Saturday, January 28, 2023
HomeEducationPembiayaan Alat Berat Diperkirakan Stabil Hingga Tahun Depan

Pembiayaan Alat Berat Diperkirakan Stabil Hingga Tahun Depan

Suasana positif pembiayaan alat berat terus memberikan angin segar bagi perusahaan multifinansial. Hal ini karena menurut perkiraan, tren pertumbuhan alat berat akan berlanjut dengan cukup stabil hingga tahun depan.

Perkembangan Pembiayaan Alat Berat

Suwandi Wiratno, Presiden Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), menjelaskan perkiraan ini merupakan hasil diskusi bersama. Diskusi tersebut meliputi para pemain alat berat tanah air dengan berbagai pertimbangan yang matang.

Baca Juga : Fenomena Peningkatan Pembiayaan Alat Berat Multifinance

Perkiraan kasar pemain alat berat, penjualan tahun depan kemungkinan minimal mencapai angka yang sama dengan tahun ini. Uniknya tren permintaan alat berat tahun ini sangat luar biasa, bahkan harus berbalik karena persediaan terbatas. Jadi untuk tahun depan diperkirakan kondisi keuangan masih bagus.

Potensi Bisnis Multifinance dengan Pembiayaan Alat Berat

Alat berat secara umum berada pada kondisi yang positif karena permintaan meningkat tajam sesuai dengan kebutuhan besar para pelaku industri di sektor pertambangan dan perkebunan. Tahun depan, kemungkinan suasana positif akan kembali muncul di sektor konstruksi proyek pemerintah.

Hal ini tergambar dari statistik OJK Agustus 2022 dimana nilai piutang alat berat tercatat sebesar 34,61 triliun rupiah. Hasil tersebut meningkat 19,5 persen dibandingkan akhir tahun lalu, dan jumlahnya tidak menurun dari Juni 2021.

Presiden Asosiasi Agen Eksklusif Alat Berat Indonesia (PAABI) Etot Listyono mengungkapkan bahwa Agustus 2022 pembiayaan alat berat mencapai 13.963 unit, meningkat 58 persen (year-on-year) dari tahun lalu 14.567 unit tahun lalu.

Perkiraan Pembiayaan Alat Berat Tahun 2023

Diperkirakan hingga akhir tahun ini, penjualan alat berat bisa mencapai sekitar 20.000 unit. Jika target ini tercapai, hal akan memecahkan rekor penjualan terbesar yang pernah ada di Indonesia seperti halnya yang disampaikan di hadapan APPI.

Secara sektoral, pada Agustus 2022 penjualan alat berat di sektor pertanian meningkat 84 persen year-on-year menjadi 1.513 unit. Sedangkan sektor kehutanan meningkat 13 persen menjadi 1.687 unit.

Sektor konstruksi juga tumbuh 41 persen menjadi 4.854 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, pertumbuhan terpenting datang dari industri pertambangan, yang tumbuh 93 persen year-on-year menjadi 5.909 unit.

Multifinance dengan Pembiayaan Alat Berat

pembiayaan alat berat
bfi.co.id

Emiten sektor keuangan PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (HDFA) adalah salah satu contoh perusahaan multifund yang mulai memetik keuntungan dari pertumbuhan alat berat  tahun ini dan tetap optimistis bisa meraih angka Rp 2 triliun.

HDFA yang merupakan bagian leasing Trakindo Group tahun lalu mencatat pembiayaan baru senilai 1,48 triliun rupiah. HDFA baru-baru ini juga memutuskan untuk fokus pada pembiayaan alat berat dan jasa pembiayaan anjak piutang mulai tahun 2021.

CFO Radana Finance, Rizalsyah Riezky mengungkapkan, pendanaan baru perusahaannya hingga September 2022 telah mencapai Rp1,4 triliun. Tidak heran jika optimisme untuk mencapai tujuan tahunan tetap kuat.

Realisasi pendanaan ini meningkat 49% dibandingkan tahun lalu yang sebagian besar diarahkan ke sektor pertambangan dan konstruksi. Target pertumbuhannya optimis 20-30% bisa tercapai hingga akhir tahun.

Emiten sektor keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) mencari peluang pemulihan untuk mengisi portofolionya dan HETO. Pembiayaan tersebut berfokus di sektor pertambangan serta konstruksi dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Portofolio keuangan alat berat dan mesin BFI Finance mencapai Rp 2 triliun. Dana tersebut ikut menyumbang 12% dari total Rp 16,8 triliun portofolio yang dikelola hingga pertengahan tahun ini.

CEO PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) Harjanto Tjitohardjojo mengungkapkan optimisme serupa terhadap pembiayaan alat berat tahun ini. Meski pihaknya baru mulai melunasi pinjaman alat berat sejak pandemi Covid-19 mereda.

Sumber : finansial.bisnis.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular