Saturday, September 23, 2023
HomeEducationJenis Alat Berat untuk Pengerasan Jalan

Jenis Alat Berat untuk Pengerasan Jalan

Dalam ilmu konstruksi, alat berat untuk pengerasan jalan sering dimasukkan sebagai kelompok alat penempatan akhir material. Di tempat inilah, material seperti aspal dan beton disebar secara merata dan dipadatkan.

Yang termasuk alat berat untuk pengerasan jalan antara lain concrete spreader, transverse concrete finisher, automatic curing machine, slipform paver, asphalt distributor, asphalt paver, dan beberapa alat pemadatan seperti roller.

Alat berat ini tak hanya digunakan untuk proyek-proyek konstruksi, teruatama untuk pembangunan jalan dan jembatan. Sebab, alat berat untuk pengerasan jalan juga sering dipakai untuk pekerjaan di areal pertambangan, perkebunan, dan kehutanan. Terutama untuk pembukaan akses jalan menuju lokasi proyek.

Fly over
Alat berat pengerasan jalan sangat membantu membuat fly over

Apa Itu Pengerasan?

Pengerasan merupakan salah satu bagian dari prasarana transportasi, yang memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Memikul beban material di atasnya.
  • Menjaga tanah dari kerusakan akibat air yang masuk.
  • Menjaga agar permukaan jalan tahan terhadap cuaca.
  • Menjaga permukaan jalan agar tetap memiliki traksi yang baik.

Pengerasan dapat dilakukan melalui berbagai cara, tergantung material yang digunakan. Namun dari berbagai material yang ada, dua di antaranya paling banyak digunakan, yaitu aspal dan beton.

Karena itu, artikel kali ini hanya membahas dua jenis pengerasan saja, yaitu:

  • Pengerasan kaku (material utama berupa beton)
  • Pengerasan lentur (material utama berupa aspal)

Alat Pengeras Beton / Kaku

Saat ini jalan berbahan beton banyak dijumpai di mana-mana. Tidak hanya di jalan raya yang berada di atas tanah mudah bergerak, tetapi juga sering dijumpai di kampung-kampung.

Betonisasi menjadi pilihan bagi sejumlah kontraktor untuk mengatasi jalanan yang mudah retak dan berlubang, akibat kontur tanah yang labil. Melalui pengerasan kaku (rigid pavement), umur jalan pun bisa diperpanjang.

Transportasi beton ke lokasi proyek dapat dilakukan dengan bantuan truck mixer atau agitator. Truck mixer akan menghamparkan beton ke lokasi pengerasan.

Ada beberapa peralatan yang digunakan dalam pekerjaan pengerasan beton, antara lain:

  • Paving mixer
  • Concrete Spreader
  • Transverse Concrete Finisher
  • Automatic Curing Machine
  • Slipform Paver

1. Paving Mixer

Paving mixer
Paving mixer

Paving mixer adalah alat pengaduk beton yang digunakan khusus untuk pengerasan. Alat ini memiliki kelengkapan seperti boom dan bucket, untu memudahkan pekerjaan pengecoran.

Drum pada paving mixer dapat bersifat tunggal maupun ganda. Pada dual drum mixer, pengadukan beton dilakukan secara bertahap. Separo waktu yang dibutuhkan untuk pengadukan dilakukan pada drum pertama. Separo waktu berikutnya dilakukan pada drum kedua.

Paving mixer bisa digunakan sebagai mixer pengangkut, tetapi bisa juga sebagai mixer statis. Apabila digunakan sebagai mixer statis, kapasitasnya bisa mencapai 76,5 m3, jauh lebih besar daripada kalau digunakan sebagai mixer pengangkut.

2. Concrete Spreader

Concrete spreader
Concrete spreader

Concrete spreader merupakan alat berat yang digunakan untuk pengerasan kaku. Alat ini berfungsi untuk menyebarkan beton plastis dalam pekerjaan pengerasan kaku, kemudian menggetarkannya.

Selama melakukan pekerjaan ini, concrete spreader bergerak konstan. Beton plastis dimasukkan ke concrete spreader menggunakan paving mixer atau truk.

Jika pengerasan jalan menggunakan tulangan, alat ini bergerak ke samping cetakan pengerasan guna mencegah kerusakan pada tulangan. Penggunaan concrete spreader bisa mengurangi kemungkinan terjadi segregasi.

3. Transverse Concrete Finisher

Transverse concrete finisher
Transverse concrete finisher

Transverse concrete finisher berfungsi untuk meratakan dan membentuk permukaan beton, sesuai dengan kemiringan yang diinginkan.

4. Automatic Curing Machine

Automatic curing finisher
Automatic curing finisher

Automatic curing machine berfungsi menyemprotkan air dalam pengerasan beton. Ketika beton mulai mengering, alat ini secara otomatis akan menyemprotkan air. Tujuan penyemprotan untuk mencegah beton retak akibat pengeringan yang terlalu cepat.

5. Slipform Paver

Slipform paver
Slipform paver

Slipform paver memiliki beberapa fungsi, yaitu menyebar beton, memadatkan, dan menyelesaikan pekerjaan akhir pengerasan beton.

Beton yang disebar dengan alat ini tidak membutuhkan cetakan. Selain itu, pelaksanaannya tidak akan menganggu tulangan beton.

Alat Pengeras Aspal / Lentur

Pengerasan jalan juga bisa dilakukan dengan menggunakan aspal. Pengerasan jalan menggunakan bahan ini disebut sebagai pengerasan lentur (flexible pavement)

Pengerasan aspal terdiri atas aspal dan agregat. Agregat merupakan bahan untuk campuran aspal. Agregat yang digunakan berupa agregat halus, agregat kasar, dan filler. Filler adalah material pengisi, bisa berupa abu batu atau semen.

Agregat yang digunakan dalam pengerasan lentur memiliki karakter keras, bersudut, bergradasi baik, bersih, dan kering. Dalam campuran aspal (mix asphalt), aspal bertindak sebagai pengikat (binder).

Alat-alat yang digunakan dalam pengerasan lentur berbeda dari pengerasan kaku. Berikut ini alat-alat yang diperlukan dalam pengerasan lentur / aspak:

  • Asphalt distributor
  • Asphalt paver
  • Roller

1. Asphalt Distributor

Ashpalt distributor
Ashpalt distributor

Asphalt distributor berupa truk yang dimodifikasi sesuai dengan fungsinya, yakni menghamparkan aspal cair ke atas permukaan pondasi jalan dengan kecepatan yang sama.

Tangki pada distributor aspal memiliki sistem yang dapat mempertahankan suhu aspal. Alat ini juga dilengkapi burner yang berfungsi untuk meningkatkan suhu aspal sesuai dengan ketentuan.

Selain itu, asphalt distributor dilengkapi pompa untuk membantu penyemprotan aspal cair. Aspal cair berfungsi mengikat campuran aspal, yang kemudian akan dihamparkan di atasnya.

Kecepatan asphalt distributor (meter / menit) selama menghamparkan aspal tergantung beberapa faktor, antara lain:

  • Keluaran aspal dari pompa (liter / menit).
  • Lebar alat penyemprot / spray bar (meter).
  • Kecepatan penghamparan (liter / m2).

2. Asphalt Paver / Asphalt Finisher

Ashpalt paver
Ashpalt paver

Asphalt paver berupa traktor dengan roda ban (wheel) maupun roda rantai (crawler), dan dilengkapi dengan sistem yang berfungsi menghamparkan campuran aspal di atas permukaan pondasi jalan.

Paver dengan roda ban bisa menjadi pilihan jika alat tersebut sering dipindahkan. Sedangkan paver dengan roda crawler lebih cocok digunakan jika kondisi jalan menanjak / menurun. Sebab roda yang mirip kelabang ini lebih stabil pada kondisi jalan tidak rata.

Di bagian depan asphalt paver terdapat hooper yang berfungsi untuk menerima campuran aspal dari rear dump truck atau bottom dump truck.

Campuran aspal lalu dihamparkan di atas permukaan pondasi jalan, dengan menggunakan conveyer atau auger. Conveyer berfungsi mendistribusikan campuran aspal secara merata, serta menghindari segregasi.

Mengingat ketebalan aspal yang dihamparkan belum seragam, maka diperlukan screed yang ditarik asphalt paver. Lebar dan ketinggian screed bisa diatur. Dengan adanya screed, maka ketebalan dan lebar hamparan campuran aspal bisa terjaga.

Screed dilengkapi dengan vibrator dan burner. Vibrator berfungsi memadatkan lapisan aspal. Burner berfungsi memanaskan screed, sehingga campuran aspal tidak menempel pada screed.

Kecepatan asphalt paver saat menghamparkan campuran aspal harus dijaga agar selalu konstan. Hal ini dimaksudkan agar lapisan aspal yang dihasilkan memiliki permukaan yang rata:

  • Jika kecepatan bertambah, screed akan menurun sehingga ketebalan lapisan berkurang.
  • Jika kecepatan berkurang, screed akan naik sehingga lapisan terlalu tebal.

3. Roller

Roller merupakan alat pemadatan lapisan aspal. Proses pemadatan tidak berlangsung sekali jadi, tapi minimal harus melalui tiga tahap, yakni:

  • Pemadatan pada permukaan lapisan aspal. Tujuannya untuk meningkatkan densitas lapisan.
  • Kalau pada tahap pertama belum didapatkan kepadatan yang diinginkan, maka lapisan harus dipadatkan kembali.
  • Tahap ketiga, pemadatan bertujuan untuk meratakan dan melicinkan permukaan.

Campuran aspal yang dihamparkan saat pemadatan tak boleh terlalu panas. Hal ini untuk mencegah lapisan agar tidak pecah. Namun, campuran aspal juga tidak boleh terlalu dingin, karena menyulitkan pekerjaan.

Pemadatan aspal biasanya dilakukan untuk setiap jarak 100 meter. Hal ini untuk menjaga agar suhu campuran aspal tetap panas saat proses pemadatan berlangsung. Proses pemadatan yang baik akan menghasilkan permukaan jalan yang baik pula.

Roller yang biasa digunakan untuk memadatkan aspal terdiri atas tiga jenis, yakni:

  • Smooth-wheel roller
  • Pneumatic-tired roller
  • Vibrating steel-drum roller

a. Smooth-wheel roller

Smooth wheel roller
Smooth wheel roller

Smooth-wheel roller digunakan untuk meratakan serta melicinkan permukaan aspal. Tekanan yang diberikan ke permukaan tergantung pada kecepatan alat.

b. Pneumatic-tired roller

Pneumatic tied roller
Pneumatic tired roller

Pneumatic-tired roller digunakan untuk mendapatkan kepadatan. Tekanan yang diberikan alat ini ke permukaan tergantung pada tekanan ban.

c. Vibrating steel-drum roller

Vibrating steel drum roller
Vibrating steel drum roller

Sebagaimana pneumatic-tired roller, vibrating steel-drum roller juga digunakan untuk mendapatkan kepadatan. Tetapi jika getarannya dimatikan, vibrating steel-drum roller bisa berfungsi sebagaimana smooth-wheel roller, yakni meratakan dan melicinkan permukaan aspal.

Tekanan yang diberikan ke permukaan tergantung pada frekuensi getaran. Secara umum, roller jenis pneumatic-tired dan vibrating steel-drum dinilai lebih fleksibel ketimbang jenis smooth-wheel.

Apapun jenis roller yang digunakan, usahakan jangan sampai ada kelebihan campuran aspal di depan roda, terutama roda drum baja.

Jika terjadi kelebihan campuran aspal di depan roda, itu bisa disebabkan oleh salah satu dari tiga hal berikut ini:

  • Kepadatan campuran aspal masih kurang.
  • Suhu campuran aspal terlalu panas.
  • Kapasitas roller terlalu besar.

Perhatikan pula, adakah campuran aspal yang menempel pada roda. Jika ada, berarti suhu campuran aspal terlalu tinggi.

Campuran aspal yang terlalu panas juga bisa menyebabkan keretakan lapisan aspal usai pemadatan. Faktor lain penyebab keretakan lapisan aspal pasca-pemadatan adalah mix design yang kurang baik, atau bisa juga karena pemadatan yang terlalu berlebihan.

Itulah beberapa jenis alat berat untuk pengerasan jalan, terutama jalan beton dan aspal. Semoga bermanfaat. (*)

By: Arparts.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular