Monday, July 15, 2024
HomeBulldozerSejarah Bulldozer Diwarnai Persaingan Holt dan Hornsby

Sejarah Bulldozer Diwarnai Persaingan Holt dan Hornsby

Benjamin Holt mungkin sedang tersenyum di alam sana, tatkala “melihat” kemajuan kota-kota di berbagai belahan dunia. Nama Holt tidak bisa dipisahkan dari sejarah bulldozer: sebuah alat berat pertama di dunia yang diciptakannya tahun 1904.

Bulldozer, alat berat penunjang proyek konstruksi, infrastruktur, perkebunan, pertambangan dan pertanian

Sulit dibayangkan bagaimana wajah Bumi ini tanpa adanya alat berat seperti bulldozer, excavator, crane, dan sejenisnya. Tentu tidak ada menara pencakar langit seperti Burj Khalifa di Dubai (829,8 meter), Shanghai Tower (632 meter), King Abdul Aziz Endowment Tower, Mekkah (601 meter), dan sebagainya.

Tidak mungkin pula ada jembatan-jembatan terpanjang di dunia seperti Danyang – Kunshan Grand Bridge di Shanghai (164,8 km) atau yang membelah sungai, danau, kanal, dan areal persawahan.

Tidak usah jauh-jauh. Tanpa alat berat, tidak mungkin Pemerintah Indonesia bisa membangun jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, hingga waduk-waduk raksasa. Semua proyek infratruktur ini bisa dikerjakan berkat bantuan alat berat, termasuk bulldozer.

Bulldozer dulu dikenal dengan nama crawler tractor. Sebagian lagi menyebutmya caterpillar. Semua ini ada sejarahnya. Simak terus artikel ini sampai tuntas ya…

1. Sejarah crawler tractor

Crawler tractor sebenarnya sudah ada pada abad ke-18. Bentuknya masih sangat sederhana, bahkan harus ditarik oleh tenaga manusia. Tahun 1713, Frenchman M Hermand D’ mengusulkan agar traktor ditarik oleh sekawanan kambing.

Richard Lovell Edgeworth (1744-1817) kemudian terinspirasi dan sukses menciptakan crawler tractor yang didukung tenaga mesin uap. Temuannya itu kemudian dipatenkan pada tahun 1770.

Tahun 1901, muncul kabar baik dari Alvin Orlando Lombard, yang bekerja pada perusahaan Hornsby (Inggris). Lombard menciptakan trek dalam kendaraan untuk meningkatkan daya tarik di salju.

Alat berat ini dinamakan arratrador, sejenis loko bertenaga uap, yang kemudian berhasil digerakkan oleh mesin pembakaran internal. Alat ini dipatenkan pada tahun 1904.

2. Benjamin Holt, penemu bulldozer

Namun keberhasilan Lombard itu tidak sampai mengantarnya sebagai pelopor konstruksi. Gelar itu justru disandang Benjamin Holt, boss Holt Manufacturing Co di Stockton, California, AS. Holt disebut sebagai penemu bulldozer (tahun 1904).

Bulldozer pertama yang diciptakan Benjamin Holt pada tahun 1904

Holt dan Lombard sempat bersitegang mengenai sistem yang diciptakan masing-masing. Lombard bahkan menuding Holt menggunakan ide-idenya.

Holt awalnya mengembangkan beberapa rangkaian untuk tenaga mesin uapnya. Hasil temuannya ini kemudian dipatenkan pada akhir tahun 1904, atau tahun yang sama dengan pematenan sistem yang diciptakan Lombard dari perusahaan Hornsby.

Persaingan terus berlanjut, ketika Hornsby mengubah salah satu mesin traktor uap yang beroda ke dalam format crawler yang dikembangkan Holt.

Kedua pihak lalu bersepakat melacak tenaga tarik mesin pada traktor itu. Sebenarnya versi Hornsby memiliki kemiripan dengan bulldozer yang dikenal sekarang ini. Misalnya, traktor dikontrol dengan mengendalikan kekuatan di setiap lintasan. Namun roda di depan rel seperti mesin milik Holt.

Menyadari pemasaran produknya tidak sebaik rivalnya, akhirnya Hornsby menjual hak paten traktor temuannya kepada Holt. Tahun 1909, alat berat ini lebih dikenal dengan nama caterpillar.

3. Dari caterpillar menjadi bulldozer

Istilah caterpillar dipopularkan oleh fotografer yang bekerja dengan Holt. Saat memotret salah satu traktor ciptaan Holt, dia melihat rekaman gambar yang unik.

Sang fotografer mengaku melihat sesuatu seperti lintasan bergelombang, yang terlihat menyerupai caterpillar alias ulat. Mungkin ini bekas roda rantai yang meninggalkan jejak di tanah.

Holt langsung memberi reaksi. Dia kemudian menggunakan nama caterpillar untuk alat beratnya itu. Nama ini diperkenalkan sekitar 15 tahun sebelum perusahaan Caterpillar Tractor Company berdiri.

Pada bulan Agustus 1925, perusahaan Holt berkongsi dengan pesaing utamanya: CL Best Gas Tractor Co. Kedua perusahaan itu sepakat mendirikan Caterpillar Tractor Company.

Caterpllar D6, salah satu bulldozer kuno yang masih terlihat gagah

Caterpillar Tractor Company sekarang berada dalam naungan Caterpillar Inc, bermarkas di Amerika Serikat. Caterpillar kini menjadi salah satu produsen alat berat terkemuka di dunia dengan merk CAT.

Yang menarik, ketika Holt meluncurkan produk perdananya, crawler tractor belum dilengkapi pisau bulldozer. Padahal pisau ini sudah ada sebelum ditemukannya bulldozer atau jenis traktor lainnya.

Pisau bulldozer terdiri atas bingkai dan pisau di bagian depan. Alat ini digunakan untuk membuang kotoran dengan memanfaatkan keledai sebagai pendorong bingkai pisau tersebut.

Design bulldozer untuk pertanian yang dikembangkan Cummings dan McLeod (1925)

Ketika bulldozer mulai digunakan banyak orang atau perusahaan, muncul temuan pemasangan pisau bulldozer pada alat berat tersebut. Ada yang menduga, perusahaan yang memasang pisau itu adalah LaPlant Choate, Iowa, AS.

Sekarang alat berat yang dulu bernama crawler tractor atau caterpillar lebih dikenal dengan sebutan bulldozer. Apa alasannya?

Istilah “bulldozer” diambil dari kata “bull-dosed”, yang berarti mencambuk –bisa juga menangkis– seseeorang. Istilah bull-dosed kemudian dipelesetkan menjadi bulldozer pada tahun 1886. Namun istilah ini sebernarnya digunakan untuk penyebutan pistol kaliber besar.

Menjelang abad ke-20, muncul istilah “bulldozing” yang berarti menggunakan kekuatan keras untuk mendorong. Nama inilah yang kemudian dilekatkan pada alat berat ciptaan Holt. Karena subjek atau pelaku, maka alat ini bukan disebut bulldozing, tetapi bulldozer.

Bulldozer buatan John Deere AS (tahun 1957)

Dalam perkembangannya, sejumlah produsen alat berat terkemuka di dunia berlomba-lomba untuk menciptakan bulldozer yang paling canggih dengan biaya operasional seminimal mungkin.

Alat berat ini kemudian bersifat multifungsi. Semula hanya digunakan untuk membantu pekerjaan /  proyek di areal perkebunan, pertanian, dan pembangunan jalan.

Saat ini bulldozer juga digunakan untuk membersihkan puing-puing bangunan, mengeksplorasi hasil tambang, mengeruk tumpukan salju tebal, meratakan permukaan tanah di daerah perbukitan, dan sebagainya.

Bulldozer untuk membersihkan puing-puing bangunan akibat penyerbuan Normandia (1944)
Bulldozer di area pertambangan
Bulldozer untuk mengeruk tumpukan salju
Bulldozer untuk meratakan jalan

Baca juga: jenis jenis bulldozer, fungsi dan kelengkapannya

Itulah sejarah bulldozer yang perlu Anda ketahui, dan menjadi pembelajaran bersama. (*)

By: Arparts.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular