Saturday, June 22, 2024
HomeBulldozerPencarian Korban Longsor Lumajang Masih Dilakukan dengan 4 Alat Berat

Pencarian Korban Longsor Lumajang Masih Dilakukan dengan 4 Alat Berat

Bencana longsor terjadi di kawasan penambangan pasir Kalibening, Dusun Sumpit, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pada Selasa (04/06) lalu. Hingga saat ini, 4 alat berat telah didatangkan ke lokasi longsor untuk melakukan penanganan.

Longsor ini diketahui menyebabkan 4 pekerja tambang pasir hilang dan 2 alat berat terkubur oleh material longsor. Pencarian terhadap seluruh korban hingga saat ini masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD Lumajang, TNI-Polri, serta Forkopimcam Pronojiwo.

Baca Juga: Alat Berat Gercep Tangani Longsor Di Empat Lawang

3 Korban Masih Belum Ditemukan, Alat Berat Terus Evakuasi Material Longsor

Longsor di wilayah Lumajang ini diketahui terjadi pada Selasa siang saat para penambang pasir sedang melakukan aktivitas penambangan. Pada Selasa siang, tebing setinggi 60 meter mengalami longsor dan menimbun para penambang tersebut.

Penanganan pasca longsor langsung dilakukan dengan mendatangkan 4 unit peralatan berat ke lokasi kejadian pada Selasa siang. Satu orang korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan 3 korban lagi masih dalam pencarian hingga hari ini.

Material Longsor Menumpuk, Alat Berat Sulit Percepat Pencarian

Hingga Rabu siang, 4 unit alat berat masih terlihat berusaha mengevakuasi material longsor sekaligus mencari 3 korban yang masih belum ditemukan. Namun tumpukan material longsor yang cukup tinggi membuat pencarian korban sulit dilakukan.

Baca Juga: Penyitaan Alat Berat dan Truk Saat Penertiban Penambangan Pasir di Lumajang

3 korban yang terdampak longsor diantaranya Junaidi, warga Desa Taman Sari, Kabupaten Malang, lalu Dwi dan Rohim, warga Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Adapun 1 korban lainnya yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia yaitu Kusnadi, warga Desa Pronojiwo.

Camat Pronojiwo Hanik Pujiantoko menuturkan bahwa hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda terkait keberadaan para korban yang tertimbun longsor. Hanik juga menjelaskan, selain ke-4 korban, 2 unit peralatan berat jenis truk turut tertimbun oleh longsor tersebut.

Patria Dwi Hastiadi selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menuturkan penyebab longsor masih belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Hujan yang terjadi selama 2 hari berturut-turut disinyalir membuat area tanah diatas tebing gembur sehingga konstruksi tanah mudah longsor dicurigai menjadi penyebab utama dari bencana ini.

Alat berat dibantu warga dan para petugas gabungan diketahui masih akan terus melakukan pencarian hingga ke-3 korban ditemukan. Peralatan tersebut juga akan digunakan untuk membersihkan material longsor yang ada setelah para korban ditemukan nantinya.

Sumber: pantura7.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular