Monday, July 15, 2024
HomeHeavy machineIndustri Pertambangan Pengaruhi Kenaikan Nilai Ekspor Indonesia

Industri Pertambangan Pengaruhi Kenaikan Nilai Ekspor Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) kembali membawa kabar gembira terkait kinerja ekspor Indonesia.Pada bulan Mei 2024, nilai ekspor Indonesia mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh berbagai industri termasuk industri pertambangan.

Nilai ekspor Indonesia diketahui mengalami peningkatan hingga 2,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai 22,33 miliar dollar AS. Kenaikan ini disumbang oleh sektor non migas yang mencatatkan pertumbuhan 14,46%, sedangkan sektor migas naik 5,12%.

Baca Juga: BRIN Sarankan Jumlah Ekspor Nikel Dibatasi

Nilai Ekspor Secara Bulanan Ikut Dipengaruhi Oleh Industri Pertambangan

Secara bulanan, nilai ekspor Mei 2024 juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu 13,82% dibandingkan April 2024. Hal ini menunjukkan bahwa geliat ekonomi Indonesia mulai pulih dan semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan internasional.

Berbagai sektor mulai dari sektor pertambangan, hingga sektor industri manufaktur kendaraan turut mempengaruhi performa ini. Meningkatnya nilai ekspor Indonesia secara bulanan maupun tahunan menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi Indonesia di pasar global.

Kondisi Industri Pertambangan Global Pengaruhi Impor Ekspor

Peningkatan ekspor migas Indonesia secara langsung dipengaruhi oleh kondisi industri pertambangan global. Nilai ekspor migas Indonesia pada Mei 2024 mengalami peningkatan sebesar 5,12% secara tahunan (yoy) dibandingkan Mei 2023. Angka ini mencapai 1,42 miliar dollar AS, naik dari 1,35 miliar dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Ekspor Nikel Indonesia Maret 2024 Turun Dibanding Maret 2023

Di sisi lain, peningkatan ekspor non migas diyakini didorong oleh beberapa faktor, salah satunya adalah meningkatnya aktivitas manufaktur di negara-negara mitra dagang utama Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi produk-produk manufaktur Indonesia untuk menembus pasar global yang lebih luas.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menjelaskan, terdapat beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan ekspor non migas adalah:

  • Bijih logam, kerak, dan abu (HS 26): Naik 25,96% secara bulanan dan 21,31% secara tahunan
  • Nikel dan barang daripadanya (HS 75): Naik 22,48% secara bulanan dan 44,20% secara tahunan
  • Mesin perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85): Naik 26,66% secara bulanan dan 12,32% secara tahunan
  • Kendaraan dan bagiannya (HS 87): Naik 26,80% secara bulanan dan 1,93% secara tahunan

Kinerja ekspor positif yang dipengaruhi oleh berbagai industri seperti industri manufaktur dan industri pertambangan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia terus berupaya meningkatkan daya saingnya di pasar global. Meskipun ekspor menunjukkan tren positif, perlu dicatat bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia mengalami penurunan akibat impor yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan ekspor. Untuk itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi impor dan mendorong penggunaan produk dalam negeri.

Sumber: money.kompas.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular