Saturday, June 22, 2024
HomeAlat beratKemenperin Dan Komatsu Jalin Kerjasama Vokasi Untuk Tingkatkan Industri Alat Berat

Kemenperin Dan Komatsu Jalin Kerjasama Vokasi Untuk Tingkatkan Industri Alat Berat

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengambil langkah maju dalam memperkuat sektor industri alat berat dengan menjalin kemitraan strategis dalam bidang pendidikan vokasi. Kemitraan ini, yang melibatkan PT Komatsu Indonesia, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), menandai komitmen serius pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan industri yang inovatif dan berdaya saing di Indonesia.

Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, SDM yang kompeten sangat penting dalam memperkuat sektor alat berat nasional. Dia menegaskan bahwa sektor ini tetap memiliki prospek yang cerah di masa depan, terutama karena kebutuhan akan alat berat masih tinggi.

Baca Juga: Pelatihan Alat Berat Vokasi Mulai Dibuka Oleh BBPVP Makassar

Industri Alat Berat Berperan Besar Dalam Mendukung Ekonomi Nasional

Data dari Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) menunjukkan bahwa produksi alat berat dalam negeri mencapai 8.066 unit pada tahun 2023, yang menunjukkan tren positif dalam industri ini.

Industri peralatan berat memiliki peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama dalam sektor-sektor kunci seperti pertambangan, infrastruktur, perkebunan, dan pertanian. Untuk memenuhi kebutuhan akan SDM yang terampil dalam sektor ini, Kemenperin terus memperkuat dan mengembangkan program pendidikan vokasi dengan melibatkan industri.

Komatsu Dan STMI Luncurkan Program Studi Untuk Maksimalkan SDM Di Industri Alat Berat

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menjadi garda terdepan dalam menjalankan program-program ini. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui kerja sama antara Politeknik Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) Jakarta dengan PT. Komatsu Indonesia.

Kerjasama antara Komatsu dan STMI ini dilakukan melalui penyelenggaraan program setara Diploma 1 (D1) untuk studi manufaktur alat berat. Melalui program ini, para peserta didik mendapatkan materi pembelajaran yang terkait dengan berbagai kebutuhan di industri alat berat nasional.

Baca Juga: 56 Perusahaan Tambang Ikuti Sosialisasi Proper Dan Simpel

Kepala BPSDMI Kemenperin, Masrokhan, menyatakan bahwa kurikulum program studi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan sektor alat berat, sehingga lulusannya bisa menjadi tenaga terampil yang akan berkontribusi pada peningkatan kinerja industri nasional. Langkah ini tidak hanya menciptakan SDM yang lebih berkualitas, tetapi juga memperkecil kesenjangan kompetensi (competency gap) antara dunia industri dan dunia pendidikan.

Dalam upaya memastikan kesuksesan program ini, keterlibatan industri sangatlah penting. Industri diharapkan membuka diri dan terlibat aktif dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. Kemenperin dan BPSDMI berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi, sesuai dengan tuntutan pasar kerja di sektor industri.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPSDMI Kemenperin dan PT. Komatsu Indonesia merupakan langkah penting dalam memperkuat kemitraan antara dunia pendidikan dan industri. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan SDM industri yang kompeten tanpa adanya program re-training oleh industri, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan sektor alat berat di Indonesia.

Kerjasama antara berbagai pihak terkait ini dinilai menjadi langkah yang tepat untuk memaksimalkan skill SDM dalam indutri alat berat di Indonesia. Dengan beragam program dalam sektor perdidikan terkait, pencapaian sektor terkait diharapkan semakin maksimal dari tahun ke tahun.

Sumber: idxchannel.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular