Saturday, June 22, 2024
Home Blog

NU Akan Garap Bekas Tambang Batubara KPC, Inilah Berbagai Masalah yang Perlu Dihadapi

0

Pengajuan izin tambang batubara yang diajukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini sedang diproses oleh pemerintah. Sebelumnya telah diumumkan bahwa NU akan mengelola lahan bekas tambang PT. Kaltim Prima Coal (KPC).

Meski saat ini belum dijelaskan berapa luas konsesi yang akan digarap beserta lokasinya, namun banyak kalangan yang mulai menyorot sejarah pengelolaan KPC di konsesi tambang yang pernah dikelolanya. Pasalnya NU akan memiliki PR besar jika mengelola konsesi bekas tambang KPC nantinya.

Baca Juga: Resmi, NU Dapatkan Lahan Tambang Batubara Bekas KPC

Izin Tambang Batubara NU Sedang Dalam Proses

NU menjadi ormas keagamaan pertama yang secara resmi mengajukan izin usaha pertambangan kepada pemerintah sesuai dengan kesempatan yang ditawarkan oleh Presiden Joko Widodo. Sebelumnya diketahui Presiden Joko Widodo menerbitkan PP No. 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pasca pengajuannya, Kementerian ESDM dan Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menuturkan bahwa izin pertambangan NU akan terbit di tahun ini. Setelah izin tersebut terbit maka otomatis NU akan memiliki wewenang untuk mengelola konsesi bekas tambang yang ditunjuk oleh pemerintah.

PR NU Di Lokasi Bekas Tambang Batubara KPC

Berkaitan dengan perizinan tambang batubara NU yang hanya tinggal menunggu waktu, banyak kalangan terus mengingatkan NU terkait berbagai kerusakan dan konflik yang berada di sekitar konsesi bekas tambang KPC. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) juga mengingatkan PBNU untuk Bersiap menghadapi sejumlah PR yang ditinggalkan KPC di konsesi tersebut.

Baca Juga: NU Positif Terima IUP Tambang, Muhammadiyah Masih Penuh Pertimbangkan

Beberapa PR yang harus dihadapi oleh PBNU di konsesi bekas tambang PT. KPC diantaranya:

  • Kondisi aliran Sungai Bengalon yang rusak akibat pembuangan limbah PT. KPC ke Sungai Lembak (anak sungai Bengalon)
  • Potensi banjir di aliran Sungai Sangatta yang terpengaruh akibat aktivitas tambang PT. KPC
  • Pencemaran di beberapa anak Sungai Sangatta yang membuat masyarakat tidak dapat mengkonsumsi air sungai tersebut serta lingkungan yang rusak dan ikan mati secara massal
  • Konflik pemindahan paksa masyarakat Dayak Basap oleh PT. KPC
  • Konflik perampasan paksa tanah warga seluas 13 hektare milik keluarga Salleng Tundung hingga istri Salleng Tundung, Dahlia Munsur dirawat di rumah sakit akibat kekerasan PT. KPC

Meski belum ada informasi mengenai lokasi konsesi PT. KPC yang akan dikelola PBNU, namun Jatam Kaltim menduga PBNU akan mendapatkan konsesi tambang di wilayah Rantau Pulung dan Sangatta, Kutai Timur. Kedua wilayah tersebut merupakan wilayah konsesi tambang batubara KPC yang memiliki catatan kerusakan dan konflik, sehingga PBNU diingatkan untuk mempersiapkan diri agar dapat menangani dan menyelesaikan PR tersebut jika nantinya mengelola area tersebut.

Sumber: betahita.id

Indonesia Coal Summit 2024 Akan Kembali Digelar, Ratusan Penggiat Tambang Batu Bara Siap Hadir

0

Pada tahun 2024, Majalah TAMBANG sekali lagi menggelar Indonesia Coal Summit (ICS), kali ini di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Kalimantan Timur. Ratusan penggiat tambang batu bara diketahui akan hadir dalam acara tahunan ini.

Acara prestisius ini akan diselenggarakan bersama dengan Indonesia Mining Association (IMA), Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI), Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) PD Kalimantan Timur, dan Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kaltim, dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Juni mendatang.

Baca Juga: Lelang Blok Tambang Mineral Dan Batubara Akan Kembali Digelar

ICS 2024, Ajang Tukar Ilmu Para Penggiat Tambang Batu Bara

Tema yang diusung untuk ICS 2024 adalah “The Resilience of Coal: Powering a Sustainable Future“. Hal ini mencerminkan upaya industri pertambangan batu bara untuk tetap relevan dalam konteks tantangan global terkait keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan.

Acara ini diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi untuk pengelolaan yang lebih baik dalam sektor pertambangan batu bara, tetapi juga untuk menyuarakan kontribusi sektor ini terhadap ketahanan ekonomi nasional. Diskusi tentang teknologi baru untuk mengurangi dampak lingkungan dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya diperkirakan akan menjadi sorotan utama dalam forum ini.

ICS 2024 Diharapkan Mempengaruhi Kemajuan Industri Tambang Batu Bara

Walikota Samarinda, Andi Harun, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kesempatan untuk menggelar ICS 2024 di kota mereka. Ia berharap acara ini dapat menjadi platform bagi para pemangku kepentingan industri pertambangan termasuk tambang batu bara dan komoditas lain untuk berdiskusi dan berkomitmen pada praktik pertambangan yang baik, termasuk memastikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Anda dapat menghasilkan praktik pertambangan dengan prinsip yang baik dan benar good mining practices oleh para praktisi pertambangan, akademisi, yang berlatar belakang ilmu pertambangan dan stakeholder baik pemerintah, swasta, dan pelaku dunia usaha,” ucap Andi Harun.

Baca Juga: Indonesia Perkuat Posisi di Industri Tambang Timah Global Melalui Asean Tin Industry Conference 2024

Direktur Utama Majalah TAMBANG, Atep A Rofiq, menegaskan bahwa sektor pertambangan batu bara tetap memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), penyerapan tenaga kerja, dan program pengembangan masyarakat.

Meskipun demikian, dia juga mengakui adanya tantangan besar seperti kampanye global untuk mengurangi penggunaan batu bara dan pembatasan modal dari lembaga keuangan internasional.

ICS 2024 juga diharapkan mampu menarik perhatian lembaga keuangan internasional dan pemerintah untuk lebih terlibat dalam pengembangan industri pertambangan yang berkelanjutan. Pemerintah, sebagai salah satu stakeholder utama, diharapkan dapat mendukung langkah-langkah untuk memastikan bahwa pertambangan batu bara tidak hanya berkelanjutan secara ekonomi tetapi juga lingkungan.

Sebagai kelanjutan dari ICS 2023 di Balikpapan dengan tema “Unlocking the Future of Coal; Growing in a Green World“, ICS 2024 diharapkan dapat menandai langkah-langkah konkrit menuju integrasi praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan dalam konteks global yang semakin sadar akan perlunya mengurangi jejak karbon.

Indonesia Coal Summit 2024 bukan hanya sekadar acara industri, tetapi juga sebuah momentum untuk merumuskan visi bersama tentang masa depan industri tambang batu bara yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan global. Harapannya, kesepakatan dan ide-ide yang muncul dari forum ini dapat menjadi landasan bagi transformasi positif dalam sektor ini, menghadapi kompleksitas tantangan lingkungan global dengan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Sumber: tambang.co.id

Industri Pertambangan Pengaruhi Kenaikan Nilai Ekspor Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) kembali membawa kabar gembira terkait kinerja ekspor Indonesia.Pada bulan Mei 2024, nilai ekspor Indonesia mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh berbagai industri termasuk industri pertambangan.

Nilai ekspor Indonesia diketahui mengalami peningkatan hingga 2,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai 22,33 miliar dollar AS. Kenaikan ini disumbang oleh sektor non migas yang mencatatkan pertumbuhan 14,46%, sedangkan sektor migas naik 5,12%.

Baca Juga: BRIN Sarankan Jumlah Ekspor Nikel Dibatasi

Nilai Ekspor Secara Bulanan Ikut Dipengaruhi Oleh Industri Pertambangan

Secara bulanan, nilai ekspor Mei 2024 juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu 13,82% dibandingkan April 2024. Hal ini menunjukkan bahwa geliat ekonomi Indonesia mulai pulih dan semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan internasional.

Berbagai sektor mulai dari sektor pertambangan, hingga sektor industri manufaktur kendaraan turut mempengaruhi performa ini. Meningkatnya nilai ekspor Indonesia secara bulanan maupun tahunan menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi Indonesia di pasar global.

Kondisi Industri Pertambangan Global Pengaruhi Impor Ekspor

Peningkatan ekspor migas Indonesia secara langsung dipengaruhi oleh kondisi industri pertambangan global. Nilai ekspor migas Indonesia pada Mei 2024 mengalami peningkatan sebesar 5,12% secara tahunan (yoy) dibandingkan Mei 2023. Angka ini mencapai 1,42 miliar dollar AS, naik dari 1,35 miliar dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Ekspor Nikel Indonesia Maret 2024 Turun Dibanding Maret 2023

Di sisi lain, peningkatan ekspor non migas diyakini didorong oleh beberapa faktor, salah satunya adalah meningkatnya aktivitas manufaktur di negara-negara mitra dagang utama Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi produk-produk manufaktur Indonesia untuk menembus pasar global yang lebih luas.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menjelaskan, terdapat beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan ekspor non migas adalah:

  • Bijih logam, kerak, dan abu (HS 26): Naik 25,96% secara bulanan dan 21,31% secara tahunan
  • Nikel dan barang daripadanya (HS 75): Naik 22,48% secara bulanan dan 44,20% secara tahunan
  • Mesin perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85): Naik 26,66% secara bulanan dan 12,32% secara tahunan
  • Kendaraan dan bagiannya (HS 87): Naik 26,80% secara bulanan dan 1,93% secara tahunan

Kinerja ekspor positif yang dipengaruhi oleh berbagai industri seperti industri manufaktur dan industri pertambangan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia terus berupaya meningkatkan daya saingnya di pasar global. Meskipun ekspor menunjukkan tren positif, perlu dicatat bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia mengalami penurunan akibat impor yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan ekspor. Untuk itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi impor dan mendorong penggunaan produk dalam negeri.

Sumber: money.kompas.com

Pemkab Jeneponto Siap Bangun BLK Alat Berat

Industri alat berat menjadi salah satu industri yang menyerap ribuan tenaga kerja di Indonesia. Pemerintah daerah yang menyadari hal tersebut terus berusaha memaksimalkan potensi masyarakat di wilayahnya melalui berbagai program termasuk memberdayakan BLK alat berat.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto menjadi salah satu pemerintah daerah yang sedang berusaha memaksimalkan potensi masyarakatnya melalui industri alat berat. Salah satu langkah yang diambil Pemkab Jeneponto untuk mewujudkan rencana tersebut adalah dengan pembangunan balai latihan kerja alat berat di wilayahnya.

Baca Juga: Pelatihan Operator Alat Berat dan Sertifikasi SIO Libatkan 181 Operator

BLK Alat Berat Jeneponto Siap Dibangun 2 Minggu Kedepan

Penyerapan tenaga kerja untuk industri alat berat di Jeneponto dinilai menjadi hal yang penting saat ini mengingat kondisi kemiskinan ekstrem yang masih terjadi di Jeneponto. Bupati Jeneponto, H. Muhammad Sarif Karaeng Patta, S.H., M.H. menuturkan bahwa Pembangunan balai latihan kerja ini menjadi salah satu usaha pemerintah agar masyarakatnya terutama kaum muda memiliki kemajuan di bidang ekonomi.

Pemkab Jeneponto berusaha untuk meningkatkan skill dan daya saing tenaga kerja di wilayah Jeneponto sehingga kondisi ekonomi wilayah juga akan ikut meningkat nantinya. Rencananya, pembangunan BLK untuk mendukung program ini akan dimulai dua minggu kedepan atau paling lambat awal Juli 2024.

Pembangunan BLK Alat Berat Jeneponto Didukung BLK Makassar

Tidak sembarangan mengambil langkah, Pemkab Jeneponto diketahui telah berdiskusi dengan pemerintah pusat maupun beberapa pihak lain seperti pemerintah Makassar yang telah lebih dahulu membangun BLK Alat Berat. Program pembangunan BLK di wilayah Jeneponto ini juga didukung oleh BLK Makassar.

Baca Juga: Pelatihan Alat Berat Untuk 3 Jenis Peralatan Digelar Di Barito Utara

BLK Makassar diketahui memberikan dukungan hingga membantu memastikan seluruh persyaratan pembangunan BLK di Jeneponto terpenuhi. Untuk mempermudah program BLK ini, Pemkab Jeneponto juga mengajukan penambahan kuota BLK kepada pemerintah pusat agar program penanggulangan kemiskinan ekstrem dapat berjalan lebih maksimal.

Meski belum diketahui lokasi pasti Pembangunan BLK ini, namun Pemkab Jeneponto memastikan seluruh persiapan telah berjalan maksimal sesuai dengan aturan yang berlaku. BLK ini dipastikan akan dibangun di lokasi yang strategis untuk memaksimalkan fungsi BLK nantinya.

Pemkab Jeneponto berharap langkah pembangunan BLK alat berat ini dapat memberikan manfaat yang sesuai dengan target program. Pembangunan BLK ini diharapkan jadi titik awal perbaikan ekonomi dan peningkatan skill para tenaga kerja di wilayah Jeneponto dalam industri alat berat secara keseluruhan.

Sumber: aliefmedia.id

316 Peserta Rebutkan 24 Kursi Peserta Didik Prodi Teknik Alat Berat PNP

0

Program studi (Prodi) teknik alat berat menjadi salah satu prodi favorit bagi para peserta didik yang ingin berkarir di industri alat berat. Salah satu lembaga pendidikan yang menyediakan prodi ini diantaranya adalah Politeknik Negeri Padang (PNP).

PNP merupakan politeknik yang bekerjasama dengan PT. Trakindo Utama sejak tahun 2007 lalu. Ratusan peserta didik lulusan Politeknik Negeri Padang (PNP) diketahui telah memasuki industri alat berat sejak prodi alat berat ini diresmikan.

Baca Juga: Kemenperin Dan Komatsu Jalin Kerjasama Vokasi Untuk Tingkatkan Industri Alat Berat

Prodi Teknik Alat Berat PNP Hanya Luluskan 24 Peserta Didik

Peminat program studi alat berat di PNP diketahui terus mengalami peningkatan. Tahun 2023 lalu, terdapat 220 orang pendaftar dan mengalami kenaikan di tahun 2024 dengan total 316 orang pendaftar atau calon mahasiswa.

Sayangnya meski jumlah peminat mengalami peningkatan, PNP sendiri masih mempertahankan kuota peserta didiknya yang berjumlah 24 kursi. Hal ini berarti, PNP hanya akan menerima 24 peserta didik diantara 316 pendaftar yang masuk pada 2024 ini.

Peserta Didik Prodi Teknik Alat Berat PNP Dijamin Bekerja Di Trakindo

Tidak hanya sekedar menjadi sponsor untuk prodi teknik alat berat di PNP, PT. Trakindo Utama diketahui memiliki peran besar terhadap karir para peserta didik di prodi tersebut. Pasalnya, seluruh lulusan prodi tersebut akan ditarik untuk bekerja di PT. Trakindo setelah berhasil menyelesaikan program pendidikan selama 3 tahun di Politeknik Negeri Padang.

Baca Juga: UT Dukung Peresmian Kelas Teknik Alat Berat SMK PGRI 2 Geneng

Alasan ini juga yang mendasari adanya pembatasan jumlah peserta didik di prodi tersebut. Ir Ihsan Lumasa Rimra SST MSc DECN selaku Wakil Direktur IV PNP menuturkan bahwa prodi ini telah berjalan 17 periode sejak kerjasama dimulai pada 2007 lalu.

Ir. Ihsan juga membenarkan bahwa lulusan prodi tersebut akan langsung bekerja di cabang atau anak usaha PT. Trakindo Utama di berbagai daerah. Beberapa peserta didik bahkan telah meneken kontrak kerja dengan perusahaan yang bersangkutan satu bulan sebelum program pendidikan selesai.

Wakil Direktur I Revalin Herdianto ST MSc PhD dan WD II Sarmiadi SE MM juga menjelaskan bahwa tingginya minat para pendaftar di prodi teknik alat berat ini dipengaruhi oleh kepastian karir yang diberikan oleh PT. Trakindo Utama tersebut. Namun Ir. Ihsan menegaskan bahwa banyak tahapan ujian masuk seperti UTBK hingga wawancara yang perlu dilewati para calon peserta didik untuk dapat mengikuti program pendidikan di prodi tersebut.

Sumber: harianhaluan.com

Alat Berat Dan Personel Gabungan Gotong Royong Di Hari Jadi Pekanbaru

0

Pada Kamis (20/06), Kota Pekanbaru secara resmi merayakan Hari Jadinya ke-240. Dalam rangka merayakan Hari Jadi ini, Pemko Pekanbaru bersama Pemprov Riau dan Forkopimda berkolaborasi untuk mendatangkan alat berat dan ratusan personel gabungan ke wilayah Pekanbaru.

Seluruh personel gabungan dan peralatan berat yang diturunkan diketahui melakukan gotong royong untuk membersihkan drainase yang tersumbat di wilayah Kota Pekanbaru. Perawatan lingkungan menjadi fokus dalam perayaan Hari Jadi Pekanbaru tahun ini.

Baca Juga: Alat Berat Excavator Amphibi PUPR Pekanbaru Siap Terjun Ke Lapangan

Dinas PUPR Pekanbaru Libatkan Alat Berat Dalam Gotong Royong

Berbagai OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru diketahui menurunkan personelnya untuk bergabung dalam operasi gotong royong ini. Pj Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa menuturkan bahwa gotong royong ini bukan hanya digelar untuk menyemarakkan Hari Jadi Pekanbaru, namun juga untuk memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Tidak hanya para personel gabungan, peralatan berat dari Dinas PUPR Pekanbaru juga turut dilibatkan untuk mempermudah proses pembersihan drainase yang mengalami pendangkalan. Pembersihan ini diharapkan mampu memaksimalkan kembali kondisi lingkungan dan drainase di wilayah Pekanbaru.

Alat Berat Tangani Drainase Bermasalah, Personel Gabungan Tangani Pembersihan Di Sekitar Drainase

Pj Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa menegaskan bahwa tanggung jawab perawatan lingkungan termasuk drainase bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja. Baik pemerintah maupun masyarakat perlu melakukan tindakan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga.

Baca Juga: Atasi Banjir, Pemkot Pekanbaru Anggarkan 10 Miliar Rupiah Untuk Beli Alat Berat

Penggunaan alat berat dalam pembersihan drainase di Hari Jadi ke 240 Kota Pekanbaru juga dinilai menjadi langkah yang tepat untuk memaksimalkan hasil gotong royong tersebut. Tidak hanya personel dari Pemkot dan Pemprov, seluruh Camat se Kota Pekanbaru juga turut mengikuti kegiatan tahunan ini.

Tidak hanya di satu titik saja, seluruh OPD yang mengikuti gotong royong dibagi menjadi kelompok tertentu dan ditugaskan memberishkan titik-titik di ruas jalan berbeda di Kota Pekanbaru.

Edward Riansyah selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru menuturkan bahwa kondisi drainase yang sebelumnya terjadi penyempitan boz culvert hingga berpotensi menimbulkan banjir kini sudah bersih kembali.

Perayaan Hari Jadi ke-240 Kota Pekanbaru yang dilakukan dengan mengerahkan personel gabungan dari seluruh OPD hingga alat berat ini dinilai menjadi aktivitas yang menakjubkan. Aktivitas ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk terus berusaha menjaga lingkungan semaksimal mungkin demi kenyamanan hidup bersama.

Sumber: selarasriau.com

Distributor Alat Berat Trakindo Raih Penghargaan Berkat Inovasi Bisnisnya

0

Trakindo, raksasa distributor alat berat Caterpillar® di Indonesia, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Di tengah berbagai tantangan industri alat berat, Trakindo dianugerahi Perusahaan Paling Inovatif 2024 dalam survei Indonesia Best Living Legend Company in Managing Innovation 2024 yang diselenggarakan oleh SWA Magazine.

Prestasi Trakindo Utama sebagai perusahaan ternama di Indonesia memang tidak perlu diragukan lagi. Tidak hanya berhasil menjadi salah satu distributor dengan penjualan tertinggi, Trakindo juga handal mengelola bisnisnya secara internal hingga berhasil meraih penghargaan.

Baca Juga: Distributor Alat Berat United Tractors Raih Penghargaan Berkat Kinerja Positifnya

Distributor Alat Berat Trakindo Rutin Berinovasi Untuk Ciptakan Nilai Tambah

Penghargaan yang diterima Trakindo pada 10 Juni 2024 lalu ini menjadi bukti nyata komitmen Trakindo dalam mengembangkan budaya inovasi berkelanjutan selama lebih dari 50 tahun. Trakindo meyakini bahwa inovasi merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah bagi kemajuan karyawan, pelanggan, dan perusahaan.

Continuous Improvement” menjadi landasan budaya perusahaan Trakindo dalam melakukan inovasi. Melalui pengembangan karyawan di semua tingkatan, Trakindo mendorong sinergi dan optimalisasi potensi untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Inovatif Jadi Sifat yang Mendarah Daging Di Distributor Alat Berat Trakindo

Sejak tahun 2002, distributor alat berat Trakindo telah memupuk budaya inovasi melalui penerapan konsep 6Sigma. Komitmen ini semakin diperkuat dengan penyelenggaraan “Innovation Day” sejak tahun 2014. Forum ini menjadi wadah bagi seluruh karyawan, tanpa batasan profesi, untuk menuangkan ide-ide inovatif yang berkontribusi positif bagi perusahaan.

Baca Juga: Distributor Trakindo Menjadi Tonggak Utama Dalam Industri Alat Berat di Indonesia

Upaya Trakindo dalam membangun budaya inovasi tak sia-sia. Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata dengan total skor 87.74. Trakindo telah menghasilkan lebih dari 2.700 inovasi sejak 2014, dua di antaranya telah dipatenkan dan diakui secara resmi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Trakindo untuk terus berinovasi, baik dalam skala kecil maupun besar. Inovasi-inovasi ini akan diimplementasikan dan direplikasi untuk mendukung kemajuan bisnis perusahaan. Semangat inovasi ini akan terus ditanamkan kepada generasi penerus, agar Trakindo tetap menjadi pelopor di industri alat berat dan memberikan manfaat bagi kemajuan bisnis dan pelanggan.

Lebih dari sekadar penghargaan, distributor alat berat ternama ini juga menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam membangun budaya inovasi berkelanjutan. Inovasi menjadi DNA Trakindo untuk terus berkembang dan memberikan solusi terbaik bagi berbagai pihak.

Sumber: trakindo.co.id

Alat Berat Tertimpa Material Longsor Di Tompoladang

0

Pihak Polsek Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati saat melewati area jalan di wilayah Tompoladang, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Imbauan ini diberikan setelah adanya satu unit alat berat yang secara tiba-tiba tertimbun oleh material longsor di area tersebut.

Jika memungkinkan, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunda rencana perjalannya mengingat area jalan yang masih rawan longsor. Penyebab longsor tersebut juga hingga saat ini masih belum diketahui.

Baca Juga: Dinas PUPR Kerinci Gercep Datangkan Alat Berat Tangani Longsor

Sedang Beroperasi, Alat Berat Tiba-Tiba Tertimpa Material Longsor

Tragedi longsor diketahui terjadi pada Rabu (19/06) sekitar pukul 14.20 Wita dan menyebabkan satu unit peralatan berat yang sedang beroperasi tertimbun material longsor. Kondisi cuaca saat kejadian diketahui cukup cerah sehingga penyebab terjadinya longsor tersebut masih belum diketahui.

Peralatan berat yang terdampak longsor ini diketahui sedang beroperasi untuk proyek pelebaran jalan di wilayah Tompoladang. Beruntung tidak ada korban luka maupun korban jiwa akibat kejadian ini.

Evakuasi Alat Berat Dilakukan dengan Peralatan Berat Lain

Meski tidak ada korban atas kejadian ini, namun proyek pelabaran jalan yang sedang digarap diketahui harus dihentikan karena para petugas fokus untuk mengevakuasi alat berat yang terdampak oleh material longsor tersebut. Posisi peralatan berat yang dikelilingi oleh material longsor membuat para pekerja konstruksi harus membersihkan material dan mengevakuasi peralatan yang terjebak lebih dulu sebelum melanjutkan pekerjaan pelebaran jalan.

Baca Juga: Alat Berat Rampungkan Pembersihan Longsor Di Malabo Dalam 1 Hari

Ipda Rusdi selaku PH. Kapolsek Mallawa menuturkan bahwa pihaknya harus menerjunkan unit peralatan berat lain untuk mengevakuasi peralatan yang tertimbun oleh material longsor berbentuk tanah dan bebatuan ini. Ukuran material bebatuan yang cukup besar membuat evakuasi hanya bisa dilakukan menggunakan peralatan berat lainnya dan tidak bisa dilakukan secara manual.

Ipda Rusdi juga menjelaskan bahwa material longsor ini tiba-tiba saja turun dari atas tebing saat proyek pelebaran jalan sedang berjalan. Beruntung operator yang sedang bekerja tidak tertimpa oleh material tersebut karena material mengarah ke bagian bawah peralatan.

Proses evakuasi alat berat berjalan lancar dan baru rampung 3 jam kemudian, sehingga proyek pelebaran baru dapat berjalan kembali pada Rabu sore. Ipda Rusdi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati saat melintas area jalan yang dikelilingi tebing karena potensi longsor dapat terjadi kapanpun.

Sumber: makassar.tribunnews.com

Rupiah Melemah, Industri Alat Berat Nasional Terancam

0

Industri alat berat nasional dihadapkan pada tantangan besar akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 16.412 per dolar AS pada 14 Juni 2024 ini berdampak signifikan terhadap biaya produksi alat berat, di mana 40% komponennya masih diimpor.

Impor komponen alat berat pada dasarnya menjadi hal yang wajar dalam industri manufaktur alat berat. Namun jika angka komponen ini terlalu tinggi, maka hal ini bisa membuat kondisi industri secara keseluruhan kurang baik.

Baca Juga: Distributor Alat Berat WISEL Terbitkan Obligasi Untuk Tambah Modal

Hinabi Menilai Pelemahan Rupiah Berdampak Besar Pada Industri Alat Berat

Ketua Umum Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), Giri Kus Anggoro, menilai bahwa kurs rupiah yang melemah memberikan pengaruh besar dalam industri peralatan berat. Kondisi tersebut dinilai memicu kenaikan struktur biaya produksi.

Giri Kus Anggoro juga menuturkan bahwa penting untuk menjaga kelancara arus kas dalam industri peralatan berat agar kondisi pasar alat berat tetap stabil. Untuk menjaga kelancaran arus kas, beberapa pelaku usaha berencana menaikkan harga alat berat sekitar 1,5%-3%.

Kondisi Industri Alat Berat Mengalami Penurunan Di Awal Tahun 2024

Bagi industri alat berat, kurs ideal rupiah berada di kisaran Rp 14.800-Rp 15.000 per dolar AS. Para produsen alat berat tengah berupaya meningkatkan kandungan lokal dan melakukan negosiasi transaksi dengan kurs lokal untuk meminimalisir dampak negatif pelemahan rupiah.

Baca Juga: Distributor Alat Berat United Tractors Raih Penghargaan Berkat Kinerja Positifnya

Hinabi sendiri diketahui memproyeksikan produksi alat berat nasional tahun ini mencapai 8.000 unit. Namun, hingga kuartal I-2024, produksi turun 23% year-on-year (YoY) menjadi 1.668 unit. Hydraulic excavator menjadi alat berat yang paling banyak diproduksi (1.427 unit), diikuti dump truck (141 unit) dan bulldozer (120 unit).

Pelemahan rupiah memang diketahui memiliki cukup banyak dampak dalam industri manufaktur alat berat, diantaranya:

  • Meningkatnya biaya produksi alat berat
  • Kemungkinan kenaikan harga alat berat, yang dapat menekan permintaan
  • Penurunan produksi alat berat, yang dapat berakibat pada hilangnya pekerjaan

Untuk mengantisipasi dampak-dampak tersebut, penggunaan kandungan lokal alat berat serta mencari alternatif bahan baku dari dalam negeri untuk menekan angka impor dinilai menjadi solusi yang tepat untuk dilakukan.

Pelemahan rupiah menjadi tantangan serius bagi industri alat berat nasional. Diperlukan langkah strategis dan kerjasama antar pihak terkait untuk meningkatkan daya tahan industri ini dan menjaga ketersediaan alat berat yang terjangkau bagi sektor-sektor penting dalam pembangunan nasional.

Sumber: industri.kontan.co.id

BWSS Sorot Tidak Adanya Perusahaan yang Urus Izin Angkutan Batu Bara Via Sungai Batanghari

0

Jambi menjadi salah satu wilayah yang sempat bermasalah dengan urusan angkutan batu bara via darat. Berbagai masalah timbul berkaitan dengan angkutan pertambangan sehingga Pemprov Jambi memutuskan untuk membangun jalur angkutam khusus untuk komoditas tambang.

Sembari menunggu jalur angkutan khusus selesai dibangun, angkutan komoditas batu bara dialihkan menggunakan jalur sungai melalui Sungai Batanghari. Namun kini, jalur alternatif tersebut juga memicu reaksi negatif dari beberapa kalangan.

Baca Juga: RMK Energy Berhasil Capai Angka Bongkar Muat Komoditas Batu Bara Tertinggi Di Mei 2024

Angkutan Batu Bara Via Sungai Batanghari Dinilai Berjalan Tanpa Izin

Aktivitas angkutan komoditas batu abra di Sungai Batanghari hingga saat ini masih terus berjalan. Sayangnya, Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS) menuturkan bahwa tidak ada perusahaan yang mengurus izin lintas di Sungai Batanghari meski aktivitas pengangkutan komoditas ini berjalan.

Dery, Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI menuturkan bahwa seharusnya seluruh angkutan yang melintas di Sungai Batanghari mengantongi izin lintas dari Kementerian PUPR termasuk angkutan tongkang kapal batu bara. Pembahasan terkait izin lintas sungai ini diketahui menjadi salah satu topik yang muncul dalam rapat di jajaran BWSS Provinsi Jambi.

Pemprov Jambi Tuturkan Angkutan Batu Bara Di Sungai Batanghari Tidak Perlu Perizinan

Kondisi angkutan batu bara yang terus menuai polemik ditanggapi langsung oleh Pemerintah Provinsi Jambi. Pemprov Jambi membenarkan bahwa jalur sungai saat ini menjadi jalur alternatif untuk angkutan komoditas tambang tersebut selama jalan khusus angkutan batu bara dibuat.

Baca Juga: Jalan Khusus Angkutan Batubara Jambi Ditargetkan Rampung Juni 2024

Karo Perekonoman Setda Provinsi Jambi, Johansyah juga turut menanggapi polemik terkait izin lintas sungai yang kini mencuat. Johansyah menyebut pihaknya telah mengutus perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Jambi untuk mengkonfirmasi hal ini kepada pemerintah pusat.

Berdasarkan konfirmasi tersebut, Balai Jalan Transportasi Darat menjawab bahwa Sungai Batanghari kini masuk klasifikasi Tiga atau Empat sedangkan aturan izin lintas sungai yang diberlakukan Kementerian hanya berlaku untuk sungai yang masuk klasifikasi Satu atau Dua.

Johansyah menuturkan bahwa berdasarkan jawaban dari pemerintah pusat tersebut, angkutan batu bara yang saat ini berjalan bisa terus diberlakukan tanpa pengurusan izin lintas. Status angkutan sungai yang merupakan jalur alternatif juga dinilai tidak akan bertahan lama sehingga pengurusan izin lintas dinilai tidak perlu dilakukan.

Sumber: jambi.tribunnews.com

Pasokah China Menurun, Harga Batu Bara Mengalami Kenaikan Tipis

0

Pasar komoditas batu bara saat ini sedang mengalami fluktuasi yang cukup cepat. Harga batu bara terus berubah setiap hari karena kondisi pasar global yang turut mengalami perubahan. Selama bulan Juni, harga komoditas ini terus mengalami penurunan dan baru mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Senin (17/06) lalu.

Pada penutupan perdagangan Senin lalu, harga komoditas batu bara mengalami kenaikan tipis. Meski mengalami kenaikan harga, namun para penggiat tambang batu bara menilai kenaikan ini belum dapat diartikan sebagai perbaikan pasar karena kenaikan yang tipis bisa berubah secara signifikan dan menyebabkan harga kembali turun.

Baca Juga: Harga Batubara Turun, Laba Bersih DSSA Tahun 2023 Anjlok

Harga Batu Bara Diperkirakan Naik Akibat Permintaan India yang Meningkat

India dan China menjadi dua negara yang memberikan pengaruh besar terhadap fluktuasi harga komoditas batu bara. Pasalnya India menjadi salah satu negara importir batu bara terbesar di dunia hingga tahun ini.

Di tahun 2024, India mengimpor 26,10 juta metrik ton (MT) dan mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023 lalu. Persiapan musim panas disinyalir menjadi penyebab kenaikan permintaan dari India di tahun ini.

Angka Produksi China Dan Permintaan India Pengaruhi Harga Batu Bara

Pada penutupan perdagangan Senin (17/06) lalu, harga batu bara untuk kontrak juli ditutup pada posisi US$ 135,5 per troy ons. Angka penutupan ini naik 0,25% dari penutupan perdagangan pada Jum’at (14/06) dengan posisi US$ 135,15 per troy ons.

Kondisi pasar dan permintaan di beberapa negara disinyalir menjadi alasan utama kenaikan harga ini. Tidak hanya kenaikan permintaan dari India, angka produksi yang menurun di China juga disinyalir turut mempengaruhi harga komoditas batu bara.

Baca Juga: Penurunan Harga Batubara Pengaruhi PDRB Kalimantan Timur

China, sebagai produsen batu bara terbesar di dunia mengalami penurunan angka produksi hingga 0,8% year on year pada Mei 2024. China baru memproduksi 383,85 juta ton batu bara pada Mei dan menjadi angka produksi terendah sejak Oktober 2022.

Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi penurunan angka produksi batu bara di China diantaranya inspeksi keselamatan yang berkelanjutan di China sehingga menyebabkan aktivitas produksi di beberapa titik terhenti termasuk di wilayah Shanxi yang merupakan wilayah penghasil batu bara utama di China. Berkurangnya angka produksi di China ini secara langsung mempengaruhi kenaikan harga batu bara di pasar global.

Sedangkan di India, G. Kishan Reddy selaku Menteri Batu Bara dan Tambang India telah menyarankan agar produksi batu bara domestik ditingkatkan untuk menekan angka impor batu bara. Sayangnya saran salah satu Menteri ini tidak bisa direalisasikan, terbukti dari peningkatan angka impor batu bara dan kokas pada April 2024 yang mencapai 13,2% mencapai 17,40 MT berdasarkan data dari Mjunction Service Ltd.

MD dan CEO Mjunction, Vinaya Varma menuturkan bahwa permintaan batu bara dari sektor tenaga listrik dan sektor non-regulasi menjadi salah satu alasan angka impor belum bisa ditekan. India mengalami titik tertinggi pengiriman batu bara saat pembangkit listrik termal (TPP) menambah stok untuk mengantisipasi permintaan listrik yang besar di musim panas.

Secara global, peningkatan harga batu bara akibat kondisi di dua negara tersebut merupakan kabar baik. Kondisi pasar komoditas tambang yang fluktuatif dinilai sebagai kondisi yang normal mengingat dinamika permintaan dan pasokan yang signifikan di berbagai negara.

Sumber: cnbcindonesia.com

RMK Energy Berhasil Capai Angka Bongkar Muat Komoditas Batu Bara Tertinggi Di Mei 2024

0

PT. RMK Energy Tbk (RMKE) menunjukkan performa gemilang di bulan Mei 2024 dengan menorehkan rekor bongkar muat batu bara. Aktivitas bongkar muat komoditas batu bara RMKE terus mengalami peningkatan tiap periodenya dan berhasil mencapai angka tertingginya di Mei 2024 lalu.

RMKE sendiri merupakan perusahaan jasa logistik dan perdagangan batu bara ternama di Indonesia. RMKE memiliki terminal batu bara di Muara Enim, Sumatera Selatan yang melayani bongkar muat komoditas dari kereta api pertambangan ke kapal tongkang maupun sebaliknya.

Baca Juga: KJL Bekerjasama dengan PLN BBN Untuk Permudah Angkutan Batubara

Bongkar Muat Komoditas Batu Bara Dipengaruhi Oleh Berbagai Faktor

Setiap tahunnya, RMKE berhasil memuat ratusan ribu MT batu bara di terminal-terminal yang dikelolanya untuk disalurkan sesuai dengan tujuan dari perusahaan tambang masing-masing. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi pencapaian bongkar muat komoditas tambang yang dilakukan RMKE.

Mulai dari kondisi cuaca hingga angka produksi batu bara turut mempengaruhi kemampuan RMKE sebagai perusahaan logistik. Tahun ini, peningkatan performa RMKE mulai terlihat di kwartal kedua tahun 2024 setelah sebelumnya terhalang oleh cuaca ekstrem di kwartal pertama tahun ini.

Detail Pencapaian Bongkar Muat Komoditas Batu Bara RMKE

Di bulan Mei 2024, RMKE berhasil membongkar 330 kereta dengan kapasitas 823,6 ribu MT komoditas batu bara. Pencapaian ini mengalami peningkatan 55,9% dibandingkan dengan performa pada bulan sebelumnya.

Tidak hanya itu, RMKE juga berhasil memuat 94 kapal tongkang berkapasitas 745 ribu MT batu bara. Angka ini meningkat 33,3% dibandingkan dengan performa muat batu bara RMKE pada bulan April 2024.

Baca Juga: Jalan Khusus Angkutan Batubara Jambi Ditargetkan Rampung Juni 2024

Pemulihan cuaca yang terjadi pada bulan Mei disinyalir menjadi salah satu faktor besar yang mempengaruhi performa RMKE. Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra menuturkan bahwa performa 4 bulan pertama di tahun 2024 cukup buruk akibat cuaca ekstrem yang menghambat operasional RMKE.

Tidak hanya dari segi cuaca, peningkatan on-time performance (OTP) bongkar kereta menjadi 3:49 jam, 21 menit lebih cepat dibandingkan bulan April juga membuat efisiensi operasional selama bulan Mei semakin meningkat.

Tidak hanya bergerak dalam bidang logistik, RMKE juga masih bergerak dalam bidang penjualan komoditas batu bara. Dalam sektor ini, RMKE juga berhasil menjual 220,2 ribu MT batubara, melonjak 344,5% dari bulan sebelumnya. Performa ini dipengaruhi oleh produksi tambang in-house PT. Truba Bara Banyu Enim (TBBE) yang mengalami peningkatan sebesar 276,7%.

Hingga Mei 2024, RMKE telah mencapai 31,6% dari target bongkar kereta, 32,0% dari target muat kapal tongkang, dan 31,2% dari target penjualan batubara tahun 2024. Dengan performa yang gemilang ini, RMKE optimistis dapat meningkatkan kinerja di semester kedua dan mencapai target tahun 2024. Perseroan yakin bahwa kondisi cuaca yang membaik akan terus mendukung operasional dan memberikan dampak positif pada kinerja.

Sumber: industri.kontan.co.id