Saturday, January 28, 2023
HomeEducationBNPB Ragu, TNI Dan PUPR Sigap Turunkan Alat Berat Pasca Gempa Cianjur

BNPB Ragu, TNI Dan PUPR Sigap Turunkan Alat Berat Pasca Gempa Cianjur

Bencana gempa bermagnitudo 5,6 yang terjadi di Cianjur Jawa Barat hingga saat ini masih dalam proses penanganan pasca bencana. Proses pencarian korban yang hilang serta pemulihan infrastruktur dilakukan secara bersamaan pasca gempa yang terjadi pada Senin 21 November 2022 ini.

Ada cukup banyak pihak yang terlibat dalam proses penanganan pasca gempa ini mulai dari warga setempat, pemerintahan, hingga para relawan dari berbagai wilayah di Indonesia. Puluhan peralatan juga di sebar ke berbagai wilayah untuk mempercepat proses perbaikan pasca bencana.

Alat Berat Digunakan Dalam Penanganan Pasca Gempa

Selama proses penanganan pasca bencana gempa yang terjadi di wilayah Cianjur ada beberapa jenis peralatan yang digunakan untuk membantu diantaranya excavator, dump truck hingga backhoe. Bencana gempa yang disusul dengan bencana longsor di beberapa wilayah Cianjur membuat peralatan-peralatan tersebut dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan.

Baca Juga : Longsor Tutupi Jalan, Excavator Langsung Turun Tangan

BNPB Ragu Terjunkan Alat Berat

Meski saat ini telah banyak alat berat yang digunakan untuk menangani material longsor dan puing-puing bangunan akibat gempa, namun ternyata penggunaan peralatan ini sempat kurang disetujui oleh Badan Nasional penanggulangan bencana (BNPB). Kepala BNPB suharyanto mengungkapkan bahwa pihak BNPB sebenarnya cukup ragu saat harus menggunakan peralatan berat untuk mencari korban-korban gempa dan longsor.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis sore, Suharyanto menuturkan bahwa kondisi para korban yang berada di bawah reruntuhan ataupun material longsor pada dasarnya belum bisa diketahui. Hal ini membuat penggunaan alat berat pada korban tersebut justru bisa berpotensi membahayakan korban selamat yang berada di bawah material longsor atau puing bangunan.

Harapan adanya korban-korban selamat lain juga masih cukup besar sehingga penggunaan alat dinilai terlalu berisiko. Kondisi lapangan yang juga tidak bisa diprediksi dapat membahayakan operator alat berat sehingga penggunaan alat ini perlu dipertimbangkan dengan lebih cermat.

alat berat
kompas.com

Pertimbangan BNPB ini berbanding terbalik dengan keputusan cepat yang diambil TNI dan PUPR untuk menerjunkan beberapa unit alat berat ke lokasi-lokasi longsor dan gempa di Cianjur. Di hari yang sama dengan kejadian gempa Cianjur tersebut kementerian PUPR langsung mengirimkan dua unit backhoe untuk membantu proses pengangkatan material longsor di beberapa lokasi.

Pihak TNI juga mengirimkan satu unit alat yang sama untuk membantu proses penanganan material longsor yang menimbun beberapa wilayah. Desa Cijedil Kecamatan Cugenang menjadi salah satu lokasi pengoperasian backhoe milik PUPR dan TNI. Longsor yang terjadi di Kecamatan Cugenang memang menjadi sorotan karena skala longsor yang cukup besar sehingga diduga masih cukup banyak korban yang tertimbun di bawah material longsor tersebut.

Hingga hari Jumat 25 November 2022 telah ditemukan 7 jenazah korban gempa Cianjur di lokasi longsor Kecamatan Cugenang. Sementara itu 39 warga lainnya masih dilaporkan hilang dan kemungkinan berada di bawah material longsoran yang ada di beberapa area seperti pemukiman dan akses jalan utama.

Hal ini dituturkan oleh Kepala Basarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi melalui wawancara dengan beberapa awak media. Meski pada awalnya pihak BNPB ragu untuk menurunkan alat berat namun pada akhirnya pihak BNPB juga mengirimkan beberapa alat seperti excavator dan dump truck untuk membantu membersihkan material longsor setelah area yang dibersihkan dinilai aman.

Pihak BNPB juga menuturkan bahwa penggunaan peralatan berat kini dilakukan dengan sangat hati-hati demi meminimalisir dampak buruk dari penggunaan alat serta memaksimalkan hasil alat yang ada. Diharapkan dengan adanya penggunaan peralatan ini seluruh proses penanganan bisa selesai lebih cepat dengan hasil yang maksimal.

Sumber : nasional.kompas.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular