Monday, July 15, 2024
HomeMiningPenutupan Tambang Batubara Ilegal Memberikan Dampak Beragam

Penutupan Tambang Batubara Ilegal Memberikan Dampak Beragam

Ilegal Penutupan tambang batubara diduga ilegal di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, membawa dampak yang beragam. Area tambang batubara ilegal di wilayah ini memang telah ditutup oleh aparat sejak pertengahan April 2024.

Penutupan area tambang ilegal memang menjadi salah satu agenda pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Aktivitas tambang tanpa izin dinilai memberikan cukup banyak kerugian serta dilakukan tanpa mengikuti aturan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Tambang Ilegal Kotanopan Akan Ditutup Aparat, Warga Hadang Aparat Kepolisian

Tambang Batubara Ilegal Tutup, Jalan Sepi

Pasca penutupan area pertambangan di wilayah Balangan, Jalan Lingkar Kapar-Walangsi atau Jalan Tol Barabai yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terpantau cukup sepi karena truk-truk batubara yang biasa melintas tidak lagi terlihat.

Warga dan para pengguna jalan menyambut baik kondisi ini karena lalu lintas di jalan tersebut menjadi lebih lancar dan tidak terlalu membahayakan karena kehadiran kendaraan besar.

Ekonomi Warga Terganggu Akibat Penutupan Tambang Batubara Ilegal

Di satu sisi, penutupan area tambang batubara ini yang berdampak pada sepinya jalan disambut baik oleh pengguna jalan. Salah satu pengguna jalan bernama Wahyu Hamidi menuturkan biasanya terdapat setidaknya 5 truk batubara yang melintas beriringan sekitar 10 sampai 20 menit sekali.

tambang batubara ilegal
Penutupan Aktivitas Tambang Ilegal Memberikan Dampak Beragam Bagi Masyarakat

Di bahu jalan juga biasanya terparkir setidaknya 6 truk batubara sehingga area jalan selalu terlihat sempit. Namun saat ini keberadaan truk-truk tersebut tidak lagi terlihat sehingga para pengguna jalan bisa lebih nyaman menggunakan jalan tersebut.

Namun di sisi lain, penutupan ini dikhawatirkan berdampak pada ekonomi masyarakat, terutama bagi para pekerja tambang dan pengusaha angkutan. Para pekerja tambang kini kehilangan pekerjaan, dan pengusaha angkutan batubara juga mengalami penurunan pendapatan.

Salah satu pekerja tambang bernama Udin mengeluhkan telah 2 hari tidak bekerja dan sulit mendapatkan pekerjaan lain. Salah satu pengusaha angkutan batubara bernama Anton juga mengaku mengalami penurunan pendapatan yang signifikan sejak tambang batubara tersebut ditutup.

Dampak ini memang terus menghantui pemerintah saat mengambil keputusan untuk menutup aktivitas-aktivitas ilegal. Hingga saat ini, belum ada solusi jelas dari pemerintah terkait penutupan tambang batubara ilegal di Balangan. Pemerintah daerah setempat masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.

Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular