Monday, July 15, 2024
HomeMiningPerusahaan Tambang Timah BUMN Alami Kerugian Hingga 450 Miliar

Perusahaan Tambang Timah BUMN Alami Kerugian Hingga 450 Miliar

PT. Timah (Persero) Tbk, perusahaan tambang timah terbesar di Indonesia, tengah bergulat dengan kerugian yang mencapai Rp 449 miliar di tahun 2023. BUMN ini mencatatkan kerugian ini setelah berhasil merekap performa perusahaan selama tahun 2023 pada awal tahun 2024 lalu.

Menanggapi kondisi ini, Kementerian BUMN langsung turun tangan untuk menyusun beragam strategi agar kerugian ini tidak semakin membesar. Skema pemulihan juga dibentuk untuk memulihkan PT. Timah (Persero) Tbk dari kerugian dan mendapatkan kembali keuntungan dari bisnis yang dilakukan.

Baca Juga: PT. Timah Tidak Sanggup Perluas IUP Demi Produksi Timah Pertambangan Rakyat

Harga Komoditas Tambang Timah Memberikan Pengaruh Besar Terhadap Kerugian PT. Timah

Terdapat ragam hal yang disinyalir menjadi penyebab kerugian PT. Timah terjadi. Penurunan produksi selama tahun 2023 serta menurunnya harga timah di pasar global disebut menjadi alasan utama dari kerugian tersebut.

Beban operasional perusahaan yang masih tinggi juga dinilai memperparah kerugian ini. Kondisi operasional yang cukup parah membuat Kementerian BUMN menilai penanganan harus segera dilakukan.

PT. Timah Akan Ambil Alih Tambang Timah Liar Diwilayahnya

Sebuah skema pemulihan tengah digodok untuk membawa PT. Timah kembali ke jalur keuntungan. Salah satu poin penting dalam skema ini adalah pengambilalihan tambang timah liar yang beroperasi di atas lahan PT. Timah Tbk.

Tambang-tambang liar ini dinilai menjadi alasan lain yang menimbulkan kerugian bagi PT. Timah. Aktivitas pertambangan timah dilakukan secara ilegal di atas lahan perusahaan, sehingga PT. Timah kehilangan potensi pendapatan. Produksi bijih maupun logam timah yang dikelola PT. Timah diketahui terus mengalami penurunan sejak tahun 2021 dan mengalami angka terendah pada tahun 2023 lalu.

Baca Juga: Berlanjut, Kejagung Sita 4 Smelter Timah Terkait Korupsi Timah Babel

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, yang akrab disapa Tiko, menjelaskan bahwa skema ini bertujuan untuk “mengambil alih PT. Timah lagi yang diambil penambang-penambang liar”.

Dengan mengambil alih tambang-tambang liar ini, diharapkan produksi PT. Timah dapat meningkat dan pendapatan perusahaan pun kembali naik. Tiko optimis bahwa langkah ini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan bisnis PT. Timah.

Kementerian BUMN juga mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang membongkar operasi-operasi pembobolan timah di IUP PT. Timah. Langkah Kejagung yang membongkar kasus-kasus yang terkait dengan PT. Timah membuat aktivitas tambang liar yang ada lebih mudah terdeteksi sehingga pemerintah dan PT. Timah sendiri bisa lebih mudah mengambil tindakan.

Tiko berharap upaya pemulihan ini bisa menjadi titik balik PT. Timah (Persero) Tbk untuk mengembalikan keuntungan dan menyelesaikan seluruh permasalahan terkait sektor tambang timah yang digelutinya.

Sumber: money.kompas.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular