Tuesday, December 5, 2023
HomePertambanganNahas !! TKA China Tewas Setelah Diserang dengan Alat Berat Excavator

Nahas !! TKA China Tewas Setelah Diserang dengan Alat Berat Excavator

Kejadian nahas menimpa tenaga kerja asing asal China Wang Zanbiao karena ia harus kehilangan nyawa di tempatnya bekerja. Pada Minggu 15 Januari 2023, Wang Zanbiao tewas karena diserang oleh rekannya sendiri menggunakan alat berat excavator.

Baca Juga : Pekerja Tambang Tewas Terlindas Alat Berat, Polisi Dalam Tahap Penyelidikan

Alat Berat Excavator Jadi Senjata Pembunuhan

Kasus tewasnya Wang Zanbiao telah diproses oleh pihak kepolisian sebagai kasus pembunuhan. Kejadian pembunuhan ini terjadi di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara tepatnya di sebuah proyek pertambangan. Sayangnya tidak ada informasi lebih lanjut mengenai identitas perusahaan pertambangan tempat tewasnya Wang Zanbiao tersebut.

Pembunuhan di Minahasa Tenggara ini terjadi sekitar pukul 20.00 pada hari Minggu 15 Januari 2023. Tidak butuh waktu lama sejak pembunuhan terjadi, pelaku pembunuhan berinisial M (40) yang merupakan rekan kerja korban langsung diringkus oleh pihak kepolisian tanpa perlawanan.

Pelaku M sendiri merupakan warga negara Indonesia yang bekerja di proyek pertambangan yang sama dengan korban. Pelaku M merupakan operator alat berat yang mengoperasikan excavator di proyek pertambangan tersebut.

Kronologi Pembunuhan Menggunakan Alat Berat Excavator

Pembunuhan yang menewaskan Wang Zanbiao merupakan kejadian yang terjadi secara spontan dengan cukup banyak saksi mata sehingga kasus pembunuhan ini tidak terlalu rumit untuk diselesaikan. Setelah melalui penyelidikan, pelaku pembunuhan mengaku sakit hati kepada korban hingga secara spontan menyerang korban menggunakan excavator.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Polda Sulut dan dihadiri oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast, dijelaskan bahwa pelaku pembunuhan langsung diamankan oleh beberapa orang saksi mata sesaat setelah kejadian pembunuhan tersebut. Kronologi pembunuhan ini bermula saat pelaku ditegur oleh korban untuk menghentikan aktivitas pekerjaannya.

Kesulitan komunikasi karena adanya perbedaan bahasa antara keduanya membuat komunikasi antara pelaku dan korban dilakukan menggunakan bahasa isyarat. Korban memberikan isyarat kepada pelaku untuk memberhentikan excavator yang dikendarai pelaku dari jarak 40 meter. Korban juga mengisyaratkan agar pelaku memarkir excavator di tempat parkir seperti biasa.

alat berat excavator
komandobhayangkara.id

Pelaku yang memahami isyarat tersebut kemudian mengarahkan alat berat excavator tersebut ke tempat pengisian bahan bakar sebelum di parkirkan. Setelah sampai di tempat bahan bakar, korban mendekati pelaku dan bertanya menggunakan isyarat mengenai apa yang sedang dilakukan oleh pelaku.

Pelaku kemudian menjawab dengan isyarat bahwa ia sedang mengisi bahan bakar sebelum memarkirkan excavator. Wang Zanbiao pun kembali memberikan isyarat kepada pelaku M agar tidak perlu mengisi bahan bakar dan langsung memarkirkan excavator. Tanpa adanya perdebatan, pelaku memberikan isyarat menyetujui instruksi korban.

Merasa pembicaraan telah selesai dengan baik, korban kemudian berjalan mendekati alat berat dan berdiri di dekat alat berat tepatnya di sebelah kanan excavator. Sementara itu, pelaku justru kembali menyalakan mesin excavator dan menghantam tubuh korban menggunakan bucket excavator.

Pelaku mengarahkan bucket excavator ke arah korban dan langsung menghantam tubuh korban hingga korban langsung terjatuh. Setelah terjatuh, tubuh korban kembali dihantam menggunakan bucket excavator.

Beberapa pegawai tambang yang turut ada di lokasi dan menyaksikan langsung kejadian tersebut segera menghampiri pelaku dan korban. Pelaku langsung diamankan dan mesin excavator langsung dimatikan oleh para saksi mata yang ada.

Naas saat pelaku diamankan, korban telah meninggal dengan kondisi yang mengenaskan. Terdapat banyak luka sobekan pada tubuh korban serta terlihat ada beberapa bagian tubuh yang tulangnya remuk akibat dihantam menggunakan bucket excavator.

Meski belum diketahui faktor sakit hati yang menyebabkan pelaku menyerang korban menggunakan alat berat excavator, namun pelaku langsung dibawa oleh pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka pelaku ini dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

sumber : kaltenglima.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular