hujan seperti ini kerap memberikan berbagai dampak serius pada lingkungan.  Mulai dari kerusakan jalan, rumah hingga kerusakan pada fasilitas umum lainnya bisa terjadi bahkan bisa menyebabkan adanya korban jiwa.

Berbagai langkah antisipasi dan penanganan serius juga dilakukan pemerintah dengan sigap menyediakan berbagai peralatan yang dibutuhkan seperti alat berat. Saat seluruh langkah antisipasi dilakukan dengan cermat, maka dampak dari bencana alam yang terjadi juga bisa diminimalisir.

Tanpa disadari, bencana longsor yang terjadi di Sumatera Barat ini juga terjadi karena pengaruh lingkungan dan cuaca atau iklim yang ada. Dengan penanganan sigap yang dilakukan, diharapkan berbagai dampak bencana bisa dihindari dan tidak merugikan masyarakat yang ada.

Sumber : sumbar.suara.com

Perusahaan Pelat Merah Berlomba Bantu Penanganan Gempa dengan Alat Berat

0

Status tanggap darurat pasca bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur pada Senin 21 November 2022 masih berlanjut. Berbagai bantuan seperti alat berat hingga bantuan lainnya terus berdatangan untuk membantu penanganan pasca gempa di berbagai wilayah Cianjur.

Pemerintah Arahkan Pemanfaatan Alat Berat Secara Maksimal

Pasca bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, berbagai pihak termasuk jajaran pemerintahan terus berusaha melakukan penanganan secara cepat. Menteri BUMN Erick Thohir menjadi salah satu jajaran pemerintah yang memberikan pengarahan secara langsung kepada berbagai pihak yang ingin memberikan bantuan kepada para korban gempa.

Salah satu pengarahan yang diberikan oleh Erick Thohir merujuk pada kebutuhan peralatan di lokasi bencana. Erick memberikan imbauan pada berbagai pihak termasuk perusahaan-perusahaan besar yang ingin memberikan bantuan agar bersedia memberikan bantuan berupa alat berat untuk mempermudah proses evakuasi dan penanganan material gempa.

Baca Juga : 12 Alat Berat Diterjunkan Untuk Bersihkan Ruas Jalan Puncak Pasca Longsoran Gempa Cianjur

Beberapa wilayah di Cianjur bukan hanya terdampak bencana gempa namun juga terdampak bencana longsor yang terjadi beberapa saat setelah gempa bermagnitudo 5,6 tersebut. Wilayah Cianjur yang masih memeiliki banyak area pegunungan membuat material longsor menutup berbagai area seperti jalan umum dan pemukiman.

Bantuan Alat Berat Dari Perusahaan BUMN

Menanggapi arahan dari Menteri BUMN, beberapa perusahaan terutama perusahaan pelat merah langsung sigap menurunkan beberapa unit peralatan berat miliknya. Dalam kondisi saat ini memang banyak perusahaan dari berbagai skala yang turun langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan baik dalam bentuk sandang maupun pangan.

Hal ini rupanya menarik perhatian Menteri BUMN yang akhirnya memberikan arahan mengenai kebutuhan lain yang bisa dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan tersebut selama membantu para korban bencana. Erick Thohir meminta agar perusahaan-perusahaan tersebut juga bersedia mendatangkan alat-alat berat saat berkunjung dan memberikan bantuan pasca gempa.

Peralatan tersebut nantinya akan digunakan dalam berbagai kebutuhan mulai dari pemindahan material pasca longsor dan gempa hingga pembukaan akses jalan yang terputus akibat bencana. Beruntung beberapa perusahaan langsung merespon baik arahan ini dengan mendatangkan beberapa alat yang dimilikinya.

alat berat
infopublik.id

PT. Adhi Karya (Persero) Tbk menjadi salah satu perusahaan yang segera memberikan bantuan peralatan setelah mendapatkan arahan ini. Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi menuturkan bahwa pihaknya segera menurunkan satgas bencana untuk membawa peralatana sesuai kebutuhan ke lokasi bencana.

Satgas bencana Adhi Karya juga siap siaga di lokasi untuk memastikan peralatan yang dibawanya bisa digunakan tepat sasaran dan efektif membantu proses penanganan pasca bencana. Selain Adhi Karya, PT. PP (Persero) juga menjadi perusahaan lainnya yang memberikan bantuan peralatan berat.

Dua unit excavator serta empat unit dump truck menjadi peralatan berat yang dikirimkan oleh PT. PP beserta dengan berbagai bantuan lain seperti dua unit ambulance dan obat-obatan. Beberapa tim relawan juga diterjunkan oleh PT. PP untuk membantu proses penanganan dan pemulihan di lokasi bencana.

PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) juga menjadi perusahaan yang membantu proses pemulihan pasca bencana menggunakan alat-alat berat yang dimilikinya. Setidaknya 4 unit excavator dan 4 unit dump truck telah diterjunkan untuk membantu proses penanganan berupa pembukaan akses jalan dan pemindahan material di lokasi bencana gempa Cianjur.

WIKA juga sebelumnya telah memberikan bantuan berupa tenda posko, gendet, hingga berbagai kebutuhan harian lainnya. WIKA juga membangun klinik modular (moli) untuk membantu para korban bencana agar bisa lebih cepat pulih seperti semula.

Dengan kehadiran bantuan alat berat dari perusahaan-perusahaan ternama diharapkan proses evakuasi dan pencarian korban bisa lebih terbantu. Proses pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak juga juga diharapkan bisa berjalan lebih maksimal setelah bantuan peralatan lebih banyak.

Sumber : Liputan6.com

BNPB Ragu, TNI Dan PUPR Sigap Turunkan Alat Berat Pasca Gempa Cianjur

0

Bencana gempa bermagnitudo 5,6 yang terjadi di Cianjur Jawa Barat hingga saat ini masih dalam proses penanganan pasca bencana. Proses pencarian korban yang hilang serta pemulihan infrastruktur dilakukan secara bersamaan pasca gempa yang terjadi pada Senin 21 November 2022 ini.

Ada cukup banyak pihak yang terlibat dalam proses penanganan pasca gempa ini mulai dari warga setempat, pemerintahan, hingga para relawan dari berbagai wilayah di Indonesia. Puluhan peralatan juga di sebar ke berbagai wilayah untuk mempercepat proses perbaikan pasca bencana.

Alat Berat Digunakan Dalam Penanganan Pasca Gempa

Selama proses penanganan pasca bencana gempa yang terjadi di wilayah Cianjur ada beberapa jenis peralatan yang digunakan untuk membantu diantaranya excavator, dump truck hingga backhoe. Bencana gempa yang disusul dengan bencana longsor di beberapa wilayah Cianjur membuat peralatan-peralatan tersebut dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan.

Baca Juga : Longsor Tutupi Jalan, Excavator Langsung Turun Tangan

BNPB Ragu Terjunkan Alat Berat

Meski saat ini telah banyak alat berat yang digunakan untuk menangani material longsor dan puing-puing bangunan akibat gempa, namun ternyata penggunaan peralatan ini sempat kurang disetujui oleh Badan Nasional penanggulangan bencana (BNPB). Kepala BNPB suharyanto mengungkapkan bahwa pihak BNPB sebenarnya cukup ragu saat harus menggunakan peralatan berat untuk mencari korban-korban gempa dan longsor.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis sore, Suharyanto menuturkan bahwa kondisi para korban yang berada di bawah reruntuhan ataupun material longsor pada dasarnya belum bisa diketahui. Hal ini membuat penggunaan alat berat pada korban tersebut justru bisa berpotensi membahayakan korban selamat yang berada di bawah material longsor atau puing bangunan.

Harapan adanya korban-korban selamat lain juga masih cukup besar sehingga penggunaan alat dinilai terlalu berisiko. Kondisi lapangan yang juga tidak bisa diprediksi dapat membahayakan operator alat berat sehingga penggunaan alat ini perlu dipertimbangkan dengan lebih cermat.

alat berat
kompas.com

Pertimbangan BNPB ini berbanding terbalik dengan keputusan cepat yang diambil TNI dan PUPR untuk menerjunkan beberapa unit alat berat ke lokasi-lokasi longsor dan gempa di Cianjur. Di hari yang sama dengan kejadian gempa Cianjur tersebut kementerian PUPR langsung mengirimkan dua unit backhoe untuk membantu proses pengangkatan material longsor di beberapa lokasi.

Pihak TNI juga mengirimkan satu unit alat yang sama untuk membantu proses penanganan material longsor yang menimbun beberapa wilayah. Desa Cijedil Kecamatan Cugenang menjadi salah satu lokasi pengoperasian backhoe milik PUPR dan TNI. Longsor yang terjadi di Kecamatan Cugenang memang menjadi sorotan karena skala longsor yang cukup besar sehingga diduga masih cukup banyak korban yang tertimbun di bawah material longsor tersebut.

Hingga hari Jumat 25 November 2022 telah ditemukan 7 jenazah korban gempa Cianjur di lokasi longsor Kecamatan Cugenang. Sementara itu 39 warga lainnya masih dilaporkan hilang dan kemungkinan berada di bawah material longsoran yang ada di beberapa area seperti pemukiman dan akses jalan utama.

Hal ini dituturkan oleh Kepala Basarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi melalui wawancara dengan beberapa awak media. Meski pada awalnya pihak BNPB ragu untuk menurunkan alat berat namun pada akhirnya pihak BNPB juga mengirimkan beberapa alat seperti excavator dan dump truck untuk membantu membersihkan material longsor setelah area yang dibersihkan dinilai aman.

Pihak BNPB juga menuturkan bahwa penggunaan peralatan berat kini dilakukan dengan sangat hati-hati demi meminimalisir dampak buruk dari penggunaan alat serta memaksimalkan hasil alat yang ada. Diharapkan dengan adanya penggunaan peralatan ini seluruh proses penanganan bisa selesai lebih cepat dengan hasil yang maksimal.

Sumber : nasional.kompas.com

Percepat Penanganan Longsor, Puluhan Alat Berat Diterjunkan Ke Cugenang

0

Dampak bencana gempa Cianjur yang terjadi pada Senin 21 November 2022 hingga saat ini masih terlihat cukup memprihatinkan. Puluhan alat berat diterjunkan ke berbagai wilayah untuk membantu proses penanganan pasca bencana.

Mulai dari penanganan pembukaan akses, pembersihan puing bangunan, hingga pencarian korban terus dilakukan dengan melibatkan berbagai peralatan. Tidak hanya berpusat di satu lokasi bencana saja, ada cukup banyak wilayah yang terdampak bencana salah satunya adalah wilayah Cugenang.

Longsor Cugenang Ditangani dengan Alat Berat

Ruas jalan Cugenang hingga wilayah pemukiman di Kecamatan Cugenang menjadi salah satu wilayah yang terdampak gempa cukup parah. Bencana gempa yang terjadi pada pukul 13.21 WIB ini ternyata juga menyebabkan terjadinya longsoran di Kecamatan Cugenang dalam skala yang cukup besar.

Baca Juga : Pemda Cianjur Siap Siaga Menyediakan Alat Berat Di Wilayah Rawan Bencana Longsor

Longsor ini membuat ruas jalan utama di Kecamatan Cugenang tertutup material longsor serta membuat beberapa pemukiman ikut tertutup material. Skala longsor yang cukup besar membuat pemerintah bergerak cepat dengan langsung mendatangkan berbagai peralatan terutama alat berat jenis excavator dan dump truck untuk membantu proses pembersihan material longsor.

Pembersihan Jalur Cugenang dengan 6 Alat Berat

Jalur cugenang yang tertutup material longsor menjadi salah satu akses jalan besar yang menghubungkan beberapa wilayah di sekitar kecamatan Cugenang. Banyaknya material longsor yang menutupi area jalan membuat jalur Cugenang lumpuh total dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan apapun.

Berdasarkan penuturan dari Kombes Muhammad Hidayat selaku Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Jawa Barat, total ada 100  meter jalan Cugenang yang tertimbun material longsor. Untuk membersihkan material longsor yang ada, pihaknya telah menerjunkan 8 unit alat berat agar proses pembersihan bisa berjalan lebih cepat.

Dari total 100 meter jalan yang tertimbun longsor, petugas telah berhasil membersihkan jalan hingga 50 meter dalam waktu beberapa jam saja. Proses pembersihan material ini ditargetkan harus selesai pada h+1 dari bencana atau pada Selasa 22 November 2022.

alat berat
kumparan.com

Selama proses pengangkatan material ini juga terjadi beberapa hambatan seperti kondisi lokasi yang gelap setelah hari mulai malam sehingga petugas kesulitan membersihkan area jalan tersebut. Penemuan jenazah dan kendaraan yang tertimbun longsor juga menjadi salah satu faktor yang membuat peroses pembersihan terhenti sementara.

Pemindahan material di ruas jalan Cugenang juga dipercepat mengingat adanya pemberitahuan bahwa jalan tersebut menjadi salah satu akses yang akan dilewati oleh Presiden Joko Widodo untuk memantau kondisi para korban bencana gempa di Cianjur. Presiden diketahui memang akan mengunjungi beberapa lokasi pengungsian hingga lokasi terdampak gempa lainnya dalam waktu dekat ini.

Kondisi Kecamatan Cugenang Pasca Longsor

Tebing-tebing di sekitar Kecamatan Cugenang mengalami longsor sesaat setelah bencana gempa Cianjur terjadi. Hal ini membuat material longsor menutupi sebagian besar jalan sehingga jalan tersebut tidak bisa digunakan oleh berbagai jenis kendaraan baik besar maupun kecil.

Bukan hanya material longsor, beberapa pohon juga ikut tumbang dan menghalangi permukaan jalan hingga terdapat satu unit mobil yang tertimpa tanah longsor. Jalan aspal di area ini juga mengalami retakan akibat bencana gempa yang terjadi.

Melihat cukup parahnya dampak yang terjadi, pemerintah bergerak cepat dengan menurunkan personil dan alat berat untuk menangani kondisi ini. Material longsor segera di pindahkan menggunakan excavator besar dan excavator mini dengan tujuan agar jalan Cugenang tersebut bisa segera digunakan kembali seperti semula.

Banyaknya pemukiman dan wilayah terdampak lainnya yang harus melewati jalan Cugenang ini untuk mendapatkan bantuan juga menjadi salah satu pertimbangan mengapa pembersihan jalan dilakukan dengan cepat. Pembersihan area yang selesai dilakukan dalam satu hari saja diharapkan mampu membantu wilayah Cianjur agar bisa lebih cepat pulih kembali.

sumber : tvonenews.com

12 Alat Berat Diterjunkan Untuk Bersihkan Ruas Jalan Puncak Pasca Longsoran Gempa Cianjur

0

Gempa Cianjur yang terjadi pada hari Senin 21 November 2022 pukul 13.21 WIB menjadi salah satu bencana alam dengan dampak yang cukup besar di Indonesia. Hingga saat ini berbagai penanganan pasca bencana terus dilakukan oleh berbagai pihak termasuk dengan cara mendatangkan berbagai peralatan seperti alat berat.

Gempa bermagnitudo 5,6 yang berpusat di daerah Cianjur ini diketahui membuat berbagai wilayah terdampak mengalami kerusakan yang cukup parah. Ribuan rumah warga beserta berbagai fasilitas umum juga mengalami kerusakan hingga diperlukan penanganan serius.

Penanganan Longsor Pasca Gempa dengan Alat Berat

Di antara berbagai wilayah terdampak, ruas jalan raya Puncak-Cipanas-Cianjur menjadi salah satu wilayah terdampak yang mendapat penanganan cepat dari Dinas PUPR. Ruas jalan puncak diketahui menjadi salah satu jalan nasional yang dilewati oleh ribuan kendaraan setiap harinya sehingga kerusakan pasca gempa yang menutup jalan ini dinilai akan menimbulkan kerugian dan dampak besar lainnya jika dibiarkan terlalu lama.

Baca Juga : Petugas Kerahkan Alat Berat Untuk Longsor Di Senggigi Akibat Hujan yang Lebat

2 Jenis Alat Berat Fokus Bersihkan Jalan Puncak

Diketahui bahwa terdapat beberapa pohon yang tumbang di ruas jalan ini hingga membuat area jalan tertutup pohon dan menghalangi para pengguna jalan. Selain pohon yang tumbang, sisi ruas jalan puncak ini juga mengalami longsor sehingga material longsor ikut menutupi jalan. Beberapa tiang listrik di sekitar jalan juga diketahui ikut roboh akibat dari gempa dan longsor yang terjadi di sekitarnya.

Ruas jalan puncak Cipanas Cianjur menjadi salah satu area yang berdekatan dengan kecamatan cugenang yang diketahui menjadi salah satu lokasi longsor pasca gempa dengan kondisi yang cukup parah. Ruas jalan yang kerap dilewati oleh para pengendara dari lintas kota ini menjadi salah satu prioritas yang langsung dibersihkan pasca bencana gempa yang menyebabkan longsoran tersebut.

Proses pembersihan material longsoran dilakukan dengan menerjunkan lebih dari 10 unit alat berat jenis excavator dan dump truck. Juru bicara kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja menuturkan bahwa total ada 12 unit alat yang diterjunkan langsung sejak hari Senin 21 November 2022 untuk membersihkan material longsor di jalan raya puncak tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai perwujudan instruksi langsung Presiden Joko Widodo kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono untuk mengembalikan kondisi infrastruktur pasca gempa. Proses pembersihan menggunakan alat berat yang dilakukan di jalan puncak ini dilakukan secara terus-menerus dengan target penyelesaian pembersihan pada Selasa 22 November 2022. Kementerian PUPR menargetkan Cianjur Cipanas sudah bisa digunakan kembali pada Selasa siang.

alat berat
bisnis.tempo.co

Bukan hanya ruas jalan Cipanas Cianjur saja pada dasarnya kementerian PUPR juga telah memiliki agenda untuk membantu proses pembersihan dan pemulihan berbagai wilayah di Cianjur yang terdampak bencana gempa. Ratusan personil dan alat berat diterjunkan ke berbagai wilayah di Cianjur untuk membantu proses penanganan pasca bencana.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa proses pembersihan material longsor di ruas jalan Cipanas dilakukan dengan cepat agar peralatan yang digunakan beserta personil yang ada bisa segera diperbantukan di wilayah lain. Bukan hanya itu, proses pencarian dan penanganan korban yang masih dilakukan hingga saat ini juga menjadi salah satu pertimbangan kementerian PUPR ketika membersihkan ruas-ruas jalan umum di wilayah Cianjur.

Dengan langkah ini diharapkan akses ke seluruh wilayah Cianjur bisa segera kembali seperti semula sehingga penanganan pasca bencana bisa berjalan dengan lebih maksimal. Kementerian PUPR juga akan terus menerjunkan berbagai jenis alat berat untuk mempermudah proses penanganan wilayah dan pengembalian infrastruktur pasca gempa.

Sumber : ekonomi.bisnis.com

Debit Air Sungai Meningkat Membuat Sebuah Alat Berat Hanyut Terseret Arus di Majene

0

Kondisi cuaca di Kabupaten Majene Sulawesi Barat nampaknya sedang tidak baik setelah hujan mengguyur dalam beberapa waktu terakhir. Hujan yang deras membuat debit air sungai di sekitarnya terus meningkat. Bahkan hal ini menyebabkan satu unit alat berathanyut terbawa air di salah satu jembatan di daerah tersebut.

Unit tersebut terbawa arus setelah digunakan untuk memperbaiki proyek jembatan Tubo tepatnya di kecamatan Sendana, Majene. Insiden tersebut terjadi pada hari Jumat 18 November 2022 dan viral di media sosial. Terdapat video yang diunggah oleh akun Instagram @ayoketubo yang memperlihatkan detik-detik unit tersebut terbawa arus.

Baca Juga : Jembatan Jurug A Dan B Ditutup, Rombongan Alat Berat Siap Datang Sabtu

Hujan Deras Pemicu Hanyutnya Alat Berat

Jembatan sungai Tubo Sendana sedang mengalami perbaikan sehingga dibutuhkan peralatan berat untuk bisa membantu proyek perbaikan jembatan. Namun dalam proses tersebut terjadi hujan deras selama berjam-jam sehingga debit air sungai terus meningkat. Hal ini cukup mengagetkan warga setempat terlebih proyek tersebut sangat dinantikan.

Sayangnya alat berat yang digunakan untuk memperbaiki jembatan yang cukup berpengaruh bagi warga sekitarnya justru terbawa arus sehingga otomatis proyek dihentikan sementara waktu. Kondisi di sekitar proyek cukup membahayakan sehingga sama sekali tidak bisa dilanjutkan dalam waktu dekat.

Insiden Sebabkan Kepanikan Warga

Dalam video yang viral tersebut terlihat jelas bagaimana detik-detik alat tersebut jatuh dan terseret arus sungai yang cukup deras. Warga yang ada di sekitarnya terlihat panik dan kemudian berlarian akibat kejadian tersebut. Saat kejadian tersebut para warga berlarian meninggalkan lokasi karena terlihat bahaya sudah mengintai.

Alat berat tersebut jatuh secara perlahan ke sungai kemudian terbawa arus yang cukup deras. Karena debit air yang cukup tinggi dan arus yang sangat deras alat yang cukup berat dan terbuat dari besi tersebut tetap hanyut dan tidak terselamatkan. Sayangnya belum diketahui bagaimana kelanjutan dan proses penanganan pasca kejadian.

Alat Berat Hanyut dan Kejadian Lainnya Akibat Cuaca Buruk

Unit alat yang digunakan untuk proyek jembatan Tubo yang kemudian hanyut terseret air ini menjadi salah satu kejadian yang disebabkan akibat adanya cuaca buruk. Hal ini cukup di luar dugaan dan sama sekali tidak dapat diprediksi sebelum melakukan proyek perbaikan jembatan untuk tetap memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Akibat cuaca buruk di kawasan Majene dan sekitarnya tidak hanya alat berat yang terseret air namun terdapat beberapa musibah lain yang terjadi. Akibat hujan secara terus-menerus dalam beberapa jam jembatan penghubung desa Seppong dan Manyamba Majene menjadi terbelah.

alat berat
sulbar.tribunnews.com

Hal ini otomatis memutus akses jalan bagi warga sekitar sehingga beberapa aktivitas terhambat. Ada pula musibah lain yang terjadi di kawasan Majene yakni seorang warga Paminggalan terseret arus sungai saat pulang dari kebun. Kejadian ini juga cukup mengagetkan warga sekitar sehingga kepanikan warga semakin bertambah.

Hal tersebut terjadi pada hari Rabu 16 November 2022 dan hingga hari kedua tepatnya Jumat 18 November 2022 korban belum juga ditemukan. Tim SAR sudah dilibatkan dalam hal ini untuk membantu mencari korban serta menangani beberapa kejadian lain yang terjadi dalam beberapa hari terakhir akibat cuaca buruk.

Beberapa informasi di atas menjadi peringatan bagi semua masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati di tengah musim penghujan seperti saat ini. Tak hanya alat berat saja yang bisa hanyut namun manusia sekalipun bisa saja terseret arus sungai saat curah hujan cukup tinggi. Pastikan Anda beraktivitas saat situasi dan kondisi benar-benar aman.

Sumber: sulbar.tribunnews.com

Bupati Indramayu Segel Tempat Usaha, Alat Berat Keluar Paksa

0

Proses pembenahan wilayah memang terus menerus dilakukan oleh Bupati Indramayu, Nina Agustina. Baru-baru ini, beberapa alat berat dipaksa meninggalkan sebuah lokasi karena proses pembenahan tersebut.

Alat Berat Terpaksa Berhenti Dan Meninggalkan Lokasi Operasional

Dilantik sejak awal 2021, Nina Agustina dikenal sebagai Bupati Indramayu yang gencar mengeluarkan aturan-aturan tegas demi perbaikan wilayahnya. Salah satu aturan yang diterapkan adalah penutupan usaha di wilayah Indramayu yang perizinannya tidak lengkap.

Baca Juga : Inilah 3 Tipe Batching Plant yang Perlu Anda Ketahui

Penutupan Bisnis Pencampuran Beton Hingga Pemberhentian Alat Berat

Diketahui telah ada beberapa usaha yang di tutup dan disegel paksa karena tidak dapat menunjukkan berkas perizinan terbaru dan tidak terdaftar dalam sistem pemerintah Indramayu. Pada Rabu 16 November 2022, Nina turun langsung didampingi oleh team dari Satpol PP setempat untuk melakukan pemeriksaan terhadap lokasi usaha di wilayah Indramayu.

Pada hari tersebut, Nina menyegel salah satu tempat usaha di bidang pencampuran beton. Kunjungan Bupati Indramayu ini dilakukan secara spontan namun tetap mengacu pada data perizinan yang mengindikasikan bahwa tempat usaha yang di datangi tersebut tidak memiliki izin resmi dari pemerintah.

Sidak yang dilakukan bersama jajaran Forkompinda ini langsung membuat operasional tempat usaha tersebut terhenti seketika. Usaha batching plant tersebut ditengarai tidak memiliki izin serta menggunakan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya.

Dengan kedua pelanggaran ini, Nina segera memberikan instruksi langsung untuk menyegel tempat usaha tersebut. Tidak sampai disitu, Nina juga meminta kepada pihak pemilik usaha untuk segera mengeluarkan alat berat yang sedang beroperasi dari tempat usaha tersebut.

alat berat
indramayukab.go.id

Proses pemindahan dan pengeluaran peralatan seperti truck mix dan alat lainnya dilakukan sebelum tempat usaha tersebut disegel. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar peralatan tersebut tidak kembali digunakan setelah petugas pulang atau pergi dari lokasi usaha tersebut.

Berdasarkan penuturan Bupati Indramayu Nina Agustina, setiap jenis usaha apapun bentuknya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Indramayu namun tidak memiliki izin prinsipal dari Pemkab Indramayu layak dan harus ditutup. Menurutnya, di wilayah usaha tersebut tepatnya Kecamatan Patrol terdapat dua usaha pencampuran beton yang di tutup karena tidak memiliki izin resmi.

PT. Berdua Multi Niaga diketahui menjadi salah satu usaha batching plant yang ditutup di wilayah Patrol. Penutupan ini dilakukan dengan prosedur berupa pemeriksaan dokumen perizinan oleh Satpol PP segera setelah petugas sampai ke lokasi usaha.

Kasat Pol PP dan Damkar Indramayu Teguh Budiarso, Kapolres Indramayu AKBP Lukman M Syarif dan Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Andang Radianto diketahui turut mendampingi Bupati Nina Agustina dalam Sidak izin usaha tersebut. Sidak ini juga akan terus dilakukan secara berkala dalam beberapa waktu ke depan.

Aturan Bupati Indramayu Mengenai Perizinan Usaha

Proses penyegelan lokasi usaha yang dilakukan oleh Bupati Indramayu diketahui merupakan salah satu program kerja yang dimiliki Nina Agustina selama menjabat sebagai Bupati. Bupati terbaru ini memiliki program dengan tujuan untuk membuka kesempatan investasi seluas-luasnya di wilayah Indramayu melalui usaha-usaha yang memiliki izin resmi.

Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menyebar informasi seluas mungkin mengenai perizinan yang harus dipenuhi oleh para pengusaha diantaranya adalah mendaftarkan usahanya dalam Online Single Submission (OSS), memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta memiliki bukti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika sebuah usaha diketahui tidak dapat menunjukkan bukti pemenuhan syarat perizinan tersebut, maka usaha tersebut akan di segel hingga pemilik usaha selesai mengurus perizinan usaha tersebut.

Pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu juga tidak segan menginstrusikan seluruh pihak untuk memindahkan alat berat atau peralatan terkait lainnya selama proses tersebut. Program ini diharapkan bisa membantu penertiban perizinan usaha di Kabupaten Indramayu dan membantu meningkatkan perekonomian wilayah.

Sumber : diskominfo.indramayukab.go.id