Saturday, December 3, 2022
HomeEducationPolisi Tangkap 11 Pekerja PETI Dan Amankan Alat Berat

Polisi Tangkap 11 Pekerja PETI Dan Amankan Alat Berat

Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali terjadi di Indonesia. Pada Minggu, 13 November 2022 pihak kepolisian menggerebek lokasi PETI di Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.

Kronologi Pengamanan Alat Berat Dan Pekerja Tambang

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia memiliki cukup banyak wilayah yang kerap dijadikan sebagai wilayah pertambangan. Provinsi Jambi menjadi salah satu wilayah yang kerap dijadikan sebagai lokasi pertambangan emas di Indonesia.

Banyaknya wilayah Indonesia yang bisa digunakan sebagai wilayah pertambangan dimanfaatkan secara ilegal oleh beberapa oknum. Pemerintah memang membuka kesempatan seluas mungkin bagi pihak yang ingin melakukan aktivitas tambang di beberapa wilayah di Indonesia, namun ada berbagai prosedur hingga izin pertambangan yang perlu dipenuhi terlebih dahulu sebelum aktivitas tambang tersebut berjalan.

Baca Juga : Tambang Emas Diselidiki Karena Tak Punya Izin

Jika aktivitas pertambangan dilakukan tanpa izin yang jelas maka hal ini termasuk dalam pelanggaran hukum di Indonesia. Sayangnya cukup sering wilayah tambang ilegal yang akhirnya ditemukan oleh pihak berwajib hingga membuat seluruh pihak yang terkait dengan pertambangan ilegal tersebut mendapatkan sanksi seperti yang terjadi di kabupaten Merangin.

Pada tanggal 13 November 2022 diketahui bahwa salah satu pertambangan emas ilegal di desa lantak seribu digerebek oleh pihak kepolisian karena tidak memiliki izin tambang yang legal. Berdasarkan penuturan Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Lumbrian Ayudi Putra, penggerebekan peti tersebut dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar tentang adanya aktivitas penambangan ilegal di wilayah Merangin.

13 Operator Alat Berat Dan Pekerja Tambang Diamankan

alat berat
jambi.tribunnews.com

Setelah mendapatkan laporan tersebut, personil Sat Reskrim langsung terjun ke lapangan pada hari Minggu sekitar pukul 11.30 WIB. Sesampainya di lokasi tambang, pihak kepolisian langsung mengamankan seorang operator alat berat di sekitar lokasi beserta dengan 12 pekerja tambang yang ada pada lubang galian emas.

Setelah menangkap seluruh pekerja di lokasi tambang, seluruh pekerja tersebut langsung dibawa ke polres Merangin guna menindaklanjuti kasus pertambangan ilegal ini. Bukan hanya para pekerja tambang, 1 unit excavator brand Hitachi juga turut diamankan dari lokasi tambang karena digunakan dalam proses operasional pertambangan tersebut.

Selain excavator petugas juga menyita beberapa barang bukti lain seperti dua buah galo, tiga lembar karpet, dua buah engkol, dua buah cangkang dan 1 buah ember. Seluruh barang bukti ini kemudian diamankan di polres Merangin untuk penindakan lebih lanjut. Diantara 13 pelaku yang ditangkap, diketahui bahwa salah satunya adalah koordinator dari penambangan ilegal tersebut.

Sementara pemilik pertambangan yang diperkirakan merupakan orang Bangko hingga saat ini masih diburu oleh pihak kepolisian. Menurut pemaparan AKP Lumbrian Hayudi Putra, keterangan yang diberikan oleh 13 pelaku yang telah ditangkap masih berbeda-beda sehingga sulit disimpulkan informasi yang valid berkaitan dengan pemilik maupun pertambangan ilegal tersebut.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, AKP lumbrian menuturkan bahwa nantinya akan dirilis informasi resmi dari pihak Kapolres Merangin. Pihak kepolisian akan terus mendalami kasus ini dengan meminta keterangan dari para pelaku dan juga masyarakat di sekitar lokasi pertambangan.

Atas pelanggaran ini, seluruh pelaku termasuk operator alat berat akan dijerat dengan pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 mengenai pertambangan mineral dan batubara. Kepolisian juga akan terus memburu seluruh pihak yang terkait dengan pertambangan ilegal ini sehingga kasus bisa terselesaikan dan tidak kembali terjadi pelanggaran berupa pertambangan ilegal lainnya di wilayah tersebut.

Sumber : jambi.tribunnews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular