Monday, July 15, 2024
HomeMiningKonsesi Tambang Pulau Fau Diprotes, Inilah Alasannya

Konsesi Tambang Pulau Fau Diprotes, Inilah Alasannya

Pulau Fau di Maluku Utara diketahui menjadi salah satu target konsesi tambang berdasarkan IUP yang dimiliki PT. Aneka Niaga Prima (ANP). Meski belum dimulai, namun IUP ini banyak menuai reaksi negatif karena dinilai menyalahi aturan hingga menimbulkan potensi kerugian yang cukup besar.

Berbagai kalangan mulai dari warga terdekat yaitu warga Pulau Gebe hingga beberapa komunitas dan Forum Studi menyampaikan keberatannya dengan mendesak pemerintah setempat hingga DPRD untuk mencabut IUP tersebut. Namun hingga saat ini masih belum ada konfirmasi apapun dari pihak pemerintah terkait dengan pengajuan dari berbagai pihak tersebut.

Baca Juga: 50% Area Pulau Fau Akan Jadi Konsesi Tambang, Warga Gebe Protes

Pulau Fau Dinilai Tidak Sesuai dengan Aturan Pembuatan Konsesi Tambang

Forum Studi Halmahera (Foshal) dan warga sekitar mendesak pencabutan IUP PT. ANP karena berbagai alasan mulai dari pelanggaran undang-undang hingga dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Foshal menegaskan bahwa IUP PT. ANP melanggar Undang-Undang No. 1/2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, yang melarang penambangan di pulau kecil. Pulau Fau diketahui hanya memiliki luas 5,45 kilometer persegi sehingga termasuk dalam kategori pulau kecil tersebut.

Konsesi Tambang Pulau Fau Dinilai Akan Cemari Laut

Pulau Fau bukan hanya pulau kecil biasa, pulau ini memiliki peran penting sebagai benteng terakhir perlindungan ekosistem dan biota laut di sekitarnya, termasuk di Pulau Gebe yang hanya berjarak 475 meter. Aktivitas konsesi tambang dikhawatirkan akan mencemari kawasan pesisir dan laut, merusak habitat biota laut, dan mengancam kelestarian Pulau Fau dan perairan sekitarnya.

konsesi tambang
Setelah Beberapa Pulau Lainnya, Pulau Fau Juga Akan Jadi Target Aktivitas Tambang Di Halmahera

Pulau Fau juga menjadi pelindung bagi kampung-kampung di selatan Pulau Gebe, seperti Desa Kapalo, Desa Kacepi, dan Desa Yam, dari gelombang laut yang kuat. Beberapa pulau di sekitar Pulau Fau seperti Pulau Gebe, Pulau Pakal, Pulau Mabuli, dan Pulau Gee diketahui telah lebih dulu menjadi lokasi pertambangan.

Aktivitas pertambangan di pulau-pulau kecil tersebut telah meninggalkan kerusakan ekologis yang parah. Alih-alih memberikan keuntungan bagi rakyat lokal, Foshal menilai keuntungan dari pertambangan nikel hanya dinikmati oleh pengusaha. Hal ini juga akhirnya menjadi patokan bagi warga saat wacana pertambangan di Pulau Fau muncul.

Menyadari berbagai dampak negatif yang akan ditimbulkan, Foshal dan warga sekitar Pulau Fau mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengeluarkan surat rekomendasi pencabutan IUP Nikel PT. ANP.

Tuntutan ini juga diajukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar segera mencabut IUP nikel PT. ANP di Pulau Fau. Warga berharap permintaan terkait pencabutan IUP konsesi tambang ini dapat disetujui sehingga potensi kerusakan lingkungan bisa diminimalisir secara maksimal.

Sumber: lestari.kompas.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular