Sunday, May 28, 2023
HomeEducationJenis Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi – Bagian 2

Jenis Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi – Bagian 2

Artikel mengenai Jenis Alat Berat untuk Proyek Konstruksi Bagian 2 ini merupakan kelanjutan dari Bagian 1. Materinya mengenai alat pengangkutan dan pemindahan material, alat pemroses material, alat untuk pemadatan, dan alat untuk pengerasan jalan.

1. Alat Pengangkutan dan Pemindahan Material

Yang dimaksud pengangkutan material adalah perpindahan material dari proyek ke tempat lain di luar proyek, atau sebaliknya. Jarak tempuhnya bisa dekat, sedang, hingga jauh.

Adapun yang dimaksud pemindahan material adalah proses perpindahan material dari satu titik ke titik lain yang masih berada di lokasi proyek. Artinya, jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.

a. Alat Pengangkutan Material

Pengangkutan material bisa bersifat horisontal dan vertikal. Truk termasuk alat angkut horisontal (dari tempat yang satu ke tempat lainnya), baik dalam jarak relatif dekat maupun cukup jauh. Untuk pengangkutan secara vertikal bisa menggunakan crane.

Berikut ini beberapa jenis alat pengangkutan yang banyak digunakan dalam proyek konstruksi:

# Truk

Berdasarkan metode pembongkaran materialnya, truk dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu rear dump, side dump, dan bottom dump.

Rear dump truck

# Crane

Crane merupakan alat angkut secara vertikal, yaitu dari bawah ke atas, atau sebaliknya. Tetapi dapat juga menurunkan material lainnya ke tempat yang diinginkan.

Selain berfungsi sebagai alat angkut, crane juga dapat digunakan untuk penggalian dan pemasangan tiang pancang.

Crane dibagi dalam dua kelompok, yaitu:

  • Dengan alat penggerak (roda ban maupun roda crawler): terdiri atas beberapa tipe, antara lain crawler mounted crane, truck mounted crane, dan wheel mounted crane. \
  • Tanpa alat penggerak (tower crane): terdiri atas beberapa tipe, antara lain free standing crane, rail mounted crane, tied in crane, dan climbing crane.
Beberapa jenis crane

b. Alat Pemindahan Material

Yang termasuk kategori ini adalah alat-alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi, melainkan sekadar memindahkan material dari alat yang satu ke alat lainnya. Misalnya loader, belt conveyer, dan dozer / bulldozer.

# Loader

loader dengan roda ban

Loader adalah alat berat yang digunakan untuk memuat material hasil penggalian ke dalam truk, dan bisa juga digunakan untuk membuat timbunan material. Jarak tempuhnya tidak bisa terlalu jauh.

Selain dalam proyek konstruksi, loader juga bisa digunakan dalam aktivitas pertambangan. Misalnya untuk memindahkan material hasil peledakan ke dalam truk.

Bagian depan loader dilengkapi bucket, sehingga sering disebut front-end loader. Bucket inilah yang berfungsi mengambil material dari timbunan, lalu memindahkan material tersebut ke dalam truk.

Sebagian loader mempunyai alat penggerak berupa roda rantai (crawler-tractor mounted). Sebagian lagi menggunakan roda ban (wheel-tractor mounted). Jenis kedua ini terdiri atas dua tipe, yakni:

  • 4-wheel drive: cocok untuk membawa bucket bermuatan penuh.
  • Rear-wheel drive: biasa dipakai untuk penggalian / pengerukan.

# Belt Conveyor

Belt conveyor

Belt conveyor berfungsi untuk memindahkan tanah, pasir, kerikil, batuan pecah, beton, dan material lainnya. Kapasitas pemindahannya cukup tinggi, karena material dipindah secara terus-menerus dan dalam kecepatan cukup tinggi.

Belt conveyor terdiri atas dua bagian utama, yaitu belt (ban berjalan) dan idler untuk menahan belt. Selain itu, ada unit pengendali, pulley, dan struktur penahan.

# Bulldozer

Bulldozer

Bulldozer atau sering disebut dozer termasuk salah satu alat pengolah lahan. Fungsinya antara lain membuka jalan baru, mengupas lapisan permukaan, dan menyebar material.

Namun, dengan kelengkapannya, bulldozer juga bisa digunakan untuk memindahkan material dalam jarak pendek (maksimal 100 meter), menyebarkan material, dan mengisi / menutup bekas galian.# Scraper

Motor scraper

Scraper termasuk salah satu alat berat serbaguna / multifungsi. Alat ini memiliki kemampuan untuk mengeruk tanah, bahkan membuka permukaan atas tanah (top soil) yang keras. Karena itu, scraper dikelompokkan sebagai alat pengolah lahan.

Namun, scraper juga memiliki kemampuan untuk mengangkut dan menabur tanah hasil pengerukan secara berlapis. Bahkan alat ini mampu mengangkut material dengan jarak cukup jauh (hingga 2 km).

Dengan kemampuannya mengangkut dan menabur tanah hasil pengerukan, maka scraper bisa juga dikelompokkan sebagai alat pengangkutan dan pemindahan material.

Jenis scraper yang sering digunakan dalam proyek konstruksi antara lain:

  • Towed scraper
  • Motor scraper
  • Self-loading scraper

Detail selengkapnya bisa dibaca pada artikel Jenis Alat Berat untuk Pengangkutan dan Pemindahan Material.

2. Alat Pemrosesan Material

Dalam setiap proyek konstruksi gedung, jalan, jembatan, maupun bendungan, selalu ada pekerjaan pemrosesan material. Material ini bisa berupa beton, aspal, maupun agregat untuk campuran beton dan campuran aspal.

a. Alat Pemroses Agregat

Agregat merupakan bahan-bahan yang berasal dari alam. Misalnya batu, kerikil, serta pasir. Bahan-bahan ini sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan beton, campuran aspal, hingga sebagai landasan jalan atau pada permukaan pengerasan jalan.

Crusher untuk memecah dan memotong batuan

Alat yang digunakan untuk memroses agregat disebut crusher. Ada lagi alat bantu yang disebut belt conveyer, untuk memindahkan material seperti batuan pecah, kerikil, tanah, pasir, dan beton.

Untuk pekerjaan memecah dan memotong batuan, crusher terdiri atas beberapa tipe, antara lain:

  • Jaw crusher
  • Gyratory crusher
  • Roll crusher
  • Impact crusher

b. Alat Pemroses Beton

Beton tak hanya digunakan untuk proyek konstruksi jalan saja. Ia juga kerap digunakan dalam proyek konstruksi gedung, khususnya gedung bertingkat, serta proyek jembatan dan bendungan.

Untuk proyek konstruksi gedung dan jembatan, beton seringkali digunakan sebagai salah satu bahan pembuat balok, kolom, maupun pelat.

Dinding pracetak pada gedung bertingkat juga mempunyai bahan dasar beton. Pipa-pipa besar pada pembuatan saluran juga menggunakan beton sebagai bahan dasar. Beton juga dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengerasan jalan.

Beton merupakan campuran semen, agregat, dan air. Campuran semen dan air sering disebut pasta. Agregat yang digunakan dalam pembuatan beton bisa berupa agregat halus dan agregat kasar.

Untuk memproduksi beton secara massal, dibutuhkan beberapa peralatan khusus, yakni:

# Alat Pencampur Beton

Alat pencampur beton disebut batcher. Ada dua tipe batcher, yaitu batcher yang ditempatkan dalam lokasi proyek, serta batching plant (pabrik pencampuran beton).

Beberapa tipe bather

# Alat Pemindahan Campuran Beton

Alat-alat untuk memindahkan campuran beton antara lain:

  • Ready-mixed concrete truck (truck mixer)
  • Pompa beton
  • Crane yang dilengkapi bucket

c. Alat Pemroses Aspal

Aspal digunakan untuk pengerasan jalan, dalam hal ini pengerasan lentur (flexible pavement). Pada pembuatan jembatan, campuran aspal digunakan sebagai lapisan permukaan pelat.

Aspal yang masih padat disebut asphalt cement. Dalam penggunaannya, aspal harus dipanaskan agar meleleh. Campuran asphalt cement dan bahan minyak bumi disebut asphalt cutback yang berbentuk cairan dalam suhu ruangan.

Batch plan: alat pemroses aspal

Bentuk lain dari aspal adalah asphalt emulsion. Keunggulan aspal jenis ini adalah tidak menimbulkan api dan dapat dituangkan ke atas agregat yang basah.

Alat pemroses aspal disebut asphalt plant, di mana campuran aspal diaduk dan dipanaskan. Ada dua jenis asphalt plant yang sering digunakan dalam proyek konstruksi, yakni:

  • Batch plant
  • Drum mix plant

Detail selengkapnya bisa dilihat pada artikel Jenis Alat Berat untuk Pemroses Material.

3. Alat untuk Pemadatan

Alat berat untuk pemadatan sangat dibutuhkan dalam proyek konstruksi. Seperti diketahui, material timbunan di lokasi proyek biasanya merupakan material lepas, sehingga harus dipadatkan.

Esensi pemadatan adalah mengeluarkan udara dari dalam rongga material, atau mengurangi rongga antarpartikel tanah. Dengan demikian, volume tanah / material akan menjadi lebih kecil.

Praktik pemadatan yang sering dijumpai adalah ketika memadatkan jalan, sebelum ditutup dengan campuran aspal maupun beton.

Pemadatan juga sering dilakukan kontraktor ketika hendak memulai pembangunan gedung. Lokasi / tempat pondasi akan dibangun harus dipadatkan dulu, agar pondasi tidak mudah bergeser dan bisa menahan beban bangunan di atasnya.

Tandem roller salah satu alat pemadatan

Alat berat yang digunakan untuk pemadatan disebut compactor. Sedikitnya ada tujuh jenis alat berat untuk pemadatan, yaitu:

  • Tamping roller
  • Modified tamping roller
  • Smooth-wheel roller
  • Pneumatic-tired roller
  • Vibrator compactor
  • Manually operated vibratory plate compactor
  • Manually operated rammer compactor

Umumnya, compactor memiliki susunan roda depan yang berfungsi sebagai guide roll, sedangkan roda belakang sebagai drive roll.

Detail selengkapnya bisa dilihat pada artikel Jenis Alat Berat untuk Pemadatan.

4. Alat untuk Pengerasan Jalan

Dalam ilmu konstruksi, alat berat untuk pengerasan jalan sering dimasukkan sebagai kelompok alat penempatan akhir material. Di tempat inilah, material seperti aspal dan beton disebar secara merata dan dipadatkan.

Pengerasan merupakan salah satu bagian dari prasarana transportasi, yang memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Memikul beban material di atasnya.
  • Menjaga tanah dari kerusakan akibat air yang masuk.
  • Menjaga agar permukaan jalan tahan terhadap cuaca.
  • Menjaga permukaan jalan agar tetap memiliki traksi yang baik.

Pengerasan dapat dilakukan melalui berbagai cara, tergantung material yang digunakan. Yang paling dikenal ada dua, yakni pengerasan kaku (rigid pavement) dengan material utama berupa beton) dan pengerasan lentur (flexible pavement) dengan material utama berupa aspal.

a. Alat Pengerasan Kaku / Beton

  • Paving mixer
  • Concrete Spreader
  • Transverse Concrete Finisher
  • Automatic Curing Machine
  • Slipform Paver
Paving mixer

b. Alat Pengerasan Lentur / Aspal

  • Asphalt distributor
  • Asphalt paver
  • Roller
Ashpalt distributor

Detail selengkapnya bisa dilihat pada artikel Jenis Alat Berat untuk Pengerasan Jalan.

Itulah informasi lengkap mengenai jenis alat berat yang cocok untuk proyek konstruksi. Semoga bermanfaat. (*)

By: Arparts.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular