Saturday, June 22, 2024
HomeAlat beratKapal Tongkang yang Berisi Muatan Alat Berat Terdampar

Kapal Tongkang yang Berisi Muatan Alat Berat Terdampar

Kapal tongkang yang berisi muatan alat berat terdampar di perairan Tanah Ampo, Manggis, Karangasem. Tak hanya kapal tongkang saja, ada juga kapal tugboat yang mengalami masalah sama.

Kedua kapal tersebut mengalami kebocoran karena menabrak bebatuan, sehingga kapal tak bisa bergerak dan akhirnya terdampar. I Gusti Agung Bagus Suteja, Kasat Polairud Polres Karangasem mengatakan bahwa kedua kapal tersebut dilaporkan karam pada malam hari.

Selain karena mengalami kebocoran, cuaca yang buruk juga menjadi penyebab kapal ini karam. Akibatnya kedua kapal terdampar karena terbawa arus ke pesisir pantai Tanah Ampo.

AKP Bagus juga menambahkan bahwa kedua kapal tersebut, yakni kapal tongkang dan kapal tugboat sudah sejak 7 bulan lalu terparkir di perairan Tanah Ampo. Keduanya merupakan kapal yang berkaitan dengan proyek yang dimiliki oleh Pertamina karena berisi muatan alat berat.

Percobaan Melakukan Evakuasi Kapal Muatan Alat Berat

AKP Bagus mengungkapkan, awalnya kapal menabrak bebatuan dan mengalami kebocoran. Karena hal tersebut, air masuk ke dalam kapal, sehingga mengakibatkan kapal tongkang miring sedikit dan mulai karam.

Karena sudah mengalami kerusakan, proses evakuasi rencananya akan dilakukan. Namun belum membuahkan hasil karena tugboat yang dimiliki Pertamina tak berhasil melakukan evakuasi. Inilah yang membuat kapal masih terdampar disana.

Baca Juga : Jenis Alat Berat di Konstruksi Bendungan yang Sering Digunakan

Isi dari kedua kapal tersebut, menurut AKP Bagus, adalah alat berat berupa crane dan pipa coran. Kedua alat berat ini masih terjebak di dalam kapal. Untuk evakuasi kruĀ  kapal, untunglah berjalan dengan lancar, namun muatan alat berat masih berada di dalam kapal.

Pengakuan dari Kapten Kapal

muatan alat berat
jateng.inews.id

Kapten kapal tongkang tersebut, Nasyon Laki, mengatakan bahwa kapal mengalami masalah karena cuaca yang buruk, sehingga kandas di perairan tersebut. Gelombang yang tinggi sepanjang hari membuat kapal kesulitan untuk bergerak, belum lagi ditambah angin kencang yang berhembus.

Akibatnya tali jangkar yang harusnya menopang kapal putus dan membuat kapal kandas. Kedua kapal ini kemudian terseret ke pesisir pantai hingga ditemukan oleh tim evakuasi. Kapten kapal juga sudah mengirimkan sinyal bantuan untuk mempercepat proses penemuan kapal.

Nasyon Laki dan krunya sudah berusaha melakukan evakuasi, namun air dengan cepat masuk ke dalam dek dan badan kapal, sehingga proses evakuasi menjadi sulit. Semua muatan alat berat dan berbagai peralatan tak bisa di evakuasi.

Meski masih kesulitan, namun Nasyon dan tim-nya tidak menyerah. Rencananya mereka akan melakukan evakuasi ulang ketika air sedang pasang, sehingga memudahkan mereka untuk menarik kapal menuju daratan.

Jumlah Kru Kapal Muatan Alat Berat yang Berhasil Selamat

Menurut Nasyon, ada 8 ABK dalam kapal tersebut. Selama peristiwa kandasnya kapal, ada 3 ABK yang sudah berhasil menyelamatkan diri, sedangkan 5 orang masih berada di dalam kapal. Namun untunglah tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Setelah melakukan penyelamatan kepada awak kapal yang tersisa, seluruh ABK untuk sementara tinggal bersama salah satu penduduk yang berdekatan dengan tempat kejadian, yakni di Tanah Ampo.

Masalah ini akan segera diselesaikan agar tidak menimbulkan hambatan untuk proyek Pertamina. Tak hanya itu, alat berat yang ada di kapal juga harus segera digunakan, jadi proses evakuasi akan dilakukan secepatnya.

Belum ada informasi baru mengenai nasib kedua kapal tersebut dan muatan alat berat yang ada di dalamnya. Semua pihak, baik yang terlibat secara langsung atau tidak dalam insiden tersebut tengah berusaha melakukan evakuasi secepat dan seefisien mungkin.

Informasi mengenai berital update alat berat lainnya bisa Anda temukan disini !

Sumber : detik.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular