Monday, July 15, 2024
HomeEnergyKalla Group Siap Bangun Pabrik Pengolahan Dan Smelter Nikel Fase Kedua

Kalla Group Siap Bangun Pabrik Pengolahan Dan Smelter Nikel Fase Kedua

Kalla Group, sebuah konglomerasi terkemuka di Indonesia, telah mengungkapkan rencananya untuk membangun fase kedua dari pabrik pengolahan dan smelter nikel di Sulawesi Selatan. Proyek ini akan dikelola oleh PT. Bumi Mineral Sulawesi (BMS) dan  direncanakan selesai pada 2027 di Desa Karang karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Fokus utama proyek ini adalah pada pengolahan nikel menjadi feronikel dan sulfat nikel grade baterai. Pada fase pertama, produksi feronikel dan sulfat nikel akan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Pencapaian Besar, Sektor Nikel Indonesia Resmi Masuk London Metal Exchange

Smelter Nikel Fase Pertama Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Direktur Marketing, Strategy & Digitalization Kalla Group, Zumadi SM Anwar, mengungkapkan bahwa pabrik pemurnian nikel fase kedua ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 31.400 ton per tahun. Lokasinya akan berdekatan dengan fase pertama yang telah memulai produksi pada tahun 2024.

Berkaitan dengan Pembangunan fase pertama, smelter feronikel memiliki target produksi mencapai 33.000 ton per tahun. Sedangkan, smelter sulfat nikel direncanakan akan beroperasi pada semester kedua tahun 2024, dengan target produksi 31.400 ton per tahun.

Investasi Smelter Nikel Fase Kedua Capai Rp 10 Triliun

Zumadi SM Anwar menuturkan bahwa nantinya smelter nikel yang selesai dibangun akan menggunakan sumber daya energi yang ramah lingkungan dalam operasionalnya. PT. Bumi Mineral Sulawesi akan memprioritaskan penggunaan listrik dari PLN dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kalla untuk memenuhi kebutuhan energi di smelter-smelter yang ada.

Baca Juga: Inilah 3 Emiten Pertambangan Nikel dengan Performa Saham yang Stabil di Indonesia

Dengan investasi mencapai Rp10 triliun, pembangunan smelter fase kedua ini akan dilakukan di lahan seluas 141 hektar dengan kapasitas produksi mencapai 60.000 ton per tahun. Selain itu, smelter ini direncanakan akan dilengkapi dengan 14 tungku, memperkuat infrastruktur produksi yang ada.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kalla Group untuk mendukung industri nikel Indonesia dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian negara. Kehadiran pemurnian nikel di Sulawesi Selatan diharapkan dapat memberikan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Dengan terus mengembangkan infrastruktur produksi nikel, Kalla Group berkomitmen untuk memperkuat sektor industri ini dan berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pembangunan smelter nikel fase pertama dan kedua ini juga telah dipantau langsung oleh salah satu petinggi Kalla Group yaitu Jusuf Kalla untuk memastikan seluruh proses Pembangunan sesuai dengan standar yang dimiliki.

Sumber: tribunnews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular