scraper

Mengenal Alat Berat Scraper

Jenis alat berat beroda ban (tire) yang dipergunakan mengangkut, memuat dan membuang (spreading), bak bawah scraper ujungnya berbentuk seperti bilah. Hal ini bilah akan menggaruk tanah seperti sekop, langsung ditampung di bak, setelah penuh diangkat dan dibawa ke tempat pembongkaran muatan.

Alat berat yang cocok dipergunakan pada lapisan yang tidak terlalu keras dan tanah yang banyak bongkah batu tidak dapat menggunakan scraper. Alat ini efektif dipergunakan pada jarak angkut tidak terlalu jauh seperti tempat pemuatan dan pembongkaran yang letaknya berdekatan. Sekali putaran dapat melakukan penggalian, mengangkut, mengosongkan dan kembali lagi ke tempat penggalian dan berputar, tingkat produktivitas tinggi serta biaya operasional relatif rendah.

Kemampuan scraper dalam pengerjaan tanah seperti:

  • Stripping top soil (pengupasan permukaan tanah), mempunyai ketebalan kira-kira 10 cm setiap pass supaya mendapatkan biaya ekonomis, diketahui dahulu bentuk, luas dan keadaan lapangan.
  • Perataan contour sekeliling “building site”.
  • Penggalian saluran irigasi.
  • Penggalian dan pengurungan (cut and fill cartwork) badan jalan dan sebagainya, sangat dipengaruhi oleh material yang tersedia yang akan diangkut, panjang rute, keadaan rute dan peralatan lain yang dipergunakan.

Jenis Scraper

Secara umum dapat digolongkan berdasarkan tipenya, seperti

  • scraper yang ditarik (towed scraper), umumnya ditarik crawler traktor dengan kekuatan mesin 30 hp atau lebih dapat menampung material sebanyak 8-30 m3.
  • scraper bermotor (motorized scraper), pengoperasiannya menggunakan mesin tunggal (front) dibantu bulldozer (pendorong) dan mesin ganda (front and rear).
  • scraper mengisi sendiri (selfloading scraper), memiliki mesin penggerak khusus yang gesit dan lincah dengan produktivitas tinggi.

Daya cengkram ban terhadap tanah kurang sehingga pengoperasiannya memerlukan bantuan crawler traktor yang dilengkapi blade dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • Push loaded, alat bantu hanya pada saat pengerukan dan pengisian, bak penampung telah penuh dapat bekerja sendiri. Jarak tempuh scraper dapat mencapai 3 km, dengan alat bantu dozer menggunakan ukuran dozer tergantung dari daya muat scraper. Apabila lahan yang luas, push loaded scraper kecepatan tinggi menjadi pilihannya.
  • Push pull, pengoperasian dengan menggunakan dua scraper yang saling membantu dalam pengerukan top soil, satu di depan dan yang satu di belakang, saling mendorong. Top soil dipindahkan berkisar pada kedalaman 10 cm sampai 30 cm, top soil mempunyai luas sedang menggunakan self loading scraper kecil atau crawler traktor dengan scraper bowl yang dapat dipilih.
  • Towed scraper, tidak dilengkapi oleh mesin pengoperasiannya dengan ditarik dan tenaga dari bulldozer yang mempunyai jarak angkut tidak lebih dari 500 meter. Alat yang bekerja dengan kecepatan gerak lamban, memiliki kelebihan antara lain mengamngkat “heavy load”, berputar radius kecil, menyebarkan material secara rata tanpa memerlukan alat lain dan ekonomis pada pekerjaan pembukaan lahan.

Komponen Scraper

Bagian dan fungsi dari alat berat scraper ada beberapa, antara lain:

1.  Bowl

Bak penampung muatan mempunyai sisi yang kaku terletak di antara ban depan dan belakang yang digerakkan ke bawah terdapat cutting edge untuk pengerukan dan pembongkaran muatan dengan kapasitas antara 3-38 m3.

2.  Apron

Dinding lengkung bowl bagian depan yang dapat diangkat dilakukan secara hidrolis dapat menutup kembali pada saat pengerukan dan pembongkaran. Mempunyai fungsi mengatur aliran material yang masuk dan keluar bowl, dalam keadaan tertutup apron berada di atas cutting edge yang dapat mengangkut material sepertiga dari bowl.

3.  Tail Gate

Dinding belakang bowl tidak bergerak pada saat pemuatan dan pengangkutan material, tetapi bergerak maju mendorong material keluar dari bowl secara hidrolis.

4.  Cutting Edge

Blade dari baja yang terdapat pada bagian depan dasar bowl untuk melakukan penetrasi ke dalam tanah dapat mengalami kerusakan jika mengenai benda keras dalam tanah.

Pengoperasian Scraper

Menggali dan mengisi untuk memperoleh hasil kerja maksimal dilakukan dengan cara, antara lain:

1.       Pusher Loading

Mengisi muatan tanpa bantuan alat lain dan memakan waktu lama, sehingga sebaiknya dibantu oleh bulldozer. Pekerjaan yang dilakukan minimum dengan kecepatan 10 ft/detik biar tak terhambat oleh tatanan material yang sedang digali dan sinkronisasi kecepatan antara power scraper dengan bulldozer.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Pekerjaan dilakukan minimum kecepatan 10 ft/detik, tak terhambat oleh tatanan material yang sedang digali.
  • Sinkronisasi kecepatan antara power scraper dan bulldozer tiap 1,5 – 2 menit agar power scraper siap didorong, sehingga tanpa menunggu bulldozer
  • Sebaiknya memilih operator bulldozer yang telah terlatih dan pengalaman.
2.       Down Hill Loading

Pengisian muatan menjadi lebih singkat dengan gaya berat alat dan pola kerja power scraper ke bagian yang lebih rendah dalam mengisi muatan sendiri.

3.       Straddle Loading

Suatu pola pemuatan atau pengisian power scraper tiap dua kali pengisian, dimana bagian tengahnya ditinggalkan kurang lebih selebar 5 ft akan dipotong atau digali saat pengisian selanjutnya.

4.       Mengangkut

Dalam mengangkut material menggunakan power scraper yang perlu diperhatikan adalah kecepatan geraknya. Menggunakan roda karet sangat disukai, karena memiliki kecepatan yang tinggi dalam melakukan pengangkutan material.

Pengangkutan material diusahakan menghindari belokan tajam atau melingkar yang terlalu jauh, agar dapat bergerak dengan kecepatan maksimum. Penggunaan power scraper yang lancar pengangkutan disesuaikan dengan jalan yang dilewati dan kecepatan power scraper sendiri. Waktu membelok diusahakan tidak lebih dari 15 detik agar kecepatan power scraper dapat terpelihara dengan baik melakukan pengangkutan kedua arah.

5.       Menyebarkan material

Terdapat beberapa cara dalam pengosongan, menimbun dan menyebarkan material muatan dengan menggunakan power scraper, antara lain:

  • Apron (pinggiran) dibuka, fail gate (lubang keluar masuk material) dengan hati-hati didorong ke depan, agar material dapat keluar secara teratur. Jangan ditutunkan blade (cutting edge) terlalu rendah sehingga material tidak terhalang. Apabila material belum turun atau keluar karena apron belum dibuka, fail gate tidak didorong ke depan. Hal ini bisa menyebabkan apron rusak sebagai akibat dari adanya tekanan yang terjadi.
  • Material seperti lempung, sangat lengket, maka apron perlu dibuka atau tutup berulang kali agar material dapat keluar dari bowl dan blade diturunkan hingga ketebalan yang dikehendaki.
  • Penyesuaian kecepatan antara power scraper dengan material yang keluar dari bowl, sehingga penyebaran material akan merata.
  • Material seperti pasir mudah mengalir keluar dapat disebarkan dengan kecepatan tinggi, sehingga penyebaran material berupa lapisan tipis dan merata.
6.       Menggali tanah penutup tipis dan tebal

Power scraper dibantu dengan bulldozer guna pemakaian menggali tanah penutup yang terlalu curam, dimana power scraper guna menggali dengan bulldozer yang mengurangi kecuramannya. Sedangkan penutup tanah sangat tebal penggalian tidak diarahkan ke sisi tebing yang curam, tetapi kurang lebih sejajar denga tebing tersebut.

Teknik Pengoperasian Scraper

Pemuatan material dapat dilakukan dengan ejector berada di belakang dan bowl diturunkan sampi cutting edge mengenai tanah. Apron dibuka lebar sehingga alat dapat bergerak maju perlahan. Alat yang bergerak maju, tanah dapat masuk ke dalam bowl tergantung pada kedalaman penetrasi sejauh mana bowl diturunkan. Pekerjaan pemuatan hampir selesai, bowl perlahan dinaikkan dan apron diturunkan sehingga material tidak akan keluar dari bowl.

Pengangkutan material dilakukan dengan kecepatan tinggi baik bowl, apron maupun ejector tidak melakukan gerakan. Dalam hal ini bowl harus tetap pada posisi di atas, sehingga cutting edge tidak mengenai tanah dan menyebabkan kerusakan sert permukaan dapat terganggu.

Pembongkaran muatan dapat dilakukan dengan menaikkan apron dan menurunkan bowl hingga material keluar pada ketebalan tertentu. Apron diangkat setingginya dan ejector bergerak maju dapat mendorong sisa material dalam bowl, ejector ditarik kembali pada posisi semula.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *