Industri Alat Berat

Situasi dan Proyeksi Industri Alat Berat Pada Tahun 2021

Pandemi Virus Corona masih belum sepenuhnya hilang didunia, terkhusus di Indonesia, sejak awal kemunculannya, virus ini hampir membuat berbagai macam sektor mengalami penurunan drastis, tidak terkecuali bagi industri alat berat, dampak buruk yang terasa adalah banyak pabrikan yang melepas tenaga kerja.

Banyaknya pabrikan yang melepas tenaga kerjanya tentu menjadi sebuah masalah dan mempertahankan juga tentu akan menjadi masalah juga, maka tidak heran bila sepanjang 2021 ini industri alat berat mengalami banyak penurunan signifikan akibat dampak dari pandemi Virus Corona yang telah dihasilkan.

Lalu bagaimana untuk tahun 2021? Seperti yang kita ketahui bahwasannya pemerintah saat ini sedang melakukan program bahan bakar nabati, dan dipastikan untuk sektor perkebunan akan mengalami hal baik pada tahun ini, begitu juga pada sektor kontruksi, kurang lebih akan memberikan dampak kenaikan yang cukup baik ditahun ini, seperti yang dikatakan oleh Pa Jamaludin selaku ketua Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi).

Ketua Hinabi berpendapat bahwa pada akhir tahun 2020 sekitar bulan November-desember telah terjadi perbaikan permintaan terkait alat berat, namun peningkatan permintaan tersebut juga cukup dikhawatirkan karena pabrikan harus mulai menyerap tenaga kerja baru. Karena banyaknya tenaga kerja yang sudah dilepas, serta enggan untuk kembali dan lebih memilih untuk membuka usaha.

Perlu diketahui selama 2020 pabrikan Alat Berat telah melepas kurang lebih sebanyak 7.700 tenaga kerja, yang mana tentu saat perekrutan pegawai baru perlu nya pelatihan kembali dari awal bagi pegawai baru selama 3 bulan. Melihat banyak nya peningkatan permintaan alat berat, ketua HINABI optimis akan terjadi kenaikan pada tahun 2021 pada industri alat berat.

Dapat disimpulkan bahwa tahun 2021 akan dijadikan ajang “kebangkitan” bagi berbagai macam sektor, termasuk alat berat, jika pandemi semakin menurun dan meningkatkan kesadaran masyarakat, tentu perlahan berbagai macam industri pada tahun ini dipastikan akan mengalami kenaikan.

Pandemi yang menurun tentu akan memberikan dampak yang baik bagi berbagai macam sektor, usaha mikro maupun makro. Kembali lagi pada industri alat berat, bahwa industri mungkin akan mengalami kebangkitannya di tahun 2021 seperti yang diharapkan oleh Pa Jamaludin selaku ketua HINABI.

Bahkan beberapa pelaku bisnis di industri ini tak lagi menggubris tahun yang cukup suram ini, mereka fokus terhadap tahun 2021, sektor kontruksi khusnua infratruktur diharapkan akan tetap menjadi pasar utama, dari mendongkrak nya pasar pertambangan dan agro. Lalu bagaimana dengan kompetisi penjualan alat berat di Indonesia?

Tentu persaingan penjualan alat berat dalam negeri berlangsung semakin ketat dari tahun ke tahun, hampir disemua lini, seperti misalnya PT Sany Perkasa yang berpotensi untuk mempersulit upaya distributor alat berat lainnya seperti PT United Tractors TBK (UNTR), yang tengah berupaya mempertahankan target penjualannya. Persaingan lainnya terjadi dimana pabrikan dengan merek seperti Hyundai menawarkan harga satuan 10% dibawah SANY. Meskipun demikian, perpindahan pelanggan secara agresif masih terhalang oleh buruknya pelayanan purna jual. Disisi lain pemain lama dengan merek Kobelco lebih kompetitif dalam memberikan harga, walaupun tidak terpaut jauh dengan Harga dari keluaran SANY. Maka bisa disimpulkan bahwa situasi industri alat berat pada tahun ini akan mengalami kenaikan jika tidak mengalami gangguan yang nyata seperti halnya pandemi, serta persaingan dari alat berat juga akan semakin terasa guna menarik pelanggan baru agar pindah merek dari kompetitor nya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *