Monday, July 15, 2024
HomeEducationPemkab Belitung Berencana Beralih Dari Industri Tambang Ke Pariwisata

Pemkab Belitung Berencana Beralih Dari Industri Tambang Ke Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), tengah menetapkan langkah-langkah strategis untuk menggeser fokus ekonomi dari sektor industri tambang ke sektor pariwisata. Kabupaten ini berupaya mengubah paradigma ekonomi lokal dengan meninggalkan sektor tambang yang dianggap tidak berkelanjutan, dan mengalihkan perhatian pada pengembangan pariwisata sebagai sumber daya ekonomi baru yang lebih ramah lingkungan.

Sekretaris Daerah Belitung, MZ Hendra Caya, mengungkapkan bahwa keputusan ini didasarkan pada pemahaman bahwa cadangan bijih timah di Pulau Belitung memiliki batas penggunaan. Aktivitas penambangan yang dilakukan secara terus menerus dapat merusak ekosistem alamiah.

Baca Juga: Pemprov Kaltim Akan Ubah Lahan Eks Tambang Batu Bara Untuk Ketahanan Pangan

Tidak hanya itu, aktivitas ini juga dapat mengurangi daya tarik lingkungan, dan memengaruhi keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Sebagai solusi, pemerintah daerah telah mengalihkan fokusnya ke sektor pariwisata yang dianggap lebih berkelanjutan dan memiliki potensi untuk membangun ekonomi lokal secara inklusif.

Sempat Padam, Sektor Pariwisata Tetap Dinilai Lebih Baik Dari Industri Tambang

Meskipun pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap industri pariwisata di Belitung, pemerintah setempat tetap gigih dalam upayanya untuk memulihkan sektor tersebut agar dapat memberikan hasil yang maksimal seperti industri tambang sebelumnya. Salah satu inisiatif utama adalah penyelenggaraan Belitung Expo 2024, yang menjadi ajang penting untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah ini.

Expo tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan potensi pariwisata Belitung, tetapi juga sebagai platform bagi pelaku UMKM dan industri kreatif lokal untuk memasarkan produk mereka. Belitung Expo 2024 sukses mencatatkan transaksi sebesar Rp1,2 miliar, yang menunjukkan adanya minat besar dari pengunjung dan masyarakat untuk mendukung ekonomi lokal.

Selain itu, acara ini mampu menarik perhatian sejumlah besar wisatawan domestik dan potensial investor, yang berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi sehari-hari di daerah ini. Hendra Caya juga mencatat bahwa kegiatan ini berhasil memutar dana sekitar Rp250 juta per hari selama berlangsungnya expo, menggambarkan dampak ekonomi langsung yang signifikan.

Kabupaten Belitung Sebagai Wilayah dengan Industri Tambang Timah Berskala Besar

Kabupaten Belitung terkenal dengan kekayaan alamnya, khususnya timah. Industri tambang timah telah menjadi tulang punggung ekonomi Belitung selama berabad-abad, namun saat ini industri ini dihadapkan pada berbagai tantangan dan persimpangan jalan.

Baca Juga: MIND ID Berhasil Reklamasi Lahan Tambang Hingga 6770 Hektare Di 2023

Saat ini, cadangan timah di Belitung semakin menipis, menyebabkan penurunan produksi dan berdampak pada perekonomian lokal. Selain itu, fluktuasi harga timah di pasar global juga menjadi faktor yang mempersulit kelangsungan industri ini.

Sebelumnya, terdapat beberapa perusahaan pertambangan timah yang beroperasi di Belitung dengan kapasitas produksi yang besar seperti PT. Timah Tbk dengan kapasitas produksi mencapai 20.000 ton timah per tahun, PT. Mitra Stania Prima dengan kapasitas produksi mencapai 15.000 ton timah per tahun, serta PT. Gunung Kawi Persada dengan kapasitas produksi mencapai 5.000 ton timah per tahun.

Tidak hanya itu, PT. Prima Resource yang beroperasi di Belitung juga bergerak di bidang penambangan dan pengolahan timah, dengan kapasitas produksi mencapai 4.000 ton timah per tahun. PT. Bangka Belitung Mining juga menjadi salah satu perusahaan swasta yang fokus pada penambangan timah laut, dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 ton timah per tahun.

Kondisi industri tambang yang dinilai terus menurun membuat pemerintah mengambil jalan alternatif untuk memaksimalkan sektor pariwisata agar ekonomi daerah tetap terjaga. Namun Pemkab Belitung menuturkan bahwa aktivitas pertambangan akan terus dikelola meski tidak menjadi penyumbang ekonomi terbesar seperti sebelumnya.

Sumber: antaranews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular