Monday, July 15, 2024
HomeEnergyPemprov Kaltim Akan Ubah Lahan Eks Tambang Batu Bara Untuk Ketahanan Pangan

Pemprov Kaltim Akan Ubah Lahan Eks Tambang Batu Bara Untuk Ketahanan Pangan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah mengembangkan kerja sama dengan sektor swasta untuk mengubah lahan eks tambang batu bara di Kabupaten Kutai Timur menjadi area pengembangan ketahanan pangan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi besar lahan eks tambang yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal setelah berakhirnya operasi pertambangan.

Proyek ini menjadi langkah signifikan mengingat sebelumnya KLHK lebih cenderung mengeluarkan izin untuk kegiatan di sektor kehutanan dan pertambangan. Provinsi Kalimantan Timur diketahui menjadi provinsi pertama yang memiliki proyek ini.

Baca Juga: 800 Ribu Lahan Bekas Di Industri Tambang Butuh Rehabilitasi Segera

Proyek Pengembangan Lahan Eks Tambang Batu Bara Bekerjasama dengan IMM

Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, pada Kamis (4 Juli 2024) mengungkapkan bahwa PT. Indominco Mandiri (IMM) telah menyetujui kerja sama ini. Langkah selanjutnya adalah mengajukan izin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk mengubah fungsi lahan tersebut dari pertambangan menjadi area pertanian yang produktif.

“Alhamdulillah, kita sudah mendapat kesepakatan dengan PT. IMM. Sekarang kita akan memastikan bahwa izin dari KLHK dapat segera diterbitkan untuk memulai program ketahanan pangan ini,” ujar Akmal Malik dengan penuh optimisme.

Pengolahan Lahan Eks Tambang Batu Bara Optimalkan Sumber Daya Alam

Akmal Malik menyoroti potensi besar lahan eks tambang batu bara yang bisa diubah fungsi menjadi lahan pertanian. Dalam tahap awal, rencana penggunaan lahan mencakup penanaman jagung di area seluas 100 hektare. Pemprov Kaltim berkomitmen untuk mengikuti semua prosedur dan aturan yang ada dalam proses perizinan ini. Setelah izin diterbitkan oleh KLHK, Pemprov Kaltim akan bekerja sama dengan petani milenial di Kalimantan Timur untuk melaksanakan program tersebut.

Baca Juga: MIND ID Berhasil Reklamasi Lahan Tambang Hingga 6770 Hektare Di 2023

Akmal Malik juga menyebutkan bahwa sebelumnya telah ada kesuksesan dalam pengembangan proyek air bersih (SPAM) dari lahan eks tambang yang sama. Hal ini memberikan keyakinan bahwa pengembangan ketahanan pangan juga akan berhasil

Dia berharap bahwa inisiatif ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur, tetapi juga akan menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia.

Memanfaatkan lahan eks tambang batu bara untuk kegiatan pertanian adalah langkah proaktif dalam mengoptimalkan sumber daya alam yang ada. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan lokal tetapi juga membuka peluang baru untuk beragam inovasi dan kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Sumber: kalimantan.bisnis.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular