Saturday, January 28, 2023
HomeEducationLuapan Lahar Dingin Gunung Semeru Menyeret Alat Berat

Luapan Lahar Dingin Gunung Semeru Menyeret Alat Berat

Lahar yang ada di dalam sebuah gunung berapi memang cukup berbahaya. Luapan lahar dingin ataupun lahar panas menjadi salah satu hal yang cukup ditakuti kalangan masyarakat di sekitar gunung berapi karena kerap menimbulkan kerugian seperti kerusakan alat berat dan lain-lain.

Gunung Semeru menjadi salah satu gunung berapi di Indonesia yang masih aktif. Hal ini membuat potensi luapan lahar masih mungkin terjadi. Salah satu kejadian luapan atau banjir lahar Gunung Semeru terjadi baru-baru ini tepatnya pada Sabtu, 15 Oktober 2022.

Kronologi Alat Berat Terseret Lahar Dingin

Tingginya curah hujan memang menimbulkan beberapa bencana di Indonesia seperti banjir dan longsor. Hal ini juga yang melatarbelakangi terjadinya luapan hingga banjir lahar dingin di Gunung Semeru.

Baca Juga : Penyitaan Alat Berat dan Truk Saat Penertiban Penambangan Pasir di Lumajang

Hujan deras yang terjadi sejak Jum’at malam, 14 oktober 2022 ternyata menimbulkan bencana pada keesokan harinya. Lahar dingin yang dimiliki oleh Gunung Semeru mengalami luapan hingga menimbulkan banjir lahar di beberapa aliran sungai di sekitar Gunung Semeru.

Beberapa aliran sungai yang ada di sekitar Semeru adalah sungai Mujur, Besuk Kobokan, Leprak, Besuk Sat, dan Rejali. Lahar dingin Gunung Semeru yang meluap pada Sabtu, meluap di aliran sungai Mujur hingga menyebabkan satu unit alat berat ikut terseret oleh arus luapan atau banjir tersebut.

Jenis alat yang terseret banjir lahar dingin ini adalah jenis excavator yang sering digunakan dalam proyek penambangan pasir di sekitar gunung Semeru. Excavator ini merupakan milik seorang penambang bernama Bakar. Menurut bakal banjir lahar gunung Semeru tersebut terjadi pada siang hari dan menyeret alat berat miliknya hingga sejauh 10 meter.

Beruntung Bakar tidak sedang menggunakan alat tersebut sehingga ia tidak ikut terseret banjir leher ini. Namun excavator miliknya mengalami kerusakan yang cukup berat akibat terseret banjir lahar dingin tersebut. Karena arus banjir yang cukup besar mengaku pasrah dan tidak berani menyelamatkan excavator miliknya.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo menuturkan kondisi iklim saat ini serta status gunung Semeru yang berada pada level 3 mengharuskan seluruh masyarakat untuk selalu waspada. Wawan juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada jikalau banjir lahar kembali terjadi.

Excavator, Alat Berat Tambang Pasir yang Akrab Ditemukan

alat berat
badan-penghubung.jabarprov.go.id

Pertambangan pasir memang menjadi salah satu bidang yang akrab di telinga masyarakat terutama masyarakat yang dekat dengan beberapa gunung. Hampir di setiap kaki gunung termasuk gunung Semeru terdapat beberapa tambang pasir yang dioperasikan baik oleh masyarakat sekitar maupun perusahaan tertentu. Dalam pertambangan pasir tersebut juga terdapat beberapa jenis alat berat yang digunakan untuk mempermudah proses penambangan salah satunya adalah excavator.

Excavator sendiri memiliki berbagai fungsi tergantung pada kebutuhan bidang penggunaannya. Dalam bidang penambangan pasir, excavator sendiri memiliki fungsi sebagai peralatan untuk memindahkan material berupa pasien maupun menggali pasir dari sumbernya.

Hampir setiap tambang pasir memiliki excavator sendiri meskipun tambang pasir tersebut dimiliki oleh masyarakat sekitar. Karena tambang pasir berada di kaki gunung, maka tentu para penambang juga harus mempertimbangkan berbagai hal termasuk mewaspadai beberapa hal tidak terduga seperti banjir lahar dingin yang terjadi baru-baru ini.

Jika penyimpanan dan hal lain yang berkaitan dengan alat berat tidak dipertimbangkan secara cermat, maka berbagai kerugian termasuk kerugian akibat bencana juga akan sulit diminimalisir. Antisipasi dampak bencana bisa dilakukan dengan merawat dan menyimpan peralatan dengan penuh perhitungan.

Sumber : detik.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular