Sunday, December 4, 2022
HomePertambanganTrakindo Mendapat Pesanan Ratusan Alat Berat Dari ABMM ? Berikut Asal Usulnya

Trakindo Mendapat Pesanan Ratusan Alat Berat Dari ABMM ? Berikut Asal Usulnya

Kondisi pasar batu bara yang sedang mentereng ternyata mempengaruhi berbagai perusahaan yang berkaitan dengan dunia jual beli batu bara, salah satunya adalah PT. ABM Investama Tbk. Pada awal September 2022, ABMM dilaporkan melakukan pemesanan alat berat berskala besar pada Trakindo.

Jumlah pesanan yang mencapai ratusan menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan oleh berbagai kalangan. Pasalnya tingginya jumlah pesanan ini dinilai cukup berisiko karena alat-alat tersebut biasanya mengeluarkan biaya yang besar namun potensi timbal balik berupa pendapatan belum bisa diperkirakan.

Penyebab ABMM Memesan Alat Berat Dalam Jumlah Banyak

PT. ABM Investama Tbk merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, sehingga tingginya harga batu bara dan naiknya performa penjualan batu bara tentu dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan ini. Perusahaan dengan kode emiten ABMM akhirnya memutuskan untuk membeli alat berat dalam jumlah banyak. Apa penyebabnya ?

Strategi Untuk Meningkatkan Performa Tambang Batu Bara

Tingginya target pendapatan yang ingin di raih perusahaan menjadi salah satu alasan mengapa ABMM akhirnya berani memesan peralatan dari Trakindo dalam jumlah besar. Meski tidak disebutkan secara detail jumlah alat yang dipesan, namun beberapa pihak baik dari pihak ABMM maupun Trakindo menuturkan bahwa pemesanan alat tersebut berjumlah ratusan.

Pemesanan ini dilakukan dengan tujuan untuk menarik pendapatan usaha lebih banyak dalam waktu singkat selama harga komoditas batu bara melambung. Dengan banyaknya peralatan yang dimiliki, diharapkan setiap proyek dan aktivitas pertambangan batu bara bisa memberikan hasil yang lebih banyak dari sebelumnya.

Banyaknya Alat Berat Sebagai Langkah Antisipasi

alat berat
jualalatberat.net

Alasan mengapa ABMM memesan alat berat dalam jumlah yang tinggi ternyata bukan hanya dilakukan untuk mengejar omset saja, namun juga dilakukan sebagai langkah antisipasi. Meski harga batu bara sedang tinggi dan menguntungkan, namun posisi ini dinilai tidak akan sustain sehingga langkah antisipasi harus dilakukan secepatnya.

Langkah antisipasi ini kemungkinan dimulai dengan pemesanan peralatan berat dalam jumlah yang cukup banyak. Banyaknya peralatan ini nantinya akan membuat ABMM lebih mudah meningkatkan jumlah produksi batu bara.

Dengan meningkatnya jumlah produksi batu bara saat ini, maka tentu stok batu bara akan lebih terjamin sehingga performa bisnis bisa tetap stabil meski harga batu bara menurun nantinya. Alasan ini akhirnya juga bisa dijadikan dasar pengambilan tindakan perusahaan mengingat berbagai pertimbangan positif yang ada.

Kedua alasan di atas menjadi latar belakang utama yang menyebabkan pemesanan alat dalam jumlah yang tinggi dilakukan oleh ABMM. Tingginya pemesanan ini juga sejalan dengan stabilnya kondisi perusahaan yang ditandai dengan naiknya capex perusahaan mencapai 2,5 kali lipat.

Baca Juga : Fungsi Bulldozer di Bidang Pertambangan yang Perlu Diketahui

Tingginya permintaan ini juga disambut baik oleh UNTR selaku pemasok alat berat Komatsu di Indonesia. Pasalnya UNTR telah memperkirakan naiknya permintaan alat dari berbagai perusahaan dengan naiknya harga batu bara di tahun 2022.

UNTR juga menetapkan target penjualan hingga 5.000 unit untuk mengimbangi naiknya permintaan alatdari berbagai jenis. Selain itu, UNTR juga berpendapat bahwa estimasi target penjualan ini juga bisa terus meningkat tergantung pada kondisi pasar batu bara internasional.

PAABI (Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia) juga telah mencatat kemampuan produksi peralatan berat di Indonesia tahun ini mencapai 10.000 unit. Estimasi kebutuhan alat yang mencapai 20.000 unit akan dipenuhi dengan mengimpor sekitar 10.000 unit alat lainnya. Dengan positifnya tanggapan dari berbagai pihak, ABMM optimis bahwa pemesanan alat berat yang dilakukannya akan memberikan dampak yang positif bagi berbagai kalangan.

Sumber : market.bisnis.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular