Saturday, January 28, 2023
HomeEducationImbas Bencana Banjir, Normalisasi Sungai Dilakukan dengan Alat Berat Pertambangan

Imbas Bencana Banjir, Normalisasi Sungai Dilakukan dengan Alat Berat Pertambangan

Banjir yang merendam 3 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu bencana banjir terparah tahun ini. Untuk menangani dampak dari bencana banjir ini, beberapa alat berat diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak banjir.

Bencana banjir ini disinyalir merupakan dampak dari tingginya curah hujan yang terjadi pada 07 hingga 08 Oktober 2022. Banjir ini menyebabkan terendamnya 3 kecamatan yakni Kecamatan Kalibaru, Pesanggaran, dan Glenmore.

Penyebab Banjir Hingga Terjunnya Alat Berat

Banjir yang terjadi di tiga kecamatan Kabupaten Banyuwangi ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi pada Jumat malam tanggal 7 Oktober 2022 hingga Sabtu pagi tanggal 8 Oktober 2022. Durasi hujan yang berlangsung cukup lama ini menyebabkan luapan air pada beberapa sungai hingga akhirnya menyebabkan genangan air banjir di berbagai wilayah.

Baca Juga : Bagaimana Penanganan Excavator Pasca Banjir?

Bukan hanya luapan air sungai drainase yang ada di beberapa wilayah terdampak juga tersumbat akibat banyaknya sampah di sekitar drainase. Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa air hujan yang melewati drainase meluap ke pemukiman dan tidak bisa langsung dialirkan ke laut.

Dampak Dan Korban Banjir

Di antara tiga kecamatan yang terdampak banjir ada beberapa desa yang menjadi wilayah terdampak cukup parah. Banjir di Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru beberapa pemukiman warga serta jalanan umum tergenang air banjir. Bukan hanya itu, 34 rumah yang berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran juga terendam banjir hingga aktivitas masyarakat terganggu.

Beberapa fasilitas umum seperti Puskesmas dan Kantor Kecamatan juga terendam air banjir sehingga membuat aktivitas masyarakat lumpuh untuk beberapa waktu. Parahnya dampak banjir ini membuat pemerintah setempat segera bertindak untuk menangani dampak banjir dan melakukan antisipasi agar dampak banjir tidak membesar.

Beberapa pihak lain seperti relawan dan perusahaan yang berinvestasi di Banyuwangi juga bergerak cepat membantu proses penanganan bencana dan memberikan bantuan kepada para korban terdampak. Bantuan seperti sembako juga telah banyak disalurkan untuk membantu masyarakat.

Penggunaan Alat Berat Dalam Penanganan Banjir

PLT Kepala BPBD Banyuwangi, Ilham Nuzuli menuturkan bahwa salah satu penyebab banjir yang terjadi saat ini adalah banyaknya sampah di sekitar drainase sehingga menyebabkan air drainase terhambat dan tidak bisa menuju ke laut. Hal ini juga membuat air drainase meluap hingga akhirnya merendam beberapa wilayah di sekitarnya.

alat berat
nasional.tempo.co

Bukan hanya itu, Sungai Kali Wuluh dan Kali Gonggo juga dinilai sudah cukup dangkal sehingga daya tampung sungai mengecil dan membuat air meluap. Untuk menyelesaikan dampak banjir yang terjadi, beberapa alat berat di datangkan untuk menangani masalah pada drainase dan sungai ini.

Normalisasi di sungai dipilih sebagai salah satu tindakan penanganan dampak banjir yang terjadi di Banyuwangi. Pemerintah kabupaten Banyuwangi juga menerima bantuan dari beberapa perusahaan seperti PT bumi Suksesindo (BSI) dan PT Merdeka Copper Gold TBK dalam bentuk alat berat yang digunakan untuk normalisasi sungai tersebut.

PT. Merdeka Copper Gold Tbk menerjunkan salah satu unit alat  tambangnya yakni excavator untuk membantu proses pengerukan material dalam rangka normalisasi sungai di Indonesia. Excavator juga di terjunkan untuk membantu mengangkat material sampah yang menghambat aliran drainase.

Bukan hanya itu, PT. BSI juga menerjunkan unit dump truck untuk membantu proses pengangakatan material sampah dan mengantar sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir sampah khusus. Proses pembersihan sampah ini sebelumnya dilakukan secara gotong royong oleh Forpimka Pesanggaran, Dinas PU Pengairan Banyuwangi, serta  Korsda Pesanggaran dan masyarakat sekitar.

Bantuan alat berat yang diberikan oleh PT. Merdeka Copper Gold Tbk. dan PT. Bumi Suksesindo dinilai membuat proses normalisasi dan pengangkatan sampah lebih cepat selesai. Diharapkan langkah ini bisa membantu menyurutkan air banjir dan mencegah banjir muncul kembali.

Sumber : detik.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular