Saturday, January 28, 2023
Home Blog Page 31

Komponen Crane

0

Pengertian Crane 

Crane merupakan salah satu jenis alat berat memiliki fungsi sebuah alat pengangkut yang digunakan dalam proses konstruksi pada pembangunan skala besar, mampu mengangkut material secara vertikal maupun horizontal, maka dijadikan alat utama pembangunan gedung bertingkat (high rise building). 

Untuk dapat melaksanakan fungsinya, alat berat crane terdiri dari beberapa komponen crane terdiri dari lengan, counter weight, cab dan lain sebagainya. 

Alat berat ini menggunakan prinsip jungkat jungkit untuk mengangkat material pada salah satu sisi di perberat sehingga sisi lain akan terangkat. 

Alat berat crane sering ditemukan pada pekerjaan konstruksi bangunan, pabrik ataupun berbagai pekerjaan lain yang berhubungan dengan ketinggian, memiliki kemampuan memutar dan jangkauan hingga puluhan meter. 

Alat berat crane harus memiliki kemampuan mengangkat, menahan, membawa dan menggeser beban atau material, juga harus memiliki kemampuan bongkar muatan, kapasitas besar serta ketinggian yang dapat diatur sesuai kebutuhan. 

Pengerjaan crane memiliki beberapa mekanisme yaitu pendongkrak (luffing), pemutar (slewing) dan penjalan (travelling) berdasarkan kekuatan mesin, keseimbangan beban, momen dan tegangan tali kabel serta kemampuan berputar 360 derajat.  

Crane dapat merupakan pesawat pengangkat dan pengangkut yakni mengambil, menahan, membawa dan menggeser material yang diangkut, namun tidak hanya mengangkut, tapi juga memiliki kemampuan bongkar muat dengan jangkauan yang sangat luas, kapasitas muat besar dan dapat diatur ketinggiannya.  

Komponen Crane

Crane sebagai salah satu alat berat mempunyai beberapa komponen, yaitu antara lain: 

  1. Jib atau lengan crane (working arm) 

Jib atau lengan crane merupakan salah satu komponen yang memiliki kemampuan berputar sebesar 360 derajat dengan fungsi sebagai tempat kabel sling untuk mengangkat beban atau material. 

Jib adalah lengan tower crane yang terdiri dari elemen-elemen besi tersusun menjadi satu bagian rangka batang.  

Lengan crane atau working arm tersusun dari elemen besi menjadi satu bagian rangka batang, dimana panjangnya disesuaikan dengan kemampuan maksimum pengangkatan beban. 

Pemasangan jib harus sesuai dengan keperluan dan persyaratan, baik panjang standart maupun maksimum, mempengaruhi beban yang diangkat. Sehingga setiap panjang jib terdapat daya angkat beban berbeda-beda. 

  1. Counter weight 

Dipergunakan untuk keseimbangan dari working arm, dimana bagian ujung satunya ditambahkan counter weight, terbuat dari beton dengan beban yang sesuai kebutuhan dari crane. Semakin besar beban crane maka semakin besar pula beban counter weight. 

  1. Hoist 

Hoist atau pengangkat merupakan salah satu komponen crane yang berfungsi membawa beban atau material secara vertikal. 

  1. Trolley 

Kebalikan dari hoist, trolley berfungsi membawa beban atau material secara horisontal. 

  1. Sling 

Merupakan kebel baja yang dipergunakan sebagai pengait antara crane dengan beban atau material, dimana panjang sling disesuaikan dengan kebutuhan dari alat berat crane. 

  1. Operator’s cab 

Merupakan salah satu bagian crane yang berguna sebagai tempat mengoperasikan crane, terdapat berbagai tuas dan panel pengendali crane. 

  1. Mast 

Memiliki fungsi mengatur ketinggian dari lengan atau working arm dengan dibantu tenaga hidrolik akan menggerakan moist ke arah vertikal. 

  1. Base section 

Merupakan bagian paling dasar dari alat berat crane terdapat pada bagian paling bawah tertanam dan terbuat dari beton yang sangat berat guna menahan beban dari material maupun crane. 

  1. Slewing unit 

Merupakan salah satu komponen crane yang berfungsi untuk memutar working arm 360 derajat. 

  1. Climbing frame 

Letak cabin yang tinggi maka harus terdapat akses masuk operator ke dalam kabin, berfungsi sebagai akses masuk operator ke dalam operator’s cab. 

  1. Tower top 

Merupakan bagian dari crane yang paling tinggi atau puncak. 

  1. Collar frame 

Merupakan salah satu bagian dari crane yang berfungsi sebagai pengaman apabila telah melebihi batas free standing, terdiri dari sabuk pengaman dikaitkan atau dipasang pada bangunan, dimana setiap zom masing-masing section atau sambungan. 

Dalam pemasangannya harus diperhatikan kekuatannya agar rekonstruksi berjalan stabil dalam menerima tekanan dan beban. 

Cara kerja crane 

Dalam penggunaannya cara kerja crane memiliki beberapa mekanisme seperti mendongkrak (luffing), memutar (slewing) dan bergerak (travelling), berdasarkan kekuatan mesin, keseimbangan beban, momen dan tegangan tali kabel serta kemampuan berputar 360 derajat. 

Cara kerja crane dibagi dalam beberapa mekanisme antara lain: 

  1. Mekanisme mengangkat (luffing atau hoisting mechanism) 

Luffing atau hoisting mechanism dipergunakan untuk mengangkat atau menurunkan material atau beban, prosesnya melalui motor bergerak atau berputar dan menarik serta mengulur kabel baja. Roller kabel baja dihubungkan dengan pulley. Bila melakukan mekanisme pengangkatan, mesin dihidupkan agar motor dapat berputar dan menggulung maupun mengendorkan kabel baja. 

  1. Mekanisme perjalanan (travelling mechanism) 

Mekanisme ini digunakan saat menggerakkan muatan/beban sepanjang lengan crane secara horizontal, dengan cara motor penggerak di hubungkan drum penggulung kabel baja yang menarik dan mengulur kabel baja dihubungkan oleh sistem pulley, dimana ujung kabel baja tersambung trolley dapat bergerak sepanjang lengan pengangkat tersebut dipergunakan untuk memindahkan beban atau material. 

  1. Mekanisme pemutar (slewing mechanism) 

Dipergunakan untuk memindahkan muatan sejauh radius lengan crane, dengan cara motor penggerak terhubung sistem roda gigi tujuannya menurunkan putaran dihasilkan dari motor penggerak, dimana putaran crane diatur menggunakan motor penggerak tersebut yang dihubungkan dengan meja putar yang terdapat pada bagian sambungan antara menara atau tiang utama dan lengan. 

Cara kerja mekanisme pemutar sebenarnya memanfaatkan tenaga hidrolik yang dibangkitkan oleh motor penggerak yang dihubungkan ke swing motor memutar bagian menara dari tiang utama crane. 

Penyebab Keausan Undercarriage Alat Berat

0

1. Pengertian Undercarriage Alat Berat

Undercarriage merupakan komponen alat berat tipe track dengan persentase biaya perawatan mencapai 50% dari keseluruhan perawatan machine, karenanya perawatan machine harus mendapat perhatian serius dari pemilik alat berat.

Semakin bertambah lamanya unit atau komponen membuat unit atau komponen tersebut mengalami penurunan performansi, sehingga diperlukan pemeriksaan dan pemeliharaan komponen agar mengetahui kapan waktu tepat untuk mengganti komponen sebelum mengalami kerusakan parah. 

Keausan komponen merupakan hal besar bisa berpengaruh terhadap aset fisik unit dan penyebab terhambatnya suatu pekerjaan. Kesalahan pengoperasian, keausan komponen juga merupakan penyebab kegagalan, maka perlu diketahui sifat fisik maupun kimiawi yang berpengaruh pada fungsi peralatan atau komponen bertujuan mencegah terjadinya kerusakan parah dan lamanya alat atau komponen sesuai rekomendasi factory dapat terjaga kondisi optimalnya. 

Undercarriage merupakan komponen bagian bawah pada unit alat berat, dimana salah satu komponen fital dari sebuah crawler tractor yang harus dilakukan perbaikan atau penggantian secara berkala, sebab jika tidak akan berakibat menurunnya performa alat tersebut. 

2. Faktor Penyebab Kerusakan Undercarriage Alat Berat

Kerusakan pada komponen Undercarriage biasa dialami setelah lima tahun pemakaian yang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: 

  1. Keausan 

Keausan Undercarriage alat berat bisa terjadi juga medan tempat beroperasinya alat berat seperti daerah dekat pantai, sehingga air laut yang asin mengenai bagian dari undercarriage menyebabkan cepat aus, dikarenakan korosi dipicu antara cairan kontak langsung dengan undercarriage tidak hanya air laut dan sungai saja tetapi juga bahan kimia seperti pupuk urea.

  1. Medan Kerja 

Beberapa area seperti pertambangan batu banyak ditemukan kasus alat berat yang rusak, dikarenakan medan keras menyebabkan undercarriage rusak ataupun patah bahkan sampai terlepas. Track pada alat berat dipergunakan setiap hari menginjak bebatuan, sehingga sering terjadi kerusakan dan membuat beberapa komponen kendor.  

Guna mencegah kerusakan yang sering terjadi yaitu dengan seringnya melakukan pemeriksaan dan perawatan, sehingga dapat mendeteksi kerusakan yang terdapat pada undercarriage sedini munkin menjamin kevalidan laporan. 

  1. Komponen Alat Berat Undercarriage 

Komponen alat berat undercarriage meliputi frama dan seperangkat track berperan penting dalam perpindahan dari tempat satu ke tempat lain, hal ini yang sering menyebabkan keausan undercarriage alat berat dikarenakan saling bergesekan.

Beberapa komponen yang sering mengalami pergesekan, yaitu: 

  1. Track Link 

Memerlukan beberapa karakteristik yang kompleks seperti kerusakan normal dan tidak normal berkenaaan dengan waktu pemakaian lama dan tingkat ketahanan terhadap retak yaitu pada: 

  • Permukaan track link mengalami keausan. 
  • Bagian Pin mengalami keausan. 
  • Sisi track link mengalami keausan. 
  • Terjadi crack atau retak pada track link. 
  • Sudut permukaan link yang mengalami kerusakan. 
  • Kerusakan pada sisi luar track link. 
  • Sisi track link bersinggungan dengan pin dan bushing mengalami keausan. 
  1. Teeth Sprocket 

Sprocket sebagai media penerus tenaga gerak ke track melalui bushing dan mengubah putaran sprocket menjadi gulungan pada track agar unit dapat bergerak, ada dua macam yaitu solid sprocket yang terbuat dari cast steel merupakan satu kesatuan, sehingga jika salah satu teeth sprocket mengalami kerusakan maka untuk menggantinya harus dilakukan pemotongan dilas kembali dan segmented sprocket lebih banyak digunakan karena cukup praktis penggunaannya dengan mudah dilepas atau diganti satu persatu. 

Keausan teeth sprocket biasa dikarenakan bersinggungan langsung dengan pin bushing yang ada pada track link, berbeda dengan ketika track yang tidak terpasang benar dan link pitch terlalu besar mengakibatkan teeth sprocket bersinggungan dan pecah pada bagian ujungnya. 

  1. Front Idler 

Posisi track guard akan bersinggungan dengan sisi luar track link, pergerakan unit dengan jarak jauh dengan kondisi miring, beban yang berat terus-menerus akan mempercepat keausan pada sisi luar link dan permukaan track roller membuat penahan pin pada link akan bersinggungan dengan track roller guard, sehingga track link bergerak tidak lurus akibat tegangan track kendor. 

  1. Carrier Roller 

Kotoran tanah yang menumpuk pada carrier roller menyebabkan fungsi carrier roller berubah dari penghantar gaya dan penahan ttrack link pada bagian atas dapat berputar menjadi media gesekan pada permukaan track link.  

Permukaan link yang berhubungan dengan pin dan bushing mengalami keausan disebabkan karena adanya tanah masuk dalam persinggungan tersebut di saat unit bekerja sehingga mempercepat keausan.  

  1. Track Roller 

Track roller dapat mengalami kerusakan jika bersinggungan dengan permukaan track lini, selain itu juga ketika flange mengalami keausan akibat singgungan dengan track guard. 

Kerusakan pada track roller hampir sama dengan kerusakan pada carrier roller penyebab keausan, sedangkan keausan pada flange yang disebabkan adanya singgungan dengan track guard yang memiliki jarak cukup lebar yang diakibatkan gerakan snacky track. 

Track Roller dipasang pada bagian track frame akan menahan berat unit terhadap track link, sehingga dapat dikatakan track roller adalah pembagi berat chasis terhadap track link. 

Penyebab masing-masing kerusakan yaitu: keausan permukaan link, keausan sisi permukaan link, keausan sudut permukaan link, penahan pin bagian atas, keausan sisi luar link, keausan lubang Shoe Bolt,  link retak dan permukaan link yang berhubungan bushing. 

Dengan demikian keausan komponen Undercarriage dapat disebabkan oleh mayoritas adanya kotoran pada bagian komponen Undercarriage, dimana pada saat komponen bergerak terbentur kotoran yang mengeras memudahkan komponen mengalami keausan, hal ini juga bisa pengoperasian yang kurang tepat mempengaruhi jangka waktu komponen bisa bertahan dan memesan suku cadang. 

Komponen Elektrikal Pada Alat Berat

0

Komponen elektrikal pada alat berat perlu dipelihara dengan prosedur yang benar untuk menjaga performa unit kondisi prima. terdapat tiga fungsi dasar, yaitu:

  • Input, antara lain: sensor, sakelar input, pembumian (ground), daya.
  • Pengendalian, meliputi: personality module, parameter, modul pengendalian elektronik.
  • Output, seperti injektor, actuator, lampu peringatan, alat pengukur.

Peralatan yang akan mengendalikan mesin seperti personality module, software dapat menentukan daya kuda dan torsi mesin. Parameter setelan (setting) dalam personality module dapat mempengaruhi operasi keseluruhan atau kinerja, ECM yang tidak dapat direparasi sebagai housing circuit elektronic. Komunikasi dua arah yang dipergunakan data link antara mesin dan system pengendalian kendaraan elektronik.

ECM menggerakkan alat ukur tachometer atau speedometer sebagai output seperti injektor yang menyediakan pengiriman bahan bakar, actuator (injection actuation pressure control valve (IAPCV) mengkonversikan sinyal listrik dari ECM ke spool valve dapat mengendalikan tekanan outlet pompa.

Aliran arus ECM berinteraksi dengan mesin, tidak boleh membongkarnya. Hal ini mempengaruhi wiring harnes atau sensor bagaimana parameter dapat mengoptimalkan kinerja ECM.

Komponen elektrikal sistem yang terdapat dalam alat berat seperti dozer, grader, excavator dan lain-lain antara lain:

1. Battery

Mempunyai fungsi sumber tenaga atau tegangan guna mensuplai arus listrik ke sistem kelistrikan, mampu mengubah reaksi kimia menjadi energi listrik.

2.  Instalasi Elektrikal Wiring (Wiring Harnes)

Rangkaian kabel yang dipergunakan untuk menghubungkan komponen dalam sistem elektrik meliputi starting sistem, charging sistem, monitor panel dan control sistem, lighting sistem dan sebagainya, sehingga arus battery dapat mengalir dan bekerja sesuai fungsinya. Diameter kabel yang dipergunakan sesuai dengan besar arus yang mengalir, guna mempermudah menelusuri jalur kabel dapat diberi warna atau nomer sesuai sistem masing-masing.

2.1 Kerusakan wiring

Instalasi elektrikal wiring pada alat berat perlu dilakukan dengan prosedur benar dalam menjaga performa unit prima, ada beberapa kerusakan yang terjadi pada instalasi elektrikal wiring antara lain:

a. Kerusakan kabel dan konektor

Kabel dan konektor terpasang pada unit rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh air dan panas, baik panas matahari maupun mesin itu sendiri. Hal ini membuat kabel dan konektor lebih cepat mengalami kerusakan karena deformasi bahan yang dipergunakan, maka perlu perawatan.

b. Kerusakan kontak konektor

Penyebab kerusakan kontak konektor biasanya terjadi saat pemasangan yang tidak benar (sempurna), selain itu juga disebabkan oleh korosi atau oksidasi, membuat intermitten pada elektrikal sistem.

c. Penyambungan kabel

Penyambungan kabel dengan cara crimping harus memperhatikan prosedur yang benar,  apabila caranya tidak tepat dapat menyebabkan kabel tidak tersambung dan putus.

d. Ketidaksesuaian prosedur pelepasan konektor

Pada saat melakukan pelepasan komponen elektrik dan konektor, prosedur yang benar dengan cara memegang pada bagian konektor, tidak dianjurkan menarik kabel karena menyebabkan disconnection.

e. Konstruksi konektor

Konstruksi konektor terpasang pada alat berat didesain sedemikian rupa oleh pabrik mencegah air masuk, jika air dengan tekanan tinggi disemprotkan ke konektor menyebabkan short circuit pada sistem electric.

f. Grease masuk ke dalam konektor

Grease yang masuk ke dalam konektor menyebabkan kerusakan pada pin konektor, dapat dicegah dengan melakukan pembersihan konektor menggunakan lap kain bersih.

2.2 Perawatan wiring

Agar tetap dalam kondisi prima, perlu adanya perawatan wiring yaitu dengan cara:

a. Penekukan kabel

Apabila kabel ditekuk dengan radius kecil berpotensi kabel putus, beda dengan radius yang lebih besar akan membuat kabel menjadi lebih awet. Maka dari itu pastikan tekukan kabel 6 kali dari diameter kabel dengan menggunakan clamp dan bolt, tlerap atau media lainnya.

b. Condult kabel

Kabel terpasang pada komponen dalam posisi telanjang berpotensi kerusakan pada kabel akibat panas dan putus, maka diperbaiki dengan memberikan spiral condult sehingga lebih terlindungi dan aman.

c. Clamp pada instalasi kabel

Kabel pada komponen terkena beban dapat mengakibatkan kabel bergerak mengalami gesekan ketika terjadi getaran saat mesin berjalan, dapat diperbaiki dengan memberikan clamp pada kabel dapat mengurangi resiko kabel terjadi gesekan.

d. Hose dan wiring terpisah

Pemasangan kabel dan hose digabung jadi satu dapat diperbaiki dengan memberikan clamp terpisah antara hose dan kabel, bertujuan mengurangi resiko terjadinya gesekan pada hose dan kabel yang dikarenakan hose bergerak mendapatkan tekanan pada sistem hydraulic.

3. Starting switch (kunci kontak)

Komponen electric berupa switch digerakkan secara manual dengan cara memutar kunci, memposisikan on, strart, preheating atau off menghubungkan terminal di dalam B, BR, C, R1, R2, ACC sesuai posisi switchnya. Berfungsi mengalirkan arus listrik penggerak relay utama (battery relay, safety relay), sehingga tegangan mengalir ke sistem listrik di unit.

Adapun rangkaian dan fungsi komponen sistem starter pada alat berat dengan menggunakan motor listrik sebagai pemutar, sehingga sistem bahan bakar dan sistem pengapian (mesin bensin) dapat bekerja menggerakkan atau memutas mesin saat terkait dengan gigi ring gear roda penerus (fly wheel).

Motor starter tidak dapat bekerja jika tidak ada sumber tenaga yang menggerakkan, dimana sistem starter merupakan serangkaian komponen yang saling terkait, kunci kontak (ignition swith) berfungsi untuk mengaktifkan isitem starter dengan memberikan arus dari terminal ST (starter) pada kunci kontak ke solenoid.

4. Battery relay

Mengaktifkan dengan cara menyediakan daya ke starter relay dari battery, dapat dioperasikan secara langsung menggunakan kunci atau tombol atau diaktifkan dari jarak jauh melalui kunci pengontrol ditempatkan pada dashboard assembly atau kolom kemudi. Berfungsi untuk memutuskan atau menghubungkan negatif dengan body/chasis, disebut negative relay.

5. Safety relay

Dapat dipergunakan dalam beberapa sistem starter, terletak diantara key start switch dan starter solenoid, merupakan sebuah switch magnet diaktifkan oleh daya battery disuplai melalui key start switch. Menggunakan sejumlah kecil arus dari key start switch guna mengendalikan arus lebih besar ke starter solenoid serta mengurangi beban pada key start switch.

6. Alternator

Komponen elektrik mempnuyai tiga terminal (B,R,E) dan di pasang pada bagian depan cover engine dan du hubungkan dengan drive pully menggunakan V-belt, sehingga saat engine hidup alternator langsung ikut berputar menjadi tenaga listrik mengisi tegangan (charging) battery, menghasilkan arus DC (direct current).

7. Starting motor

Berfungsi merubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanis (putar).

8. Fusible link

Berfungsi sebagai pengaman battery supaya tidak meledak jika terjadi short circuit (kongslet) pada sistem secara menyeluruh karena misdisconnect, harnes kejepit.

9. Speed sensor

Suatu sensor yang dipasang pada housing flywheel atau transmisi dan terdapat dua buah kabel sebagai output.

10. Selenoid valve

Bekerja saat arus listrik mengalir ke coil di dalam selenoid valve, sehingga akan timbul medan magnet yang berfungsi sebagai switch valve, menghubungkan dan memutuskan aliran dari port input ke port output.

11. Monitor panel

Dipasang di dalam kabin dna bekerja berdasarkan input signal dari sensor dan switch, meliputi fungsi monitor display, switch mode selector dan memiliki CPU (central processing unit) built in memproses dan menampilkan semua informasi menggunakan LCD (liquid crystal display).

Semoga menambah pengetahuan soal elektrikal pada alat berat.

Komponen Pada Wheel Loader

0

Pengertian Wheel Loader

Wheel loader merupakan salah satu alat berat mirip buldozer, namun menggunakan roda karet, biasa digunakan untuk memindahkan bahan material ke dalam truk atau tempat lain dengan menggali meggunakan bucket yang diarahkan dan didorong ke material.

Wheel loader digunakan pada daerah kerja yang rata, kering dan kokoh karena menggunakan roda karet dan memiliki mobilitas tinggi yang dapat digerakkan leluasa membuat ruang gerak fleksibel yang tidak mampu dilakukan alat berat lain.

Ada dua jenis loader dalam pekerjaan proyek, yaitu wheel loader dan dozer shovel, yang memiliki beberapa perbedaan terutama bagian fungsi dan mobilitas.

Metode pemuatan pada alat loader baik dozel shovel ataupun wheel loader yaitu:

  • I-Shape/cross loading

Merupakan salah satu cara pemuatan wheel loader dimana kedua alat wheel loader maupun tempat dumping atau truk bergerak.

  • V-Shape loading

Merupakan salah satu cara pemuatan wheel loader yang membentuk lintas berbentuk huruf V, bergerak ke depan untuk pemuatan kemudian mundur dengan sedikit berbelok, untuk melakukan proses dumping atau pembuangan.

  • Pass loading
  • Load and carry

Merupakan salah satu cara pemuatan wheel loader membentuk garis yang saling tegak lurus atau huruf L.

Fungsi lainnya yaitu antara lain:

  1. Pembersihan lapangan atau land clearing.
  2. Penggusuran tanah.
  3. Mengambil dan mempersiapkan material.
  4. Meratakan tanah dan mengisi galian tanah.
  5. Melakukan stripping (mengeruk permukaan tanah yang kurang bagus).
  6. Meratakan bagian permukaan bidang rata atau finishing.

Kelebihan dan Kekurangan Wheel Loader

Pemuatan dan pemindahan material ke dalam truk awalnya dilakukan excavator, namum kapasitas bucket loader makn besar maka loader sering digunakan sehingga materail yang diangkut lebih banyak dalam satu waktu. Hal ini yang membuat wheel loader memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:

Kelebihan Wheel Loader

Wheel loader memiliki kelebihan antara lain:

  • Mobilitas tinggi,
  • Kemampuan manuver yang baik pada daerah pemuatan (loading point),
  • Lebih jarang mengalami kerusakan karena terbuat dari bahan karet.

Kekurangan Wheel Loader

Wheel loader selain memiliki kelebihan, juga memiliki kekurangan yaitu:

  • Proses dumping kadang miring dan tidak tata, tergantung skill operator.
  • Menggunakan ban karet, maka perlu penggantian secara berkala apabila kondisi ban karet sudah aus.

Komponen wheel loader

Komponen dalam wheel loader seperti gambar di atas yaitu:

  1. Bucket

Merupakan perlengkapan yang terdapat dalam wheel loader, mempunyai fungsi  untuk menggali (digging) dan memuat (loading) material tanah, batu, kayu dan lain-lain. Ada beberapa macam tipe dari bucket yang digunakan wheel loader, yaitu:

a. Stockpille

Digunakan untuk memuat material-material timbunan (stockpille product), seperti crushed rock atau bahan konstruksi lainnya.

b. Excavating
Digunakan untuk menggali dan memuat batu-batu bekas ledakan (balsed rock) atau tanah biasa, memiliki sebuah flat blade, straight cutting edge dan dilengkapi konstruksi kokoh dan anti aus.
c. Light material bucket
Dipergunakan untuk memuat material ringan (specific grafity dibawah 1.2 t/m3) seperti salju, pupuk atau makan ternak, bisa juga batu bara ringan (specific gravity dibawah 0,89 t/m3), konstruksi yang lebih lebar, sehingga dapat memuat lebih banyak material.
d. V-edge type (spade-nose rock bucket)
Dipergunakan untuk memuat batu bekas ledakan, dirancang dengan cukup kokoh dan tahan terhadap keausan.
 e. Skeleton bucket

Dipergunakan untuk menggali dan memuat batu bekas ledakan atau cluster, dirancang memiliki kisi-kisi berfungsi mengeluarkan tanah atau batu kecil.

f. Side dump bucket

Bucket ini dapat membuang material dengan arah ke depan maupun ke samping, sangat cocok dipergunakan untuk pekerjaan konstruksi.

g. Multi purpose bucket

Bucket serba guna yang dapat digunakan beberapa variasi pekerjaan seperti scraping, scoping dan loading.

2.  Tilt lever

Merupakan salah satu komponen wheel loader yang memiliki fungsi sebagai garpu pemegang bucket, berhubungan dengan power cylinder pada sistem hidrolik alat berat.

3.     Lift cylinder

Merupakan salah satu komponen wheel loader berfungsi untuk meneruskan yenaga hidrolik menjadi gerakan maju mundur memposisikan bucket ke depan dan belakang.

4.     Lift arm
Merupakan salah satu komponen wheel loader berfungsi untuk menggerakkan bucket naik dan turun, pada posisi lower, float dan raise.
5.      Head lamp

Merupakan salah satu komponen wheel loader berfungsi untuk mempermudah mobilisasi atau perpindahan dan pergerakan, terhubung dengan sistem pemindah tenaga meneruskan putaran dari mesin ke permukaan jalan.

6.     Turn signal lamp

Merupakan salah satu komponen wheel loader berfungsi sebagai tanda isyarat kepada alat berat lain, kendaraan, pekerja pada proyektersebut saat wheel loader akan berpindah posisi atau berbelok, berkaitan dengan keamanan dan keselamatan kerja.

7.     Front wheel

Merupakan salah satu komponen wheel loader berfungsi untuk mempermudah mobilisasi atau perpindahan dan pergerakan dari sheel loader, terhubung dengan sistem pemindah tenaga meneruskan putaran dari mesin ke permukaan jalan.

8.     Rear wheel

Merupakan salah satu komponen wheel loader berfungsi mempermudah mobilisasi atau perpindahan dan pergerakan dari sheel loader, dimana roda belakang atau rear wheel berhubungan langsung dengan mesin melalui sitem pemindah tenaga.

9.     Engine

Merupakan salah satu komponen wheel loader memiliki fungsi sebagai tenaga penggerak dari wheel loader yang dapay berpindah posisi dengan mudah.

10. Kabin

Merupakan salah satu komponen wheel loader memiliki fungsi sebagai tempat kontrol dan kemudi dari wheel loader, juga sebagai tempat duduk pengemudi.

Fungsi dan Interval Pergantian Oli Alat Berat

0

Fungsi dan Interval Pergantian Oli Alat BeratSeperti yang kita tahu bahwa oli merupakan bagian yang sangat penting untuk mesin. Oli merupakan bagian yang akan selalu dibutuhkan oleh semua kendaraan bermesin. Berkaitan dengan oli pada alat berat, salah satu fungsinya adalah untuk menjaga agar performa mesin tetap maksimal. Selain itu, untuk fungsi spesifik oli pada alat berat adalah sebagai berikut:

  • Mencegah korosi: Mesin yang sudah lama tidak dipanaskan berpotensi mengakibatkan terjadinya korosi. Untuk itu, peran oli di sini sangat penting karena mampu mencegah terjadinya korosi yang berakibat pada kerusakan mesin
  • Meredam panas: mesin yang digunakan untuk menjalankan tugas dalam waktu lama akan membuat mesin tersebut cepat panas. Oli atau pelumas berfungsi untuk meredam panas mesin sehingga kinerja mesin tetap optimal.
  • Mencegah keausan: setiap komponen pada mesin akan selalu mengalami gesekan antara komponen satu dengan komponen lainnya. Kondisi ini mengakibatkan mesin mengalami keausan. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, maka mesin perlu diberi pelumas.
  • Melawan oksidasi: setiap oli sudah dilengkapi dengan zat aditif. Salah satunya adalah zat anti oksidan yang akan mencegah agar tidak terjadi oksidasi pada molekul pelumas

Dengan semua fungsi yang dimiliki oleh pelumas tersebut, maka tidak bisa kita pungkiri bahwa oli memang sangat dibutuhkan mesin alat berat. Ketika oli dalam kondisi bagus, maka performa mesin akan tetap terjaga. Sebaliknya, jika oli dalam kondisi jelek atau dengan kata lain harus segera diganti, maka Anda harus segera mengganti oli tersebut agar mesin tidak sampai mengalami permasalahan yang bisa berpengaruh terhadap performa alat berat dalam menjalankan tugasnya.

Interval Pergantian Oli Alat Berat

oli pad alat berat

Seperti yang kita tahu bahwa beberapa lokasi perusahaan tambang ada di dataran tinggi atau pegunungan yang tentunya ada banyak alat berat yang digunakan untuk menjalankan setiap pekerjaannya. Salah satu contoh perusahaan tersebut adalah Freeport Indonesia yang berada di di ketinggian antara 0 sampai 4000 meter.

Alat berat yang digunakan untuk beroperasi di dataran tinggi akan menjalankan tugas yang lebih berat karena disebabkan oleh kerapatan udara yang kurang padat jika dibandingkan dengan udara yang terdapat di permukaan laut. Hal ini mengakibatkan kandungan oksigen menjadi lebih sedikit. Di sisi lain, mesin memerlukan udara (oksigen) yang cukup agar dapat proses pembakaran bahan bakar menjadi lebih efisien.

Mesin diesel yang dioperasikan di tempat yang tinggi berpotensi mengalami beberapa kondisi seperti di bawah ini.

  • Perungangan daya
  • Peningkatan asap knalpot
  • Suhu knalpot yang lebih tinggi
  • Meningkatnya kadar jelaga atau karbon deposit-soot yang ada di dalam oli
  • Menyebabkan kecepatan turbocharger menjadi lebih tinggi

Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi dan performa mesin. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan rutin mengganti oli pada alat berat yang Anda gunakan tersebut secara rutin. Yang tidak kalah penting adalah Anda harus menggunakan oli yang berkualitas tinggi dari merek yang terbaik agar oli tersebut mampu melumasi mesin yang bekerja lebih berat tersebut.

Biasanya, perusahaan yang mendesain mesin akan menyediakan manual book yang menyesuaikan dengan kebutuhan mesin tersebut. Dengan kata lain, kebutuhan antara satu mesin dengan mesin yang lainnya bisa berbeda tergantung seberapa berat beban kerja yang harus dijalankan. Misalnya, untuk mesin yang digunakan pada ketinggian 6000 kaki atau di bawah 1830 meter, maka disarankan oli diganti pada 500 jam operasi.

Sementara itu, mesin yang beroperasi di atas 6000 kaki disarankan untuk mengganti oli untuk setiap 250 jam operasi. Selain itu, Anda juga perlu menjalankan program analisis dan sampling oli jika mau memperpanjang oli mesin untuk selain 250 jam. Setelah melakukan analisa dan memang sampel oli yang digunakan tidak ada tanda-tanda keausan dan oksidasi, maka pergantian oli dapat diperpanjang 50 jam jadi 300 jam.

Kemudian evaluasi terhadap oli harus tetap berlanjut pada setiap 3 kali service untuk memastikan apakah oli yang ada pada mesin alat berat tersebut kondisinya masih bagus atau memang sudah waktunya diganti. Jangan sampai Anda telat ganti oli karena bisa mempengaruhi performa mesin. Terlebih jika alat berat tersebut digunakan setiap hari serta selalu digunakan untuk menjalankan tugas yang berat.

Tips Memilih Oli Terbaik Untuk Alat Berat

oli pad alat berat

Setelah mengetahui betapa pentingnya fungsi oli pada alat berat, maka informasi yang juga tidak boleh Anda lewatkan adalah  tips-tips penting untuk memilih oli terbaik. Salah memilih oli hanya akan menyebabkan masalah mesin. Tedapat dua tips dalam memilih oli yang benar yaitu:

  • Pilih oli pada alat berat berdasarkan petunjuk yang sudah tertera di buku manual. Anda tinggal mengecek buku manual untuk mendapatkan informasi kira-kira oli apa yang pas untuk mesin pada alat berat yang Anda gunakan
  • Pastikan menggunakan oli dari merek terpercaya yang kualitasnya sudah diakui

Itulah informasi yang bisa kami sampaikan. Kesimpulannya, pergantian oli pada alat berat harus menyesuaikan kebutuhan dari masing-masing alat berat tersebut. Alat berat yang digunakan di dataran tinggi dan untuk menjalankan tugas yang berat perlu sering dilakukan pengecekan kondisi olinya.

Anda bisa melihat informasi tentang kapan Anda harus mengganti oli berdasarkan buku manual yang sudah tersedia. Selain itu, pastikan Anda memilih oli dengan kualitas terbaik dan merek yang terpercaya. Dengan begitu, oli pada alat berat yang Anda gunakan mampu memberikan performad pada mesin sehingga mampu mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengenal Oli Hidrolik dan Oli Mesin Alat Berat

0

Mengenal Oli Hidrolik Alat Berat dan Oli Mesin Alat Berat –  Kali ini kami akan membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan oli hidrolik dan oli mesin. Oli adalah bagian yang sangat penting yang berpengaruh terhadap kinerja sebuah mesin. Oli akan membuat mesin bekerja secara maksimal untuk jangka waktu yang lama. Oli berfungsi sebagai pelumas untuk komponen-komponen yang ada di dalam mesin.

Ketika beroperasi, setiap komponen pada mesin akan saling bergesekan yang kemudian akan menyebabkan timbulnya panas. Kondisi ini mengakibatkan mesin cepat aus. Oleh karena itu, oli memiliki peran yang sangat penting karena akan melumasi setiap komponen mesin sehingga gesekan bisa diminimalisir. Selain itu, oli juga berfungsi untuk membersihkan mesin dari debu dan juga kotoran yang menempel.

Debu dan juga kotoran yang menempel tersebut kemudian akan diikat oleh oli dan mengalir bersama oli ketika sudah waktunya diganti. Fungsi lain dari oli yaitu untuk mendinginkan mesin. Namun perlu diperhatikan bahwa seiring berjalannya waktu, kemampuan oli untuk menjalankan semua fungsinya tersebut semakin lama semakin menurun. Maka dari itu perlu dilakukan pergantian oli secara rutin. Berkaitan dengan oli pada alat berat, Anda harus tahu bahwa terdapat dua jenis oli. Kedua jenis oli tersebut adalah oli hidrolik dan juga oli mesin.

Oil Hidrolik Alat Berat dan Oli Mesin Alat Berat

oli hidrolik

Di bawah ini kami akan memberikan penjelasan tentang oli hidrolik dan juga oli mesin.

1. Oli Hidrolik (Hydraulic Oil)Oil Hidrolik Alat Berat dan Oli Mesin Alat Berat

Oli hidrolik merupakan jenis oli yang memiliki klasifikasi dan kekentalan atau viskositas seperti yang dimiliki oli mesin. Akan tetapi, tingkat kekentalan tersebut tidak dinyatakan sebagai SAE maupun kode API Service. Beberapa sifat yang dimiliki oli hidrolik antara lain:

  • Bersifat mudah mengalir atau fluidity
  • Tidak dapat dimampatkan atau uncompressible
  • Memiliki sifat melumasi
  • Memiliki sifat kimia dan juga fisika yang stabil
  • Melindungi agar tidak terjadi karat
  • Memiliki sifat bisa menyesuaikan dengan tempat
  • Bisa memisahkan kotoran

Sementara itu, kerusakan oli terjadi karena disebabkan oleh:

  • Deteriorasi: kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh dari dalam oli
  • Kontaminasi: kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh dari luar oli

Ketika oli mengalami masalah maka bisa berakibat pada komponen mesin sehingga menimbulkan gangguan mesin. Oli hidrolik memang dirancang agar memiliki semua sifat seperti yang sudah disebutkan di atas. Viscosity adalah kemampuan fluida untuk bisa mengalir dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Untuk satuan kekentalannya yaitu SSU atau Centistokes

2. Oli Mesin (Engine Oil)

Lalu bagaimana dengan oli mesin? Oli mesin merupakan jenis oli yang dinyatakan dengan satuan SAE. SAE merupakan kependekan dari Society of Automotive Engineering. Rumusnya, semakin besar angka yang ditunjukkan oleh satuan SAE maka semakin tinggi pula tingkat kekentalannya. Oli mesin dikelompokkan dengan berdasarkan mutu dan juga penggunaannya.

Untuk klasifikasinya dinyatakan dalam API yang merupakan singkatan dari American Petroleom Institute. Untuk urutannya memakai abjad mulai dari A. Kuncinya, semakin menjauhi A, maka oli tersebut semakin baik. Contohnya seperti di bawah ini.

  • Untuk gasoline engine menggunakan SA, SB, SD, SC, SF, dan SE
  • Sementara itu, untuk diesel engine menggunakan CA, CC, CB, CD

Kekentalan dan Viscosity

Perlu Anda tahu bahwa jika terdapat cairan yang lebih sulit jika dibandingkan dengan cairan yang lainnya, maka hal ini menunjukkan cairan tersebut mempunyai tingkat kekentalan atau viskositas yang tinggi. Tingkat kekentalan tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan temperatur. Oli yang bagus diharapkan mempunyai viskositas yang tidak banyak mengalami perubahan terhadap temperatur.

oli hidrolik

Untuk oli hidrolik, ketika oli yang digunakan tersebut tidak sesuai dengan persyaratan pada sistem hidrolik, maka bisa mengakibatkan kerusakan bahkan mesin hidrolik tidak bisa beroperasi. Contohnya ketika oli yang digunakan terlalu encer maka bisa menyebabkan terjadinya kebocoran-kebocoran pada seal. Sementara itu, ketika oli terlalu kental maka akan memberatkan kinerja dari pompa hidrolik. Kondisi ini kemudian berdampak pada kerusakan sistem hidrolik.

oli hidrolik

Apa itu viscsity index? Indek kekentalan oli merupakan sebuah ukuran besar kecilnya perubahan yang terjadi pada viskositas oli terhadap temperatur. Ketika oli mengalami perubahan, maka kemungkinan besar oli tersebut memiliki indek viskositas yang rendah. Namun, jika oli yang digunakan ternyata tingkat kekentalannya tetap stabil terhadap perubahan temperatur, maka itu berarti oli tersebut memiliki tingkat viskositas yang tinggi.

Tips Memilih Oli Untuk Alat Berat

oli hidrolik

Setelah mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan oli hidrolik dan oli mesin, informasi yang akan kami berikan selanjutnya yaitu tentang apa saja tips yang harus Anda perhatikan ketika memilih oli untuk alat berat. Dengan begitu, Anda tidak sampai salah memilih oli sehingga permasalahan pada mesin yang disebabkan karena salah oli bisa dihindari.

1. Pilih oli yang sesuai mesin

Tips pertama ketika Anda ingin memilih oli mesin untuk alat berat adalah memastikan apakah oli yang Anda pilih tersebut memang cocok dengan spesifikasi alat berat yang Anda gunakan. Anda tidak boleh sembarangan memilih oli. Jika Anda belum tahu oli yang pas untuk alat berat yang Anda gunakan, silakan bertanya kepada orang yang memang berpengalaman mengganti oli pada alat berat. Selain itu, Anda juga bisa bertanya kepada penjual oli untuk mendapatkan oli terbaik sesuai alat berat Anda.

2. Pilih merek yang terbaik

Merek memang bukan segalanya. Namun merek memiliki peran yang penting untuk mengetahui seperti apa kualitas dari oli yang Anda pilih. Pastikan Anda memilih oli untuk alat berat Anda dari toko oli terbaik.

3. Harga

Harga memang tidak terlalu berpengaruh namun bukan berarti Anda boleh mengabaikannya. Pastikan Anda memilih oli dari merek yang reputasinya sudah terkenal. Anda juga bisa berkonsultasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan perawatan alat berat agar kinerja tetap bagus meskipun digunakan untuk waktu yang lama.

Profil Alat Berat JCB

0

Profil Alat Berat JCB – Airindo Sakti merupakan dealer dari mesin-mesin alat berat merk JCB untuk kawasan Indonesia Selatan yang di dalamnya termasuk Jawa, Bali, NTT, dan NTB. Adapun salah satu alat berat yang penerapannya lintas sektoral yaitu backhoe loader. Backhoe loader merupakan alat berat yang penggunaanya unik dan fleksibel. Alat berat yang satu ini memang dirancang agar bisa memilih 2 attachment, yang satu pada bagian depan dan satunya di bagian punggung.

Backhoe lodaer dapat digunakan untuk menggali selokan, parit, dan juga memberi muatan pada truk menggunakan loadernya. Bukan itu saja, penggunaan backhoe loader juga untuk keperluan hoisting asalkan tidak sampai terlalu berat. Setidaknya, kurang lebih ada 8 perusahaan yang menguasai kurang lebih 85% market share pada segmen produk backhoe loader. JCB menempati urutan pertama yang menguasai pangsa pasar tersebut.

JCB diketahui mampu menguasai setidaknya 45% dari pasar global paling besar di dunia. Perusahaan lain yang berada di posisi selanjuntya yaitu CNH Industrial N.V, dan juga Catterpilar Inc. Keberhasilan JCB dalam menguasai pangsa pasar backhoe loader tidak lepas dari sejarah backhoe loader. Ternyata, JCB merupakan pelopor dari backhoe loader itu sendiri.

Sejarah JCB

alat berat merk JCB

Pada tahun 1945 berdirilah JCB yang pada waktu itu berasal dari garasi kecil yang berada di Uttoxeter – Staffordshire, Inggris yang membuat tripping trailer pertamanya. Ide munculnya backhoe loader bermula ketika Mr. Joseph Cyril Bamford melihat ada sebuah traktor pertanian yang kemudian menginspirasinya untuk memberikan attachment yaitu berupa backhoe dan juga loader.

Kemudian untuk prototype-nya pertama kali dikenalkan ke dunia pada 1953. Prototipe tersebut kemudian diberi logo bertuliskan JCB seperti apa yang kita lihat sekarang ini. Dengan kata lain, munculnya backhoe loader di dunia dan digunakan hingga sekarang ini tidak lepas dari peran semua orang JCB. Oleh sebab itu, merupakan hal yang wajar jika JCB memimpin pangsa pasar backhoe loader karena secara tidak langsung memang merupakan produk buatannya.

Alasan lain yang membuat JCB menjadi penguasa pangsa pasar backhoe loader karena memang perusahaan ini menyediakan varian backhoe loader yang paling lengkap. Produk-produk dari JCB tersebut mulai dari JCB 1CX, 2CX, sampai dengan JCB 5CX. Selain itu, JCB juga menyediakan dimensi ukuran yang bervariasi mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar. Inilah yang memberikan keuntungan tersendiri karena konsumen bisa memilih mana produk yang mereka inginkan.

Produk – Produk JCB yang Terkenal

Sebenarnya, selain memiliki backhoe loader, JCB juga memiliki produk lainnya yang tidak kalah terkenal. Kualitasnya pun juga tidak perlu diragukan lagi karena sudah banyak yang membelinya dan mereka mengakui bahwa produk JCB meupakan salah satu yang terbaik.

Di bawah ini kami akan memberikan informasi tentang beberapa alat berat merek JCB yang terkenal dengan kualitas terbaik.

1. Backhoe Loader

alat berat merk JCB

Backhoe loader dari JCB memang tidak bisa kita pungkiri telah menjadi yang terbaik. Setidaknya terdapat dua backhoe loader yang sampai sekarang masih menjadi pilihan utama karena mampu digunakan untuk berbagai kebutuhan. Kedua backhoe loader tersebut yaitu JCB 3CX dan JCB 4CX.

Untuk spesifikasi  yang dimiliki oleh JCB 3CX adalah sebagai berikut:

  • Gross Engine Power: 84hp (63kW) – 92hp (68.6kW)
  • Digging Depth: 5.97m
  • Loader Capacity: 1.0m³ / 1.2m³

Sementara itu, untuk spesifikasi yang dimiliki oleh JCB 4CX yaitu:

  • Gross Engine Power: 100hp (74.2kW)
  • Digging Depth: 4.67m
  • Loader Capacity: 1.3m³

Keduanya juga sama-sama dilengkapi dengan keamanan dan ketahanan yang sangat baik. Pelanggan hanya perlu memilih mana backhoe loader yang sesuai dengan kebutuhannya.

2. Mini Excavator

alat berat merk JCB

Produk terbaik kedua dari JCB adalah mini excavator. Dari namanya saja kita bisa tahu bahwa mini excavator merupakan excavator berukuran mini. Meskipun berukuran mini, namun kemampuannya tidak perlu diragukan. Berbagai pekerjaan dapat dilakukan dan diselesaikan dengan baik tanpa mengalami kendala.

Mini Excavator dari JCB memiliki berat 5.483 kg atau kurang lebih 5,5 ton. Sementara itu, kekuatan mesin yang dimilikinya yaitu 33.1/33.4kW sehingga mampu memberikan performa yang handal untuk berbagai medan. Mini Excavator dari JCB memiliki sistem hidrolik yang baik. Selain itu, fitur-fitur yang dimilikinya pun terbilang cukup lengkap sehingga membuat pekerjaan menjadi lebih maksimal.

3. Telescopic Handler

alat berat merk JCB

Produk lainnya dari JCB yang akan kami jelaskan adalah telescopic handler atau telehandler. Untuk spesifikasinya adalah seperti berikut ini:

  • Gross power: 63kW/58hp – 97kW/130hp
  • Lift capacity: 3100kg – 4100kg
  • Lift height: 7m – 16.7m

Salah satu alat berat merk JCB yang sampai sekarang masih menjadi pilihan yang tepat. Ketahanan, keamanan, dan fitur yang dimilikinya pun membuat produk ini menjadi salah satu yang paling banyak dicari, terutama mereka yang menginginkan telescopic handle yang handal dan bisa digunakan untuk segala medan.

4. Tracked Excavator

alat berat merk JCB

Selain mini excavator, produk lain yang masih termasuk alat berat merk JCB adalah Tracked Excavator. Setidaknya terdapat dua varian yang bisa kamu pilih nanti yaitu JS205 dan JS305. Untuk spesifikasi yang dimiliki oleh tracked excavator model JS205 adalah sebagai berikut:

  • Engine power: 104 kW (140 hp)
  • Bucket capacity: 0.9 – 1.02m
  • Operating weight: 21000 – 21500kg

Sementara itu, spesifikasi yang terdapat pada tracked excavator model JS305 yaitu:

  • Engine power: 165kW (221hp)
  • Bucket capacity: 1.24 – 1.80m3
  • Operating weight: 31700 – 32762kg

Bisa kamu perhatikan jika keduanya memiliki spesifikasi yang berbeda baik engine power, bucket capacity, dan juga operating weight. Perbedaan ini memberikan variasi kepada pelanggan karena mereka bisa memilih mana yang sesuia dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Meskipun begitu, kedua tracked excavator ini memiliki kualtias yang sama bagusnya.

Fitur-fitur yang ada di dalamnya pun juga cukup lengkap sehingga memberikan kemudahan bagi operator excavator ketika ingin mengoperasikannya. Harganya pun juga cukup terjangkau dan tidak lebih mahal dibandingkan dengan produk yang dimiliki oleh perusahaan lain.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan tentang profil alat berat merk JCB. Semoga bermanfaat.

Apa Itu Operator Alat Berat dan Pekerjaannya

0

Apa Itu Operator Alat Berat dan PekerjaannyaOperator alat berat merupakan seseorang yang mempunyai keterampilan dan keahlian khusus dalam menjalankan atau mengoperasikan alat-alat berat. Beberapa alat berat tersebut antara lain: bulldozer, excavator, wheel loader, mobile crane, dan lain sebagainya. Seseorang yang hendak bekerja sebagai operator alat berat tentunya harus memiliki keahlian khusus bukan hanya menjalankan alat berat tersebut melainkan mengoperasikan semua fitur atau toolsnya.

Saat ini, penggunaan alat berat sudah semakin banyak untuk berbagai keperluan baik di bidang industri dan jasa. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kecelakaan yang nantinya dapat mengakibatkan kerugian harta maupun jiwa. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan berbagai macam tindakan pencegahan agar hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tidak akan terjadi.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan bahwa para operator tersebut harus memenuhi berbagai kualifikasi yang sudah ditentukan. Berkaitan dengan kualifikasinya, Anda bisa mengeceknya di:

  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 05/MEN/1985 mengenai pesawat angkat dan angkut
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor mengenai 01/MEN/1985 dan juga syarat-syarat operator mesin keran angkat
  • Surat Keputusan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Depnakertrans Republik Indonesia Indonesia Nomor 003/DJPPK/PJK3-LAT/2009 berkaitan dengan penunjukkan perusahaan jasa K3 atau perusahaan yang menyediakan jasa pembinaan maupun pelatihan sertifikasi Depnakertrans RI

Kemampuan dan Tugas yang Harus Dimiliki Operator Alat Berat

operator alat berat

Seorang yang ingin menjadi operator alat berat wajib memahami apa saja kemampuan dan juga tugas yang harus dimilikinya. Untuk memahami kedua hal tersebut, silakan menyimak informasi yang akan kami berikan di bawah ini.

1. Kemampuan

Seseorang yang bekerja mengoperasikan alat berat wajib memiliki kemampuan sebagai berikut, terutama mereka yang bekerja di bidang pertambangan

  • Mampu mengemudikan alat berat dengan baik. Hal ini bisa dibuktikan dengan SIM atau Surat Izin mengemudi klasifikasi B II. SIM B II tersebut didapatkan setelah yang bersangkutan memiliki SIM A kurang lebih 1 tahun
  • Selain itu, operator alat berat juga harus memiliki lisensi atau sertifikasi SIO. SIO atau yang disingkat dengan Surat Izin Operator adalah sertifikat yang diberikan berkaitan dengan izin seseorang di dalam mengoperasikan alat angkat dan alat angkut. Perlu kamu tahu bahwa operator alat berat dapat memiliki SIO tanpa harus memiliki SIM B2 dengan catatan alat berat yang dioperasikan tersebut tidak digunakan atau dijalankan di jalan raya atau jalan umum.
  • Operator harus mempunyai kemampuan dasar berupa teknis analitik dan juga diagnostik di bidang elektronik, terutama berkaitan dengan mesin alat berat
  • Memiliki kemampuan untuk mengikuti dan memahami arahan yang diberikan serta mampu bekerja sama dengan baik di lapangan
  • Memahami seperti apa area tempat kerjanya, terutama berkaitan dengan apa saja risiko dan juga bahaya yang bisa terjadi kapan saja

2. Tugas

Sementara itu, tugas seorang operator alat berat adalah sebagai berikut:

  • Sebelum mengoperasikan alat berat, operator harus terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap alat beratnya sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku misalnya melakukan pemeriksaan terhadap oli dan bahan bakar
  • Ketika operator mendeteksi adanya permasalahan pada alat berat yang akan dioperasikan, langsung melaporkan permasalahan tersebut ke pengawas lapangan atau orang yang memiliki tugas untuk mengurusi permasalahan pada alat berat
  • Seorang operator tersebut harus mampu mengambil tindakan yang aman serta produktif. Dengan begitu, peralatan dan alat berat yang digunakan tidak cepat rusak sehingga bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama
  • Operator harus bisa menempatkan alat berat maupun peralatannya di tempat yang sudah ditentukan
  • Selesai menggunakan alat berat, mesin harus dimatikan sesuai dengan peraturan yang berlaku
  • Seorang operator harus melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala sesuai dengan jadwal
  • Tugas yang tidak kalah penting adalah operator harus selalu menjaga kebersihannya

Pedoman Dasar

operator alat berat

Untuk bisa menjadi seorang operator alat berat yang handal dan profesional, ada beberapa hal yang harus dipahami sebagai pedoman dasar yaitu ketahanan fisik, mental, dan juga teknik operasional.

1. Ketahanan Mental

  • Memiliki sikap berani serta percaya diri. Seorang operator handal harus memiliki keyakinan dan kepercayaan diri bahwa dia bisa mengemudikan dan mengoperasikan alat berat tersebut. Meskipun sebenarnya memiliki kecerdasan, namun ketika tidak diimbangi dengan keberanian maka kecerdasan tersebut akan hilang dan sia-sia
  • Harus terus belajar agar kemampuan dan pengalamannya semakin meningkat. Jika tidak memiliki keinginan untuk belajar, maka kemampuannya tidak akan bisa berkembang
  • Jangan pernah merasa lebih pintar dari orang lain. Jika sudah merasa pandai, maka akan timbul rasa malu untuk bertanya padahal sebenarnya ada hal yang belum dipahami. Jika dipaksakan, bisa menyebabkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain

2. Ketahanan Fisik

  • Menerapkan pola makan yang sehat. Makan makanan yang bergizi dan tepat waktu. Jika tidak menjaga pola makan, bisa berakibat tubuh lesu dan stamina menurun. Kondisi kemudian menyebabkan kurang bergairah, malas, dan bisa sakit
  • Hindari mengonsumsi makanan, minuman, maupun penggunaan bahan-bahan yang bisa merugikan kesehatan. Dengan menghindari makanan dan minuman yang merugikan tersebut, kesehatan kita akan tetap terjaga serta terhindar dari masalah pencernaan
  • Meluangkan waktu untuk istirahat yang cukup. Operator alat berat yang profesional adalah mereka yang bisa mengatur waktu istirahatnya dengan baik. Dengan istirahat cukup maka stamina akan kembali pulih dan siap menjalankan pekerjaan di hari esok

3. Teknik Operasional

  • Safety is the first. Artinya, keselamatan merupakan prioritas utama. Ketika memprioritaskan keselamatan, maka kesuksesan kerja akan menyusul.
  • Team Work. Kerja sama tim merupakan salah satu faktor penting dalam kesuksesan kerja. Lakukan kerja sama yang baik untuk mencapai tujuan bersama sehingga mampu meningkatkan solidaritas dan keberhasilan pun tinggal menunggu waktu
  • Fokus pada hasil kerja. Hasil kerja harus lebih diutamakan dibandingkan dengan formalitas. Operator alat berat harus mampu memikirkan hasil kerja dan bukan berpikir bahwa yang penting tugas sudah diselesaikan sesuai dengan instruksi yang diberikan

Profile Alat Berat Liebherr

0

Profile Alat Berat Merk Liebherr – Kita tahu sampai sekarang Indonesia memiliki proyek jangka panjang, baik di bidang pembangunan, pertambangan, dan lain sebagainya. Kondisi ini membuka peluang bagi para perusahaan alat berat untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar penjualan produk-produk mereka. Salah satu perusahaan alat berat tersebut adalah PT Liebherr Indonesia Perkasa.

PT Liebherr Indonesia Perkasa merupakan perusahaan alat berat yang didirikan di Kalimantan Timur, tepatnya di Balikpapan pada Februari 1997. Perusahaan ini memiliki merk bernama Liebherr yang sampai sekarang sudah terkenal dimana-mana. PT Liebherr Indonesia Perkasa memang berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dengan mengeluarkan produk-produk yang dijamin kualitasnya. Selain itu, mereka mengklaim bahwa produknya mampu memberikan pengalaman yang lebih baik kepada para pelanggannya.

Mengenal Tentang Merk Liebherr

Nama Liebherr cukup terkenal di Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan negara terbesar pengekspor batu bara termal. Jika kita bandungkan antara produk merk Liebherr dibandingkan dengan merk yang lain, kamu akan menemukan bahwa Liebherr memiliki beberapa kelebihan. Salah satu kelebihannya adalah alat berat merk Liebherr dijual tanpa melalui dealer. Hal ini tentu sangat bermanfaat karena akan tetap menjaga citra brand serta mutunya pun juga tetap terjaga.

Selain itu, apa yang dilakukan oleh Liebherr juga bertujuan untuk meningkatkan dan menjaga kepercayaan konsumen untuk terus memilih dan menggunakan Liebherr dibandingkan merk lain. Selain itu, Liebherr juga telah berpengalaman selama puluhan tahun baik dalam mendesain, memproduksi, serta mendukung berbagia operasi mesin tambang. Perusahaan yang pusatnya berada di Jerman ini juga menyediakan berbagai pilihan yang memiliki nilai tambah dan mampu menyesuaikan berbagai kebutuhan pelanggannya.

PT Liebherr Indonesia Perkasa menghadirkan produk dengan kecanggihan teknologi, ketahanan, desain yang bagus, dan berbagai kelebihan lainnya. Bermacam-macam operasi tambang dapat dijalankan dengan nyaman dan aman kapan pun dan di kondisi apapun. Produk yang dikeluarkan oleh perusahaan ini memang sudah dirancang khusus agar tahan terhadap semua kondisi sehingga bisa digunakan untuk kondisi yang sulit sekali pun.

Selain untuk keperluan pertambangan, PT Liebherr Indonesia Perkasa juga mengeluarkan produk yang bisa digunakan untuk pekerjaan seperti penanganan material, pemindahan tanah, dan lain sebagainya. Pada tahun lalu, Liebherr memperkenalkan dua produknya yaitu mesin bertenaga listrik untuk keperluan pertambangan yaitu T236 dan R 9200 E. Info selengkapnya mengenai dua produk tersebut silakan menyimak informasi di bawah ini.

R 9200E dan T236, Salah Satu Produk Terbaik Liebherr 

Untuk R 9200E merupakan excavator yang 100% bertenaga listrik dan termasuk excavator 210 ton. Produk ini dibekali dengan tenaga mesin sebesar 850 kW atau 1.139 HP. Berkaitan dengan produk yang satu ini, R 200E dibuat agar mampu memberikan kinerja yang menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah produk ini memerlukan biaya perawatan yang relatif rendah yakni hanay 25% jika kamu membandingkannya dengan excavator diesel.

Produktivitas yang dimiliki oleh R 9200E memang sangat sesuai dengan strategi yang diterapkan oleh Liebherr sebagai merk yang memberikan solusi total bagi para pelanggannya. Bagi perusahaan yang sekarang menjalankan pekerjaan pertambangan yang kompleks, maka R 9200 E merupakan pilihan yang terbaik.

Alat Berat Terkenal Lainnya dari Liebeherr

Selain R 9200 E dan T236, Liebeherr masih memiliki beberapa produk terkenal lainnya yang juga penjualannya cukup memuaskan. Beberapa produk dari Liebeherr tersebut akan kami berikan informasinya di bawah ini.

1. R 9100B

alat berat merk Liebherr

Produk pertama yang akan kami bahas adalah R 9100B. Alat berat yang satu ini memiliki desain yang elegan dan sesuai dengan pekerjaan yang akan dijalankannya. R 9100B menawarkan standar baru dalam menjalankan setiap fungsinya. Alat ini juga berfungsi menjalankan berbagai tugas baik mengangkat, memindahkan, menggali, dan lain-lain. Untuk spesifikasi lengkapnya silakan simak penjelasan di bawah ini.

  • Total berat dengan backhoe : 113 ton
  • Total berat dengan face shovel : 116 ton
  • Performa mesin pada 1800 rpm : 565 kW
  • Kapasitas bucket pada 1.8 t/m³ : 7.00 sampai 7.50 m³
  • Kapasitas shovel : 7.30 m³

2. R 9150B

alat berat merk Liebherr

R 9150B memang dibuat untuk menantang alat berat dari perusahaan lain. Alat berat yang satu ini memang masih menjadi salah satu yang diperhitungkan. Hal ini bisa kamu lihat pada desain dan performa yang diberikan. Kelebihan lain yang dimiliki oleh R 9150B adalah teknologinya yang canggih sehingga memudahkan operator dalam menjalankan tugasnya. Di bawah ini merupakan spesifikasi yang dimiliki oleh R 9150B.

  • Total berat dengan backhoe : 130 ton
  • Total berat dengan face shovel : 130 ton
  • Performa mesin pada 1800 rpm : 565 kW
  • Kapasitas bucket pada 1.8 t/m³ : 8.80 sampai 9.60 m³
  • Kapasitas shovel : 8.30 m³

3. R 9350

alat berat merk Liebherr

Alat berat merk Liebherr yang kualitasnya juga tidak boleh diragukan adalah R. 9350. Bahkan alat berat ini menjadi yang terpopuler dibandingkan produk Liebherr yang lainnya. Penjualannya pun menembus angka yang fantastis yaitu 220 unit di seluruh dunia. R 9350 didesain dengan kemampuan yang handal yang bisa digunakan untuk segala medan. Untuk spesifikasinya adalah sebagai berikut:

  • Total berat dengan backhoe : 302 ton
  • Total berat dengan face shovel : 310 ton
  • Performa mesin pada 1800 rpm : 1,120 kW
  • Kapasitas bucket pada 1.8 t/m³ : 18.70 m³
  • Kapasitas shovel : 18.00 m³

4. R 914 Compact Litronic

alat berat merk Liebherr

R 914 Compact Litronic dibuat untuk bisa memenuhi standar pasar alat berat di Eropa. Sebenarnya, alat ini merupakan versi terbaru dari  R 914 Compact Stage IV dan juga Tier 4 Final. Adapun untuk spesifikasinya yaitu:

  • Berat total : 14,9 sampai 17,8 ton
  • Output mesin (ISO 9249): 90 kW / 122 PS
  • Tingkat emisi : V
  • Tail radius : 1,550 mm
  • Backhoe bucket : 0.32 sampai 0.80 m³

Demikian informasi yang bisa kami berikan mengenai beberapa alat berat Liebherr. Informasi selengkapnya tentang eskavator atau produk lainnya dari Liebherr, kamu bisa mengunjungi situs www.liebherr.com. Semoga bermanfaat.

Pofile Alat Berat Volvo

0

Pofile Alat Berat Volvo – Bagi seseorang yang memahami seputra alat berat, tentu mereka tidak asing lagi dengan nama “Volvo”. Volvo tergolong salah satu industri alat berat yang berdiri sejak 1832. Volvo Construction Equipment atau Volvo CE telah banyak mengeluarkan produk terbaik mereka. Produk buatan Volvo pun laris manis di pasaran dan diakui sebagai salah satu produk dengan kualitas terbaik.

Setidaknya terdapat dua inovasi terkenal yang semakin membuat nama Volvo melambung yaitu articulated hauler dan wheel loader. Bisa dikatakan bahwa Volvo sudah merevolusi industri alat berat dan bahkan tradisi tersebut masih berlanjut hingga sekarang. Salah satu produk andalan Volvo adalah EC200D termasuk alat berat yang ada di kelas 20 ton. Ketika pertama kali diperkenalkan, EC200D langsung mendapatkan banyak respon positif. Tidak sedikit juga yang mengakui bahwa EC200D merupakan salah satu produk terbaik Volvo dan bahkan lebih baik dibandingkan yang dikeluarkan oleh perusahaan lain.

Sejarah Volvo

alat berat Volvo

Ketika membahas alat berat Volvo kita tidak bisa mengabaikan sejarahnya. Perlu kamu tahu bahwa sejarah Volvo mulai awal hingga saat ini tidak lepas dari kerman Gjuteri och Mekaniska Verkstad yang merupakan perusahaan asal Swedia yang berdiri pada 1890. Sebenarnya, Akerman merupakan perusahaan yang memproduksi alat-alat seperti penggiling dan pompa. Kemudian mereka mulai melebarkan sayapnya untuk mulai memproduksi alat-alat berat.

Mereka mulai memijakan kaki di industri alat berat ketika berhasil memperkenalkan eskavator Akeman 300 model tali sekop yang memiliki berat 8 ton. Produk tersebut diperkenalkan pada 1939 dan tidak menunggu waktu lama untuk mendulang banyak keuntungan dari produk tersebut. Akeman 300 model tali sekop semakin banyak dikenal dan banyak orang yang mulai tertarik untuk membelinya. Hal ini semakin menegaskan eksistensi dari Akerman sebagai perusahaan alat berat yang kiprahkan mulai diperhitungkan di pasar internasional.

Di tahun selanjutnya, bisnis yang dijalani oleh Akerman semakin berkembang dan semakin terkenal dimana-mana. Kemudian pada tahun 1956, Akerman fokus untuk berinovasi. Setelah itu, sekitar tahun 1960-an mereka berhasil memperkenalkan hydraulic excavator pertama mereka. Dari sini nama Akerman semakin banyak dikenal dan reputasinya di dunia internasional pun semakin bagus. Akerman telah dikenal sebagai produsen alat berat kelas premium dengan kualitas yang terbaik dan daya tahan tinggi.

Alat berat merk Akerman tidak ada yang meragukan kualitasnya. Indonesia termasuk salah satu negara yang menjadi tujuan pasar ekspor alat berat Akerman, terutama untuk excavatornya. Di samping banyaknya merk alat berat lainnya, insinyur dari Akerman terus mengembangkan produk mereka dan terus berinovasi untuk tetap menjaga reputasi baik yang selama ini sudah diraih. Kemudian pada tahun 1991, Akerman diakuisisi oleh Volvo dan sekarang kita lebih mengenal nama Volvo sebagai salah satu produsen alat berat terbaik.

Meskipun telah diakuisi pun, perusahaan ini masih tetap menjadi yang terbaik. Bahkan meskipun para kompetitornya tidak berhenti berinovasi, nama Volvo tetap menjadi salah satu yang banyak direkomendasikan bagi mereka yang mau membeli alat berat. Dijamin mereka tidak akan kecewa dengan produk yang dikeluarkan oleh Volvo karena mampu bertahan di segala medan dan mampu digunakan untuk jangka waktu yang lama.

EC200D, Salah Satu Produk Terbaik Volvo

alat berat Volvo

Di awal kami sudah membahas secara singkat mengenai salah satu produk andalan dari Volvo yaitu EC200D. Perlu diketahui bahwa mengapa EC200D merupakan produk andalan Volvo karena alat berat yang satu ini memiliki spesifikasi yang lebih baik dibandingkan keluaran para pesaingnya. EC200D mempunyai kualitas mesin terbaik. Mesinnya mampu menghemat konsumsi bahan bakar ketika digunakan untuk pekerjaan seperti tata lahan, konstruksi jalan, dan berbagai pekerjaan umum yang lain.

EC200D terkonfigurasi dengan komponen arm 2,9 mm, boom 5,7 mm, dan juga bucket 0,8 mm³. Kemudian, untuk kekuatan breakout yang dihasilkan oleh produk ini mencapai 116 kN. Perpaduan antara kekuatan dan penghematan bahan bakar ditambah dengan mesin Tier 3 Volvo D5E membuat EC200D mampu menghasilkan tenaga sebesar 115 kW pada torsi sebesar 2.000 rpm. Bukan itu saja, EC200D juga memiliki desain yang ergonomis sehingga mampu memberikan kenyamanan serta visibilitas operator di dalam kabin.

Dengan semua spesifikasi tersebut tidak heran mengapa EC200D menjadi produk andalannya. Di Indonesia, pembangunan jalan merupakan proyek jangka panjang yang sampai sekarang masih terus dilaksanakan. Oleh sebab itu, EC200D merupakan solusi terbaik untu diandalkan dalam melaksanakan pekerjaan ini. Selain semua kelebihan yang sudah kami sebutkan, produk ini juga memiliki kelebihan lainnya yaitu bisa digunakan secara bersama-sama dengan produk Volvo yang lain seperti paver ABG5820 dan compactor DD100.

Adapun kombinasi yang dihasilkan dari mesin bahan bakar tersebut ditambah dengan desain yang pas untuk keperluan konstruksi membuat Volvo CE yakin bahwa produknya akan laku keras dan memberikan banyak keuntungan. Tentunya hal ini bukan hanya sekadar harapan dan pendapat saja karena EC200D memberikan banyak kentungan bag perusahaan tersebut.

Produk Terbaik Lainnya dari Volvo Lengkap dengan Spesifikasinya

Perlu kamu tahu bahwa Volvo bukan hanya menjual excavator. Perusahaan ini juga menjual Wheel Loader dan Articulated Haulers yang semunya dibuat oleh para teknisi handal sehingga mampu menghasilkan alat berat kualitas terbaik.

1. EC55DC

alat berat Volvo

Excavator Volvo yang kualitasnya juga tidak kalah bagus adalah EC55DC. Alat berat ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:

  • Operating Weight: 69.300 – 71.700 kg
  • Bucket Capacity: 1,99 – 5,16 m³
  • Gross Power: 346 kW

2. EC300D

alat berat Volvo

Alat berat merk Volvo yang kedua adalh EC300D yang tergolong jenis excavator. Informasi seputar spesifikasinnya yaitu:

  • Operating Weight: 47.300 – 53.100 kg
  • Bucket Capacity: 1,77 – 3,8 m³
  • Gross Power: 265 kW

3. EC750D

alat berat Volvo

Untuk EC750D memiliki spesikasi sebagai berikut:

  • Operating Weight: 72.700 – 74.700 kg
  • Gross Power: 385 kW
  • Bucket capacity: 3,3 – 5,16 m³

4. L90Gz

alat berat Volvo

L90GZ merupakan alat berat merk Volvo berjenis Wheel Loader dengan spesifikasi:

  • Operating Weight: 15.000 – 17.000 kg
  • Bucket capacity: 2,2 – 7 m³
  • B Static tipping load at full turn: 9.140 kg

5. L350H

alat berat Volvo

L350H memiliki spesifikasi sebagai berikut:

  • Operating Weight: 50.000 – 56.000 kg
  • Bucket Capacity: 6,2 – 12,7 m³
  • Static tipping load at full turn: 34.780 kg

6. A60H

alat berat Volvo

A60H termasuk ke dalam Articulated Hauler yang memiliki spesifikasi:

  • Payload Capacity: 55.000 kg
  • SAE 2:1 heap: 33,6 m³

7. A40G

alat berat Volvo

Untuk spesifikasi alat berat merk Volvo ini adalah sebagai berikut:

  • Payload Capacity: 39.000 kg
  • SAE 2:1 heap: 24 m³

Informasi selengkapnya, silakan mengunjungi https://indotruck-utama.co.id/ dan dapakan informasi lengkap seputar alat berat merk Volvo. Semoga bermanfaat.

Apa Itu Vibro Roller Serta Fungsi dan Cara Kerjanya

0

Apa Itu Vibro Roller Serta Fungsi dan Cara Kerjanya – Saat ini, sudah banyak alat berat dengan berbagai macam bentuk dan fungsinya. Alat-alat berat tersebut digunakan tidak lain untuk memudahkan pekerjaan manusia, terutama di bidang konstruksi. Salah satu jenis alat berat yang dipakai untuk keperluan konstruksi adalah vibro roller. Bagi orang awam, mungkin mereka masih penasaran apa itu vibro roller padahal kemungkinan mereka pernah melihatnya.

Untuk itu, kami akan mengulas secara lengkap mengenai pengertian, fungsi dan juga cara kerja dari vibro roller. Setelah mengetahui informasi yang kami berikan ini kami harap kamu lebih memahami tentang hal-hal seputar vibro roller.

Apa itu Vibro Roller?

vibro roller

Vibro roller atau yang juga dinamakan vibratory roller adalah alat berat yang digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pemadatan tanah. Alat berat yang satu ini banyak digunakan untuk menggilas dan juga memadatkan hasil timbunan. Sesuai dengan namanya, alat ini dilengkapi dengan vibrator untuk menjalankan tugasnya tersebut.  Ketika kamu menggunakan vibro roller, maka tanah yan dipadatkan mejnadi lebih sempurna dan juga permukaan tanah menjadi lebih dinamis.

Alat ini bermanfaat untuk membuat permukaan tanah menjadi lebih solid dan optimal dimana butiran-butiran tanah akan saling mengisi bagian yang kosong. Berbagai pekerjaan yang memerlukan pemadatan biasanya akan menggunakan vibro roller. Maka dari itu, alat berat ini bisa digunakan baik untuk konstruksi bersakal besar maupun kecil.

Fungsi Vibro Roller

vibro roller

Perlu kamu tahu bahwa bahwa vibro roller tergolong sebagai tandem roller. Artinya, alat ini mampu menggilas sampai dengan memadatkan seluruh hasil timbunan. Proses pemadatan tanahnya dilakukan dengan berbagai pemampatan sampai dengan menggunakan metode getaran sehingga sangat sesuai digunakan pada jenis tanah berpasir maupun tanah yang berkerikil pasir. Melalui kegunaan vibro roller ini kita bisa mengetahui seperti apa hasil pemampatan yang dilakukan sehingga sangat cocok untuk pembuatan jalan.

Selain itu, secara umum vibro roller dibagi menjadi dua yaitu single drum dan juga double drum. Keduanya memiliki perbedaan dimana pada single drum mempunyai satu silinder dan double drum mempunyai dua silinder. Untuk tekanannya, double drum mempunyai tekanan yang lebih besar jika dibandingkan dengan single drum.

Berkaitan dengan fungsi vibro roller, berikut ini beberapa fungsi dari vibro roller yang harus kamu ketahui:

  • Digunakan untuk memadatkan dan juga meratakan struktur permukaan tanah agar lebih kuat menyangga beban yang ada di atasnya.
  • Digunakan sebagai pencegah terhadap berbagai tumpukan kotoran yang berasal dari kerikil maupun debu yang ada di permukaan tanah.
  • Alat ini juga digunakan sebagai pembasah terhadap medan agar debu-debu tidak berterbangan. Alat ini juga sudah dilengkapi dengan tangki air yang kapasitasnya mencapai 25 liter.
  • Vibro roller juga berfungsi sebagai media penggilas aspal beton untuk pembangunan jalan raya. Dengan begitu, jalan rata tersebut permukaannya akan lebih rata dan juga kuat sehingga mampu dilewati berbagai jenis kendaraan, terutama kendaraan besar.

Cek Kondisi Mesin Sebelum Mengoperasikan Vibro Roller

  • Cek bahan bakar vibro roller apakah sudah terisi penuh
  • Cek tangki bahan bakar untuk mengetahui apakah ada kebocoran atau tidak
  • Cek kondisi mesin
  • Cek semua koneksi kabel dan pastikan semuanya berada di posisi yang benar dan terpasang dengan rapat
  • Cek oli mesin
  • Cek tangki air apakah sudah terisi penuh
  • Atur batang kemudi. Caranya dengan mengencangkann baut di batang tiang
  • Pastikan bahwa mesi sudah berada di tanah yang datar ketika melakukan semua pengecekan di atas

Cara Kerja Vibro Roller

Setelah mengetahui seperti apa pengertian dan fungsi vibro roller, maka sekarang kamu juga harus mengetahui bagaimana cara kerja dari vibro roller. Di bawah ini kami akan menjelaskan secara ringkas mengenai bagaimana vibro roller bekerja atau beroperasi.

  • Pertama, kamu harus mengatur tuas gas di posisi minimum. Tujuannya agar nanti tarikan gas tidak sampai terlalu kencang ketika mesin mulai dijalankan.
  • Kamu harus membuka katup pada tangki bahan bakar agar nanti bahan bakar vibro roller bisa turun ke mesin.
  • Untuk menyalakan mesin, kamu harus memutar kunci pada posisi on.
  • Tarik tuas agar mesin bisa dihidupkan. Ketika mesin sudah hidup, maka kamu harus memanaskan mesin vibro roller terlebih dahulu kurang lebih 5 sampai 10 menit. Tujuannya untuk membuat jalannya oli menjadi lebih merata.
  • Jika sudah dipanaskan dan mesin sudah siap, maka kamu sekarang bisa mengatur tuas gas sesuai dengan kebutuhanmu.
  • Gunakan batang kemudi yang ada pada mesin agar mesin vibro roller bisa diarahkan dengan mudah selama proses pemadatan tanah.

Kapasitas Vibro Roller

vibro roller

Berkaitan dengan kapasitas yang dimiliki vibro roller, maka kita akan membahas seperti apa kondisi dari vibro roller ketika digunakan untuk berbagai pekerjaan pemadatan yang berbeda. Sebenarnya, perbedaan setiap kondisi ditentukan oleh faktor ketebalan tanah yang akan dipadatkan. Kapasitas vibro roller dapat memberikan produktivitas terbaiknya dimulai dari ketebalan 20 cm sampai dengan 122 cm. Berbeda halnya ketika vibro roller digunakan untuk memadatkan lapisan yang terbuat dari material bebatuan.

Pada bagian ini, kapasitas mesin bisa efektif sampai ketebalan mencapai 210 cm. Berdasarkan kemampuan untuk memdatkan dua material yang berbeda inilah membuat kapasitas dari vibro roller tergantung dari jenis material penyusun lapisannya. Selain dua faktor tersebut, sebenarnya masih ada faktor lainnya yaitu bobot dari vibro roller juga berpengaruh terhadap kapasitasnya.

Demikian informasi yang bisa kami berikan mengenai pengertian, fungsi, dan bagaimana cara kerja vibro roller. Kesimpulannya, vibro roller menawarkan fungsi yang menarik sehingga tidak heran jika alat berat yang satu ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan, terutama pembangunan jalan. Saat ini sudah banyak kontraktor maupun para pengembang berskala besar yang sudah menggunakan vibro roller karena mampu memberikan hasil pekerjaan yang lebih baik dan cepat.

Inilah Jenis -Jenis Traktor Bedasarkan Roda Penggeraknya

0

Jenis -Jenis Traktor Bedasarkan Roda Penggeraknya – Kami yakin kamu tahu apa itu traktor. Namun ternyata tidak sedikit orang yang masih bingung atau bahkan belum tahu bahwa traktor memiliki beberapa jenis serta memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Traktor adalah alat berat yang sering kita temukan digunakan untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan pertanian dan perkebunan. 

Traktor memang dibuat secara khusus agar dapat menjalankan tugas yang memerlukan traksi tinggi namun dengan kecepatan yang rendah. Traktor juga bisa digunakan untuk menarik implemen atau trailer untuk keperluan konstruksi maupun pertanian. Umumnya, traktor digerakkan dengan cara ditarik maupun didorong. Di Indonesia, traktor yang paling banyak digunakan adalah jenis traktor yang dipakai untuk membajak sawah.

Padahal, bentuk dan fungsi traktor lebih dari sekadar hal tersebut. Jenis-jenis traktor tersebut memilik dibedakan melalui kategori, bentuk, maupun fungsinya. Untuk jenis-jenis traktor yang akan kita bahas kali ini adalah traktor yang dibagi dengan berdasarkan roda penggeraknya. Untuk itu, silakan kamu simak baik-baik informasi yang akan kami sajikan.

Jenis-Jenis Traktor Berdasarkan Roda Penggeraknya

Berikut ini kami akan memberikan informasi seputar jenis-jenis traktor yang dibedakan dengan berdasarkan roda penggeraknya. Perbedaan ini menyesuaikan karakteristik tanah yang dilewati traktor tersebut. Hal ini karena roda merupakan bagian yang langsung berhinteraksi dengan tanah.

1. Traktor Roda Krepyak atau Crawler Tractor

  • Low Ground Pressure Tractor (LGP)
jenis-jenis traktor

LGP atau Low Ground Pressure Tractor merupakan jenis traktor yang digunakan untuk tanah yang memiliki tekanan yang rendah. Maksudnya, traktor tersebut digunakan untuk tanah yang lembab. Ciri dari LGP adalah memiliki roda berukuran besar. Selain itu, bagian atau komponen yang tidak terlalu bermanfaat dikurangi sehingga membuat traktor ini memiliki berat yang cukup ringan. Untuk tekanan atau ground pressure yang dimilikinya adalah 0,6 kg/cm².

  • Swamp Crawler Tractor
jenis-jenis traktor

Jenis tratkor yang kedua dinamakan Swam Crawler Tractor. Sesuai dengan namanya, jenis traktor yang satu ini lebih digunakan untuk pekerjaan di rawa-rawa. Karakteristik dan juga bentuk dari traktor yang satu ini memang cocok untuk dijalankan di rawa-rawa dengan tekanan atau ground pressure yang mencapai 0,5 kg/cm².

  • Extra Swamp Crawler
jenis-jenis traktor

Lalu bagaimana dengan jenis traktor yang satu ini? Extra Swamp Crawler merupakan jenis traktor yang digunakan untuk tanah yang lebih lembek dibandingka dua jenis traktor yang sudah kami sebutkan. Untuk ground pressure yang dimilikinya yaitu 0,25 kg/cm². Sebuah angka ground pressure yang memang menunjukkan fungsi dan medan yang dilalui oleh traktor yang satu ini.

  • Standard Crawler Tractor
jenis-jenis traktor

Jenis traktor selanjutnya adalah traktor yang digunakan untuk menjalankan tugas seperti menimbun maupun meratakan tanah. Biasanya, traktor ini dipakai ketika pembukaan hutan. Salah satu ciri khas dari Standdar Crawler Tractor adalah ground pressurenya yang mencapai 0,8 kg/cm².

  • Special Application Crawler Tractor
jenis-jenis traktor

Sesuai dengan namanya, traktor ini digunakan untuk menjalankan tugas yang spesial yang tidak bisa dijalankan oleh traktor yang lain. Apa fungsi dari Special Application Crawler Tractor? Fungsinya adalah untuk menarik berbagai peralatan pertanian. Bukan hanya peralatan pertanian yang biasa melainkan peralatan pertanian yang berat yang tidak bisa dilakukan oleh jenis traktor lainnya.

2. Traktor Roda Karet atau Ban

Selain terdapat traktor yang menggunakan roda crawler, ada juga traktor yang memakai roda ban atau karet seperti halnya yang kamu temukan pada mobil maupun motor. Tentu saja traktor yang satu ini dipakai untuk melewati medan yang datar, keras, dan juga tidak lembab. Ada beberapa macam traktor roda ban atau karet sesuai dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing yang akan kami jelaskan di bawah ini.

  • Single Axle
jenis-jenis traktor

Single Axe merupakan istilah yang menunjukkan jika traktor tersebut mempunyai roda yang berporos satu. Dengan kata lain, traktor tersebut mempunyai roda dua yang mana satu di kiri dan satuya lagi di kanan. Untuk daya yang dihasilkan kurang lebih mencapai 12,5 HP. Single Axle juga dinamakan sebagai traktor tangan. Itu artinya, operator atau pengemudi tidak naik di atas traktor, melainkan berjalan di belakang traktor tersebut ketika ingin mengoperasikannya.

  • Double Axle Three Cycle Tractor (Traktor Beroda Tiga)

jenis-jenis traktor

Jenis traktor yang kedua dinamakan Double Axcle Three Cycle Tractor. Taktor ini memiliki roda berjumlah 3 yang biasanya dipakai untuk pekerjaan yang berhubungan dengan penanaman, pemanenan, maupun pemeliharaan tanaman. Untuk ketiga roda tersebut posisinya yaitu satu berada di depan dan dua roda berada di belakang.

  • Four Wheel Tractor (Traktor Beroda Empat)
jenis-jenis traktor

Adapun jenis traktor yang satu ini mempunyai 2 poros roda dimana yang satu ada di depan dan sisanya berada di belakang. Pada poros di kanan dan kiri masing-masing mempunyai roda. Dengan kata lain, rodanya berjumlah empat. Biasanya, Four Wheel Tractor digunakan untuk keperluan pengolahan tanah seperti penggaruan maupun pembajakan.

Selain itu, traktor beroda empat masih dapat dikelompokkan kembali dengan berdasarkan daya yang dihasilakan. Pertama, traktor yang memiliki daya kurang lebih 12,5 – 30 HP yang disebut mini traktor. Kemudian ada traktor yang menghasilkan daya yang lebih besar dari 30 HP dan dinamakan sebagai traktor besar. Ketika beroperasi, berat traktor bertumpu di roda bagian belakang yang berkisar antara 70 – 80 % dari berat totalnya. Sementara untuk roda depannya sekitar  20 – 30 % jika dilihat dari berat totalnya.

Demikian informasi yang bisa kami berikan terkait pengertian dan jenis-jenis traktor dengan berdasarkan roda penggeraknya. Semoga setelah ini kamu bisa lebih paham bahwa traktor memiliki beberapa jenis yang semuanya digunakan untuk keperluan masing-masing.. Semoga bermanfaat.