Saturday, December 3, 2022
HomeEducationKades Terlibat Konspirasi Penambangan, Alat Berat Ditemukan

Kades Terlibat Konspirasi Penambangan, Alat Berat Ditemukan

Masyarakat desa di Kecamatan Batang Mesumai, Meranggin, Jambi, resah. Pasalnya ada penambangan emas tanpa izin ilegal sering terjadi. Bahkan penambangan ini sudah merambah hutan dan masuk ke hutan yang dimiliki oleh desa. Hal tersebut terungkap ketika ditemukan alat berat di areal hutan.

Penambangan emas menggunakan alat-alat yang berat memang sudah sering terjadi di desa tersebut, apalagi masuk ke desa. Meski sudah berkali-kali ditegur oleh masyarakat dan aparat kepolisian, banyak pengusaha dan perusahaan yang bandel dan tak mau mendengarkan.

Sedang Menjamur

Beberapa wartawan yang datang berkunjung ke desa tersebut mengabadikan berbagai aktifitas penambangan yang terjadi. Di lapangan, mereka menemukan excavator sebagai bukti peralatan yang digunakan untuk menambang emas. Menurut ucapan warga, bukan hanya sekali kejadian tersebut terjadi.

Misalnya di Desa Buiku Tanjung, dalam jarak 4 kilometer dari desa sebelumnya, wartawan kembali menemukan alat berat. Alat dengan jenis excavator merek Sumintomo ini tengah beraktifitas seperti biasa meski mendapat kehadiran penonton yang tak diinginkan.

Alat tersebut tengah mengeruk tanah, sehingga ada gumpalan tumpukan tanah besar di sekitar area. Tak hanya itu, terlihat pekerja penambangan ilegal tersebut mengerumuni tempat tersebut untuk mencari emas yang menurut kabar ada disana.

Alat Berat Milik Salah Satu Warga

alat berat
jambi.antaranews.com

Ketika wartawan mendekat, para pekerja ini tak menampakkan ketakutan sedikit pun, bahkan mereka mau menjawab pertanyaan yang diajukan. Menurut salah satu pekerja di penambangan emas ilegal tersebut, excavator yang digunakan merupakan milik warga desa.

Narasumber yang tak mau disebutkan namanya tersebut hanya mengatakan bahwa pemilik dari excavator dan pengelolaan lokasi tersebut adalah warga desa. Saat diminta menyebutkan namanya, ia hanya mengatakan bahwa inisialnya I dan sang pemilik tinggal di Pulau Renggas.

Selain mengaku pada wartawan yang datang, pekerja tersebut juga menunjukkan tempat penambangan lain. Ia menambahkan ada dua excavator serta alat berat lain yang lokasinya tak jauh dari penambangan mereka.

Meski begitu, si pekerja tersebut mengaku tak tahu siapa pemilik excavator dan pengelola dari lokasi mereka. Warga desa yang diwawancara kemudian juga memberikan informasi tambahan. Menurutnya, warga desa sudah beberapa kali meminta aparat penegak hukum untuk menghentikan kegiatan tersebut.

Tak hanya di desanya, namun juga di desa-desa lain yang ada di Kecamatan Batang Mesumai. Sebab aktivitas ilegal tersebut merusak lingkungan sekitar. Sayangnya permintaan tersebut tak mendapatkan realisasi nyata karena banyak pejabat desa yang terlibat.

Aparat Desa Terlibat Penambangan dengan Alat Berat

Baca Juga : Fungsi Bulldozer di Bidang Pertambangan yang Perlu Diketahui

Berdasarkan penjelasan dari warga desa tersebut, aparat desa baik yang pejabat atau oknum sudah bekerja sama. Aktivitas penambangan dengan alat berat juga semakin parah. Warga tersebut juga menceritakan bagaimana pekerja datang tak lagi menggunakan trado, namun langsung dengan excavator rolling.

Ini tentu memberikan dampak buruk pada jalanan aspal, sehingga membuat aktivitas dan mobilitas warga terganggu. Warga tersebut juga mengaku, masalah ini mengakar kuat karena aparatur desa malah bekerja sama dengan perusahaan penambang.

Kepala Desa tersebut membebankan biaya pada perusahaan atau pengusaha yang hendak melakukan penambangan. Katanya, setiap alat yang lewat diminta membayar biaya 8 juta, uang keamanan 10 juta, uang untuk media 3 juta, semuanya harus disetorkan kepada Kades.

Sontak banyak warga yang mengajukan protes. Selain merusak lingkungan, alat berat yang lewat juga merusak tanah dan aspal. Namun sampai sekarang belum ada informasi lanjutan mengenai penangan secara hukum masalah tersebut.

sumber : kongkrit.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular