Saturday, December 3, 2022
HomeAlat beratPembukaan Blokade Menggunakan Alat Berat Di Wilayah Perlintasan Indonesia-Malaysia

Pembukaan Blokade Menggunakan Alat Berat Di Wilayah Perlintasan Indonesia-Malaysia

Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara yang ada di wilayah Asia Tenggara. Kedua negara yang Serumpun ini memiliki wilayah yang saling berbatasan satu sama lain yang salah satunya berada di Krayan Indonesia dan Nunukan Malaysia dan dalam beberapa waktu terakhir dilakukan pembukaan blokade menggunakan alat berat.

Pembukaan Blokade Menggunakan Alat Berat Di Perbatasan

Blokade perlintasan antar negara merupakan salah satu langkah yang kurang tepat untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan akan mempengaruhi kegiatan ekonomi dan interaksi antar kedua negara yang cukup dekat ini. Berdasarkan negosiasi yang dilakukan oleh pihak TNI didapatkan beberapa informasi berikut ini:

Waktu Pemblokadean dan Pembukaan Blokade Menggunakan Alat Berat

Perlintasan antara Long Midang (Krayan, Indonesia) dan Ba’kelalan (Nunukan, Malaysia) ditutupi kawat berduri dan timbunan tanah oleh masyarakat adat yang ada di dataran tinggi Krayan sejak tanggal 5 Juli 2022. Informasi ini cepat sampai kepada pihak TNI sehingga dilakukan negosiasi berupa pembukaan blokade menggunakan alat berat.

Pembukaan blokade tersebut dilakukan pada hari Selasa tanggal 2 Agustus 2022 yang dipimpin langsung oleh pihak Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila TNI Rifki. Hal ini bisa dilaksanakan setelah pihak Denrem melakukan dialog dengan tokoh masyarakat serta para pemerintahan setempat.

Hasil Kesepakatan Negosiasi

pembukaan blokade menggunakan alat berat
rakyatkaltaraprokal.co

Mendapat persetujuan untuk melakukan pembukaan blokade menggunakan alat berat memang tidak semudah yang dibayangkan. Sebelumnya, pada tanggal 1 Agustus 2022 pihak TNI melakukan negosiasi di kantor camat Krayan dari jam 13.00 hingga 18.00 WITA dan hanya menghasilkan 2 kesepakatan saja.

Salah satu hasil kesepakatan tersebut adalah diperbolehkannya dibuka kembali blokade perlintasan Long Midang-Ba’kelalan. Namun perlintasan ini hanya diberlakukan untuk orang saja. Sedangkan untuk benda atau barang koperasi tidak diperbolehkan untuk melewati perlintasan tersebut.

Keputusan pembukaan blokade menggunakan alat berat ini memang sangat baik namun masih kurang menguntungkan. Sebab sebelumnya perbatasan ini digunakan untuk aktivitas perekonomian antar dua negara.

Dari hasil negosiasi tersebut, juga dikatakan bahwa untuk barang koperasi masih belum bisa melewati perbatasan kecuali adanya negosiasi antara pelaku usaha di kedua wilayah. Tentunya keputusan ini masih memberatkan masyarakat adat yang ada di dataran tinggi Krayan.

Hal ini dikarenakan pihak masyarakat adat di dataran tinggi menginginkan agar perbatasan tersebut bisa dijadikan jalur pedagang seperti dulu yang menggunakan pola business to business seperti sebelum pandemi covid-19. Namun sayangnya, pembukaan blokade menggunakan alat berat masih belum bisa mewujudkan Keinginan mereka.

Sebelumnya kegiatan perdagangan di kedua wilayah ini selama pandemi hanya bisa dilakukan oleh satu koperasi pemasok dari Serawak dan satu koperasi penerima dari Krayan. Hal ini tentu merupakan praktik monopoli perdagangan yang dianggap sangat merugikan masyarakat adat yang ada di dataran tinggi Krayan.

Maka dari itu, langkah memblokade wilayah perlintasan yang pada akhirnya dilakukan pembukaan blokade menggunakan alat berat ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh masyarakat adat yang ada di dataran tinggi Krayan. Pada dasarnya, kegiatan ini dilakukan untuk bisa mendapatkan hak mereka dalam melakukan transaksi antar negara.

Baca Juga : Merek Alat Berat Ini Kuasai Produk Crane di Indonesia

Penggunaan Jalur Perlintasan

Meskipun jalur tersebut sudah tidak diblokade lagi, namun untuk melintasi jalur lintas batas tersebut masih diawasi oleh Satgas Pamtas dan Koramil. Pengamanan ini dilakukan dengan ketat yang diharapkan agar bisa menjaga keamanan masyarakat yang melewati kawasan tersebut.

Demikianlah beberapa informasi seputar pembukaan blokade menggunakan alat berat yang dilakukan oleh pihak TNI di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini dilakukan melalui negosiasi dari kedua belah pihak agar menghasilkan mufakat bersama dan tidak merugikan pihak manapun.

sumber : kaltara.tribunnews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular