Sunday, December 4, 2022
HomeAlat beratSektor Mesin Konstruksi Menggeliat, United Tractors Raup Laba

Sektor Mesin Konstruksi Menggeliat, United Tractors Raup Laba

Sektor mesin konstruksi pada pertengahan pertama tahun 2022 mengalami peningkatan. Hal tersebut dirasakan oleh PT United Tractors Tbk yang mendapatkan laba bersih hingga 10,4 triliun rupiah. Laba tersebut naik 129 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,5 triliun rupiah.

Hal yang sama juga terjadi pada pendapatan bersih perusahaan. Ada peningkatan pencapaian hingga 62 persen sebesar 60,4 triliun rupiah. Sebelumnya di tahun 2021, pendapatan bersih perusahaan hanya berada di angka 37,3 trilun rupiah.

Mesin Konstruksi Penyumbang Pendapatan Terbesar

Ada beberapa segmen usaha yang membuat peningkatan laba tersebut, diantaranya segmen mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas, serta industri konstruksi. Kontribusi yang paling besar adalah mesin konstruksi dengan laba sebesar 29 persen.

mesin konstruksi
unitedtractors.com

Segmen Mesin Konstruksi

Peningkatan pertama yang paling terasa ada di segmen mesin konstruksi. Ada peningkatan penjualan hingga 111 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun 2021, penjualan alat berat hanya berada di angka 1.361 unit, sedangkan di semester pertama tahun 2022 sudah terjual 2.873 unit.

Berdasarkan laporan perusahaan dan riset pasar internal, Komatsu merupakan sektor mesin konstruksi terbanyak yang terjual dan memimping pangsa pasar alat berat. Ada sekitar 28 persen penjualan produk Komatsu dalam 6 bulan pertama tahun 2022.

Pendapatan lain yang mengalami kenaikan adalah penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat. Peningkatan terjadi sebanyak 36 persen dengan keuntungan mencapai 4,8 triliun rupiah. Ini merupakan peningkatan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kontraktor Penambangan

Selain segmen mesin konstruksi, segmen kontraktor penambangan juga memberikan dampak yang positif pada laba perusahaan. Segmen ini dikelola oleh PT Pamapersada Nusantara atau PAMA, yang melaporkan keuntungan sebanyak 20 triliun rupiah.

Baca Juga : Terbaru! Komatsu Memproduksi Excavator dengan Harga Terjangkau

Angka tersebut naik sebanyak 29 persen dari tahun 2021 yang hanya berjumlah 15,4 triliun rupiah. Meski begitu, PAMA tetap mengalami penurunan volume produksi. Terlihat produksi batu bara turun sebanyak 13 persen dari 58 juta ton ke 50 juta ton.

Pertambangan Batu Bara

Sektor mesin konstruksi yang juga mengalami kenaikan adalah pertambangan batu bara. PT Tuah Turangga Agung atau TTA menjadi pihak yang mengelola segmen ini. Dari catatan milik TTA, sampai bulan Juni 2022, tercatat penjualan batu bara berada di angka 5,8 juta ton.

Angka tersebut turun sebanyak 8 persen dari periode sebelumnya yang berjumlah 6,3 juta ton. Menurut pihak TTA, penurunan tersebut karena adanya larangan ekspor sementara yang terjadi pada Januari 2022. Meski begitu, ada kenaikan segmen usaha pertambangan batu bara sebanyak 149 persen.

Pertambangan Emas

Tren emas yang terus naik tiap tahunnya ternyata juga memberikan keuntungan bagi perusahaan yang mengelolanya. PT Agincourt Resources atau PTAR mengelola segmen ini dan melaporkan bahwa ada penurunan penjualan.

Penjualan dalam sektor mesin konstruksi ini terjadi karena penurunan kadar emas yang ditambang. Sehingga pendapatan bersih perusahaan turun sebanyak 10 persen dari 4,3 triliun rupiah menjadi 3,9 triliun rupiah.

Meski mengalami penurunan, namun harga jual emas tetap tinggi di tahun 2022. Pada semester pertama tahun ini saja, harga emas berada di angka 1.873 dollar per ons-nya. angka tersebut naik 8 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 1.730 dollar per ons.

Dengan adanya peningkatan penjualan pada sektor mesin konstruksi, perusahaan besar seperti United Tractors tentu sudah menyiapkan strategi. Dengan begitu mereka mampu memenuhi kebutuhan konsumsen terkait alat berat sesuai segmen.

sumber : validnews.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular