Saturday, June 22, 2024
HomeAlat beratJembatan Buka Tutup Kali Sarua Untuk Permudah Alat Berat

Jembatan Buka Tutup Kali Sarua Untuk Permudah Alat Berat

Proyek normalisasi Kali Sarua telah dimulai oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan sejak Rabu (31/01/2024) lalu. Satu minggu berlalu sejak proyek dimulai, Pemkot Jaksel mengaku mengalami kesulitan karena akses alat berat untuk menormalisasi Kali Sarua cukup sulit dijangkau.

Sulitnya peralatan normalisasi masuk ke area Kali Sarua disinyalir akibat banyaknya jembatan di area sungai yang akan dinormalisasi. Melihat kondisi tersebut, Pemkot Jaksel memutuskan untuk membongkar jembatan-jembatan tersebut agar peralatan normalisasi bisa bekerja secara maksimal.

Baca Juga: Tanggul Kali Lamong Longsor, Bencana Banjir Mengancam 2 Kecamatan

Alat Berat Bekerja Lamban Saat Normalisasi Karena Area yang Sempit

Kali Sarua menjadi salah satu sungai yang kondisinya memprihatinkan di wilayah Jakarta Selatan. Diketahui bahwa hampir setiap hujan terjadi, air di Kali Sarua akan meluap hingga beberapa rumah warga tergenang air.

Salah satu penyebab hal tersebut terjadi adalah sedimentasi Kali Sarua yang menumpuk. Akibat sedimentasi di Kali Sarua yang menumpuk, saat ini diketahui bahwa Kali Sarua hanya memiliki kedalaman air hingga 30 cm saja.

Pemkot Jaksel Normalisasi Kali Sarua dengan Alat Berat Dan Akan Bangun Turap

Proyek normalisasi Kali Sarua direncanakan akan dilakukan selama 3 hingga 4 bulan kedepan. Bukan hanya melakukan pengerukan sedimentasi sungai dengan alat berat, proyek ini juga akan dilanjutkan dengan pembangunan turap.

Normalisasi rencananya akan dilakukan terhadap sungai sepanjang 1,2 kilometer dengan kebar 3-4 meter. Sayangnya, keberadaan 21 jembatan di sepanjang area normalisasi dinilai menjadi hambatan karena peralatan sulit masuk ke area normalisasi tersebut.

alat berat
18 Jembatan Dirubuhkan, serta 1 Jembatan Dirombak Untuk Mendukung Proyek Normalisasi Kali Sarua

Berkaitan dengan kondisi ini, Pemkot Jaksel berencana untuk membangun jembatan buka tutup di Kali Sarua. Diantara 21 jembatan yang ada, 18 jembatan akan dirubuhkan sedangkan 2 jembatan lain akan dipertahankan dan 1 jembatan akan dirombak untuk diubah menjadi jembatan buka tutup.

Jembatan buka tutup ini dibuat untuk mempermudah mobilisasi alat berat saat melewati sungai sehingga kedepannya normalisasi sungai akan lebih mudah dilakukan. Munjirin selaku Walikota Jaksel menuturkan bahwa nantinya jembatan akan ditutup terlebih dahulu saat peralatan berat melintas dan kembali dibuka untuk digunakan sebagai mestinya setelah alat berhasil melintas.

Munjirin juga menuturkan bahwa pengerukan sedimentasi Kali Sarua ini akan melewati Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, dan Kelurahan Pejantan Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Nantinya sedimentasi sungai akan dikeruk hingga kedalaman 1,5 meter untuk meningkatkan kapasitas air di Kali Sarua. Peningkatan kapasitas tampungan air ini diharapkan akan berdampak baik sehingga air tidak mudah meluap ke pemukiman saat hujan terjadi.

Setelah normalisasi menggunakan alat berat selesai dilakukan, kedepannya turap juga akan dibangun di pinggir area sungai untuk mengamankan kondisi sungai. Proyek ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi lingkungan di Jakarta Selatan.

Sumber: antaranews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular